INDUSTRY.co.id - Taman Nasional Wakatobi diresmikan pada tahun 1996. Merupakan Taman Nasional Laut (TNL) terluas kedua di Indonesia sebagai  habitat bagi 90% jenis karang yang ada di dunia serta lebih dari 942 spesies ikan. Wajar bila Wakatobi dianggap sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di dunia.

Kekayaan hayati yang melimpah itu pun telah menggerakkan Word Wildlife Fund (WWF) untuk turun tangan dalam upaya pengelolaan dan pelestarian alam daerah wisata yang terdiri dari empat gugusan pulau tersebut, yaitu Binongko, Kaledupa, Tomia, dan Wangi-wangi.

Pemerintah sendiri telah berkomitmen untuk mengembangkan Wakatobi menjadi “Bali” di Kawasan Timur Indonesia. Dana sebesar Rp 20,5 triliun akan dianggarkan dalam mewujudkan tujuan tadi. Ini dikucurkan dalam empat tahun.

Pengelolaan pembangunan pariwisata Wakatobi hingga menyamai Bali tersebut akan ditangani oleh Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Wakatobi. Dana sebesar Rp 20,5 triliun yang akan dikelola BOP membangun pariwisata Wakatobi tersebut terdiri dari investasi pemerintah sebesar Rp 8 triliun dan investasi swasta Rp 12,5 triliun.

Setelah pembangunan rumah sakit bertaraf internasional, tahun ini BOP berencana memperpanjang landasan pacu Bandara Matahora hingga 3.000 meter. Setelah seluruh fasilitas pendukung pariwisata Wakatobi selesai dibangun pada 2019, maka Bandara Matahora Wakatobi sudah bisa melayani pernerbangan dari berbagai negara langsung ke Wakatobi, tanpa harus melewati Bali, Jakarta atau Makassar. Begitu pula dengan  para wisatawan dari berbagai negara seperti Hongkong, Koera Selatan atau negara-negara Eropa, bisa langsung mendarat di Wakatobi.

Selain pemerintah pusat, Pemkab Wakatobi juga andil dalam pengembangan destinasi wisata tersebut dengan membangun terminal bandara Matahora, dermaga Marina (pelabuhan khusus kapal mewah) dan dermaga pelabuhan Panggulubelo hingga bisa disandari kapal-kapal pelayaran milik PT Pelni.

Selanjutnya, Pemkab Wakatobi, juga mendorong para pengusaha lokal, nasional maupun internasional, membangun hotel dan restoran yang representatif. Saat ini, sudah ada dua perusahaan perhotelan Internasional yang sedang membangun hotel bintang lima di Wakatobi.

Terkait target wisatawan, tahun ini Pemkab menargetkan 40 ribu pengunjung. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wakatobi, Nadar mengatakan penetapan target itu mengacu pada kunjungan sepanjang tahun 2016 telah mencapai 22.000 orang. “Tahun ini, kami menargetkan kunjungan wisatawan ke Wakatobi sebanyak 20.000 orang dengan jumlah kunjungan hingga 40.000 kali. Artinya, setiap wisatawan rata-rata dua kali datang di Wakatobi,” ujarnya.