INDUSTRY.co.id, Jakarta - Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengapresiasi atas Indonesia yang duduk diperingkat ketiga destinasi wisata halal. Berdasarkan riset yang diperoleh Indeks Wisata Muslim Global (GMTI) Mastercard-CrescentRating 2017 Indonesia berhasil melangkahi Turkei dimana tahun ini masuk ke posisi empat dan Arab Saudi diperingkat kelima.

Sebelumnya, tahun 2016 telah menargetkan kunjungan wisatawan muslim mencapai 2,7 juta wisatawan, maka dari itu, peringkat yang diperoleh Indonesia, Menpar menargetkan kunjungan wisatawan muslim ke Indonesia, bisa mencapai tiga juta wisatawan atau meningkat 20 persen.

"Untuk tahun ini, kita harapkan kalau tiga juta wistawan kalau dibulatkan menjadi 20 persen 3 juta, tapi kita maunya 25 persen jadi 3.75 juta tahun ini," ujar Menpar.

Adapun upaya yang harus digencar oleh pemerintah dan Kementerian Pariwisata dalam hal meningkatkan kunjungan wisatawan muslim dan gencarnya promosi.

"Masalah terbesarnya dipromosi, kalau pakai rumus 4P (product, price, placement, and promotion) kita Product yang bagus, kita punya Price yang bagus, tapi kita tidak pandai di sektor Promotion. Padahal Pemerintah dan Kemenpar sudah menetapkan 10 destinasi halal," sambung Menpar.

Adapun 10 destinasi yang sudah ditetapkan oleh Kemenpar, salah satunya tiga provinsi yang menjadi prioritas yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh. Dari ketiga provinsi tersebut, Lombok growthnya 50 persen dan okupansi hotel sudah 80 persen.