INDUSTRY.co.id - Tidak lama lagi Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur akan ditetapkan setelah sebelumnya pemerintah membentuk badan serupa untuk Danau Toba di Sumatera Utara. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan tiga hal penting yang harus dibangun dalam penetapan BOP Candi Borobudur sebagai ikon pariwisata di sekitar Yogyakarta, Solo dan Semarang (Joglosemar), yakni atraksi, akses dan amenitas.

Borobudur yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menurut Arief telah disepakati sebagai ikon atraksi. Adapun hal akses akan dibangun bandara di Kulonprogo, DI Yogyakarta serta pembangunan jalan tol yang langsung menuju Borobudur dari Semarang, Solo dan Yogyakarya.

Sementara terkait amenitas, menurutnya dibangun sarana pendukung lain seperti penginapan dan resort. BOP yang terbentuk nantinya akan mengelola zona otoritatif seluas 600 hektare yang dikelola dengan single management atau pihak ketiga. “Otoritatif paling mudah membayangkan Nusa Dua, yaitu di daerah tertentu dengan luas 350 hektare yang dikelola oleh satu menejemen (ITDC). Di sini (Borobobudur) daerah otoritatif itu 600 ha yang nantinya juga dikelola oleh satu menejemen,” katanya.

Candi Borobudur tentunya sudah tak asing lagi bagi Anda. Candi ini disebut sebagai kompleks candi Buddha terbesar di Indonesia, bahkan juga terbesar dunia. UNESCO menetapkannya sebagai salah satu situs warisan dunia pada tahun 1991. Selain menjadi cagar budaya dunia, Candi Borobudur juga menjadi salah satu tempat wisata yang menarik banyak perhatian wisatawan domestik dan juga mancanegara.

Meski sudah dikenal hingga mancanegara, pemerintah merasa perlu untuk terus mempromosikan Borobudur, selain itu fasilitas, prasarana hingga akses menuju kawasan wisata itu terus dibenahi.

Menpar membandingkan dengan Angkor Wat yang lebih terkenal dibanding Borobudur padahal Candi Borobudur lebih besar, lebih tua, dan lebih dihormati. Namun dari sisi keekonomian jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Angkor Wat sebanyak 2,5 juta orang per tahun, sedangkan di Borobudur hanya 250.000 wisman. “Jadi jumlah wisaman yang berkunjung ke Borobudur hanya seper sepuluhnya, mengapa demikian karena Angkor Wat itu pengelolanya satu menejemen yang dibangun seperti badan otorita,” katanya.

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC), sebagai pengelola Borobudur menargetkan 2 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Borobudur atau setidaknya 5.000 wisman per hari pada tahun 2019. Mendukung target itu TCW membangun homestay di setiap desa yang ada di sekitar Borobudur. Satu desa dibangun 20 kamar homestay.

Di sekitar kawasan Borobudur ada 20 desa, maka BUMN ini membangun 400 kamar baru. Pengelola berharap tahun 2017 ini pembangunan homestay untuk 20 desa bisa tuntas.