INDUSTRY.co.id, Jakarta - Berdasarkan riset yang diperoleh Indeks Wisata Muslim Global (GMTI) Mastercard-CrescentRating 2017 Indonesia berhasil melangkahi Turkei dimana tahun ini masuk ke posisi empat dan Arab Saudi diperingkat kelima. Indonesia menempati posisi ketiga dalam sektor pasar wisata Muslim (wisata halal) untuk sejumlah destinasi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun non-OKI.
Menteri Pariwisata yang, Arief Yahya yang turut hadir dalam acara Global Muslim Travel Index mengapresiasi Indonesia yang memperoleh peringkat ketiga kategori destinasi wisata halal.
"Atas peringkat yang diperoleh, tahun ini kita targetkan kunjungan wisatawan capai tiga juta wisatawan, kalau dibulatkan menjadi 20 persen, tapi Kita maunya capai 25 persen jadinya 3,75 juta wistawan untuk tahun ini," kata Menteri Pariwisata, di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (3/5/2017).
Untuk mempertahankan ataupun ingin naik peringkat pertama menyalip Malaysia, Indonesia harus gencar mempromosikan destinasi wisata halalnya. Dengan cara cara 4P (product, price, placement, and promotion) yang harus digencarkan.
"Masalah terbesarnya dipromosi, kalau pakai rumus 4P (product, price, placement, and promotion) kita Product yang bagus, kita punya Price yang bagus, tapi kita tidak pandai di sektor Promotion. Padahal Pemerintah dan Kemenpar sudah menetapkan 10 destinasi halal," lanjut Menpar.
Untuk 10 destinasi yang sudah ditetapkan oleh Kemenpar, salah satunya tiga provinsi yang menjadi prioritas yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh. Dari ketiga provinsi tersebut, Lombok growthnya 50 persen dan okupansi hotel sudah mencapai 80 persen.
Destinasi utama yakni, Nusa Tenggara Barat, Lombok, tambah Menpar, tadinya secondary tourism untuk destinasi halal, sekarang Lombok menjadi primary destinition halal.
"Kenapa Nusa Tenggara Barat yang pertama? Karena berdasarkan kriterianya, NTB, Lombok itu menjadi the best halal destinition, the best halal food ayam taliwang serta the best destintion for honeymoon," ujarnya.
Selain itu, untuk target wisatawan asal middle east, tahun ini sekitar 300 ribu atau sekitar 30 persen, tapi Saya naikkan jadi 50 persen atau sekitar 360 ribu kunjungan wisatawan.
"Nah dengan datangnya King Salman dapat mengendorse agar wisatawan asal middle east datang ke Indonesia," pungkas Menteri Pariwisata, Arief Yahya.