INDUSTRY.co.id - Jakarta – Menyambut perayaan HUT yang ke-125 tahun dan sebagai wujud konsistensi dalam pemberdayaan UMKM Indonesia, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menggelar BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020 yang diselenggarakan selama 15 hari mulai tanggal 1 s.d. 15 Desember 2020 dengan puncak acara pada 10 Desember 2020 di Jakarta.

Pada acara puncak yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo secara online ini juga dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki, Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto, Menteri BUMN RI Erick Thohir (online), serta Direktur Utama BRI Sunarso.

Mengulang kesuksesan kegiatan BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR pada tahun 2019, kegiatan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020 kembali dilaksanakan BRI sebagai bentuk dukungan bagi pelaku UMKM untuk dapat bangkit di tengah pandemi dan harapannya dapat turut menggerakkan ekonomi nasional.

“UMKM harus mampu menampilkan produk-produknya yang lebih menarik melalui cara-cara baru yang inovatif. Seperti yang saya lihat dalam pameran ini showcase UMKM nya sangat berbeda sudah menggunakan 3D virtual disajikan dengan instalasi seni yang bagus seperti berada di ruang pameran yang sesungguhnya,” ungkap Presiden Joko Widodo saat membuka pameran BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020 secara virtual.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud komitmen BRI, untuk secara konsisten menumbuh kembangkan dan memberdayakan UMKM.

“BRI UMKM EXPO(RT) BRILIAN PRENEUR 2020 ini juga ditujukan agar UMKM tidak hanya Naik Kelas tapi mampu bersaing di pasar Global melalui kegiatan Eksport,” tambah Sunarso melalui keterangan yang diterima redaksi pada Jumat (11/12).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020 kali ini diselenggarakan secara hybrid.

“Konsep ini pertama kali dilakukan di Indonesia dengan menghadirkan showcase UMKM dan Art Installation yang disajikan secara virtual dan bentuk asli dalam wujud yang benar- benar sama. Rangkaian kegiatan lainnya seperti Business Matching, Talkshow, Coaching Clinic, UMKM Awards dan Artist Performances juga dilakukan secara virtual. Selain itu, kegiatan transaksi belanja produk UMKM yang semula Bazaar, kali ini diangkat ke dalam platform belanja online Indonesia Mall BRI yang bekerjasama dengan 5 (lima) marketplace terbesar di Indonesia,” tambah Sunarso.

BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020 kali ini diikuti oleh 573 Pelaku UMKM binaan BRI yang 400 diantaranya mengikuti showcase secara fisik di Jakarta. Pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai bidang usaha meliputi Fashion, Accessories & Beauty, Home Decor & Craft, dan Food & Beverage.

Sedangkan jumlah buyer internasional yang mengikuti kegiatan business matching sebanyak 82 buyer/pembeli dari mancanegara yang berasal dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Timur Tengah, Jepang, Australia, dan lainnya.

Dengan kegiatan Business Matching yang mengundang Buyer Internasional ini maka akan memberikan market baru dan perluasan pasar bagi para pelaku usaha UMKM, serta akan meningkatkan ekspor dalam negeri.

“Kami berharap, BRI semakin bisa memfasilitasi pelaku UMKM untuk Go-Global dan memiliki daya saing internasional. Kedepan, kegiatan seperti ini dapat kami lakukan secara berkelanjutan melalui penyempurnaan secara terus menurus”, jelas Sunarso.

Pada acara puncak peresmian BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020 kali ini juga dilakukan peluncuran produk aplikasi berbasis website yaitu Pasar.id yang merupakan bentuk pemberdayaan untuk meningkatkan penjualan pedagang pasar.

Pasar.id merupakan sebuah marketplace yang dikembangkan oleh BRI untuk mempertemukan penjual dan pembeli di pasar- pasar tradisional secara digital.

Digitalisasi pasar ini telah dilakukan BRI di 4.547 titik pasar di seluruh Indonesia dan jumlahnya akan terus ditingkatkan pada periode yang akan datang.

Acara peluncuran semakin semarak karena diikuti secara live oleh 383 pasar unggulan di Indonesia yang tergabung dalam pemberdayaan pasar, Pasar.id.

“Saya juga menyambut baik peluncuran Pasar.id yang merupakan inisiatif bank BRI yang telah melakukan digitalisasi pasar di 4.547 titik pasar di seluruh indonesia saat ini dan akan terus meningkat jumlahnya kedepan. Ini membuat transaksi menjadi mudah cash less dan membantu masyarakat berjualan aman di masa pandemi sekaligus membantu perekonomian bergerak kembali,” tambah Presiden Joko Widodo.

Dengan adanya Pasar.id ini maka dapat meningkatkan omset pedagang pasar melalui transaksi digital. Oleh sebab itu juga dilakukan pendampingan pedagang dan pengelola pasar di era new normal melalui Gerakan non tunai, salah satunya melalui penggunaan QR utk memudahkan transaksi pembayaran.

Selain itu, Pasar.id dapat meningkatkan keterampilan pedagang dan pengelola pasar dalam mengembangkan usahanya, diantaranya dengan adanya Stroberi Kasir yang membantu pedagang pasar melakukan fungsi kasir, persediaan dan pesanan online.

Sedangkan bagi pengelola pasar terdapat Stroberi Tagihan yang akan membantu pengelola pasar dalam melakukan monitoring tagihan (retribusi, sewa, listrik, dll.). Tidak hanya memberi manfaat untuk pengelola dan pedagang pasar, Pasar.id juga akan membuka lapangan kerja baru untuk ojeg sekitar pasar menjadi kurir pasar.

“Kehadiran Pasar.id ditengah pedagang pasar dan masyarakat Indonesia dapat memberikan kemudahan cara berjual beli di pasar dengan mudah dan cashless. Tentunya dengan adanya Pasar.id ditengah pandemi ini dapat mendukung pelaku usaha untuk terus berjualan dan akhirnya dapat menggerakan ekonomi kembali”, pungkas Sunarso.