INDUSTRY.co.id - Setelah diperkenalkan ke publik domestik pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS)  2016 lalu di Indonesia Convention & Exhibition BSD City, memasuki Mei 2017 anggota baru keluarga besar Suzuki, Ignis,  siap meramaikan macetnya jalan-jalan di Tanah Air. Dengan harga yang cukup kompetitif, Suzuki Ignis diprediksi bakal menerima respons positif dari publik.

Advertisement

Kendati sebelumnya tak ada pernyataan resmi kapan Ignis bakal dilansir, gelagat-gelagat bahwa model SUV mini semi crossover dari Suzuki tersebut siap meluncur pada semester pertama tahun   ini sudah terlihat pada akun resmi facebook Suzuki Indonesia.  Dalam akunnya,  Suzuki Indonesia mempublikasi gambar Suzuki Ignis yang ditulisi  tagar #ComingSoon #GearToIgnite, plus ditambahkan tulisan “Suzuki Family, siapkan dirimu untuk menyambut kendaraan futuristik dan sporty terbaru dari Suzuki”.

Ditayangkan pula  teaser  Suzuki Ignis yang menampilkan bagian depan  lingkar roda, hatchback serta interiornya. Dashboard, panel instrument, tongkat perseneling termasuk yang dipamerkan dalam teaser Suzuki Ignis tersebut.

Advertisement

Soal kapan waktu peluncuran resminya, sebenarnya hal itu pernah diungkap oleh  Donny Saputra, Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), selaku agen pemegang merek Suzuki di Indonesia. "Tunggu saja pada semester I ini," ujarnya  di Bogor awal April 2017 lalu.

Harold Donnel, Product Development Section Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) beberapa waktu lalu juga pernah  menyebut   rentang waktu peluncuran adalah, antara kuartal pertama dan kedua tahun ini.

Advertisement

Bahkan sejumlah situs dealer tertentu mulai mempublikasikan bahwa publik sudah bisa memesan unit yang bakal menjadi pengganti  kehadiran Suzuki Splash tersebut. Hanya saja costumer masih belum bisa melihat unitnya di dealer saat ini mengingat belum dilakukannya pengiriman.

Disebutkan bahwa pemesanan juga sudah bisa dilakukan   dengan uang tanda jadi Rp 5 juta.  Harga  jualnya, disbut mulai Rp139,5 juta.  Untuk Suzuki Ignis tipe GL M/T dibandrol  Rp 139,5 juta, sementara tipe GLX M/T seharga Rp 159,5 juta dan tipe GLX A/T Rp seharga 169,5 juta, setidaknya demikian yang dipublikasikan sejumlah dealer dalam situsnya.

Advertisement

Ignis sebenarnya telah  hadir lebih dulu di India. Produsen Ignis, Maruti Suzuki di India sana, telah membawa Ignis 'ngacir' di jalan raya sejak Januari tahun ini. Suzuki Ignis pun dibawa ke ajang  New York International Auto Show April ini, dan hanya bisa dijegal oleh  mobil listrik kompak  BMW i3 untuk bisa mendapatkan gelar World Urban Car 2017.

Di ajang itu, tiga besar World Urban Car adalah BMW i3, diikuti oleh Suzuki Ignis dan berikutnya Citroen C3 dari kelompok PSA Group Perancis.

Seberapa keren Ignis hingga ia bisa menengahi BMW di posisi puncak dan Citroen di bawahnya untuk gelar World Urban Car? Yang jelas,  Ignis memang didesain sebagai mobil perkotaan nan kompak dengan panjang 3.700 mm dan lebar 1.660 mm, dengan kemampuan radius  putar minimum 4,7 meter.

Di negeri moyangnya, Jepang,  Ignis  meluncur  pada Februari 2016 dengan model SHVS (Smart Hybrid Vehicle by Suzuki) mild hybrid system, dimana mesin motor listriknya akan  menyuplai energi ke mesin pada saat akselerasi. Ignis dilansir dengan  mesin 1,2 dualjet (K12C) DOHC 4-silinder VVT. Urusan mesin 1.200 cc dengan 4 silinder K12 ini adalah platform yang sama yang dipasang pada  Suzuki Splash.

Konsumsi bahan bakar minyak pada Ignis diklaim  sangat irit, dengan jarak  28,8 km untuk tiap konsumsi satu liter bensin, khususnya untuk  tipe HYBRID 2WD. Mesin bensin Ignis, mampu menghasilkan tenaga tertinggi di  91 horsepower (hp) dan torsi 118 Nm (newton meter).

Untuk publik di Indonesia, soal konsumsi bahan bakar Suzuki Ignis tentunya  dinilai cukup mencuri perhatian, karena  setara dengan mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC). Dengan konsumsi bahan bakar yang sangat irit, sementara kelasnya secara brand positioning berada di atas kasta  LCGC, tentunya ia cukup punya value yang menarik untuk ditawarkan pada konsumen.

Berbeda dengan India yang menawarkan Ignis berbahan bakar bensin dan solar, di Indonesia kabarnya SIS hanya akan melansir Ignis berbahan bakar bensin dalam dua tipe, yaitu GL dan GX. Suzuki Ignis varian GX merupakan tipe tertinggi yang fitur-fiturnya lebih lengkap. Khusus Ignis varian GX, akan  ditawarkan dengan pilihan transmisi manual dan otomatis Auto Gear Shift (AGS).

Dilihat dari eksteriornya, Suzuki Ignis  memiliki tampilan khas mobil perkotaan dengan gaya ala crossover. Mobil ini dihias dengan paduan dua warna yang kontras yakni warna cerah kemerahan dengan paduan warna hitam di beberapa bagian.   Dengan ground clearance  sekitar 180 mm, Suzuki Ignis menggunakan velg ban berukuran 15 inci dengan desain trapezoid. Kesan ala crossover pada  Ignis terlihat pada  roof rail di atapnya.

Di bagian moncong,  Ignis memiliki grill  besar untuk dua lampu utamanya. Untuk varian GX, Ignis  dibekali lampu LED Projector dengan DRL (Daytime Running Light),  ditambah   lampu kabut.

Begitu memasuki  kabin, akan terlihat Suzuki Ignis dibekali dengan interior yang cukup menarik dari jajaran Suzuki Indonesia. Setidaknya hal itu bisa dilihat dari modal  steering switch control yang sudah termasuk tombol untuk menjawab telepon, layar MID, AC digital di tipe tertinggi. 

Sistem audionya sudah  terkoneksi dengan ponsel pintar via bluetooth, sementara tombol pengontrol sistem audio dan Bluetooth itu bisa diakses melalui setir. Khusus pada tipe GX, Suzuki Ignis dibekali oleh keyless entry & push start/stop button. Cukup menekan tombol tersebut untuk menyalakan mobil.

Kembali pada penampakan luar, ada yang unik pada pilar belakang Ignis, yang  tertoreh tiga garis miring yang mirp-mirip logo sebuah sepatu ternama.  Buat yang belum familiar dengan tiga garis tersebut, lambang itu dinamakan 'Progressive Triad' yang merupakan garis  ciri khas Suzuki di era tahun 1970-an.  Progressive Triad  muncul di mobil kecil SC100 Whizzkid,  dan menjadi trademark Whizzkid saat itu.

Sekarang  Progressive Triad  kembali digunakan di pilar C, mengisi ruang antara  kaca belakang dan samping yang cukup lebar.  Di interiornya, Suzuki menyematkan  Progressive Triad  di bawah fascia tengah. Beberapa kalangan  menilai dari sisi desain eksterior, kehadiran Progressive Triad hanyalah upaya  pabrikan untuk mengisi kekosongan ide untuk ruang antara  kaca belakang dan samping yang terlalu lebar, sehingga kehadiran tiga garis progresif tadi terkesan 'dipaksakan'.

Nah sambil menunggu hadir secara resmi, sempat muncul pertanyaan apakah Ignis di Tanah Air bakal serupa dengan saudaranya yang dilansir lebih dulu di India?  Harold Donnel, mengemukakan bahwa ada  perbedaan cukup signifikan antara Ignis di India dan Indonesia. Kendati tak bersedia memberikan informasi detil, Harold menyebut  perbedaan  mendasar seperti  pilihan mesin.

Di India, tersedia dua platform mesin, yaitu bensin 1.2-liter dan diesel 1.3-liter. Sementara yang diedarkan di Tanah Air hanyalah mesin bensin saja. Di sejumlah tipe memang akan  dilengkapi dengan fitur star/stop engine. "Tetapi tidak di semua varian, antara salah satu atau  dua tipe saja," kata Harold.  Ignis juga akan dilengkapi dengan sensor parkir plus Dual Airbag.

Selain Ignis, tahun ini SIS juga akan melansir  Suzuki Baleno Hatchback,  Suzuki Vitara Brezza, dan Suzuki Jimny terbaru. Bersamaan dengan  Ignis, Vitara Brezza kemungkinan akan dipasarkan pada periode yang sama, sementara varian lainnya akan dilempar ke pasar pada  semester 2.

Dengan varian yang akan mengisi line up di tahun ini, Deputy Managing Director 4W SIS Setiawan Surya berharap  Suzuki Indonesia bisa mencatatkan  pertumbuhan  pangsa pasar menjadi 11%. Angka ini naik dibanding market share tahun sebelumnya yang hanya 9,1%.