INDUSTRY.co.id - Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung mendata koperasi-koperasi yang aktif dan tidak aktif. Pasalnya, koperasi yang tidak aktif merusak koperasi yang aktif, dan kalau tidak aktif dibubarkan saja.
"Dari jumlah 212 ribu koperasi, yang tidak aktif sebanyak 62 ribuan koperasi dan yang aktif 150 ribuan. Dari 62 ribu yang tidak aktif itu, akan kita bubarkan. Makanya, saya berharap Pemkab Tulungagung mendata koperasi-koperasi mana yang aktif dan tidak aktif. Kalau setelah disurvei ke lapangan memang tidak aktif, ya kita bubarkan. Kalau ternyata masih hidup, tentu akan terus kita bina", jelas Puspayoga, di Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (9/12/2016).
Kepada Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, Puspayoga menyatakan bahwa lebih baik memiliki sedikit koperasi namun berkualitas.
"Sudah bukan zamannya lagi banyak-banyak jumlah koperasi, tapi tidak berkualitas. Lebih baik kita membina koperasi berkualitas. Karena, yang harus kita tingkatkan itu adalah anggota koperasinya. Semakin banyak anggota koperasinya, maka koperasi tersebut akan berkualitas", kata Menkop.
Dalam kesempatan itu pula, Bupati Tulungagung berharap pelaku usaha koperasi dan UKM di daerahnya bisa memanfaatkan PLUT-KUMKM dan Kampung UKM Digital secara optimal. Karena, hal itu bisa memberikan nilai tambah plus meningkatkan daya saing dari produk yang dibuatnya.
"Kehadiran PLUT diharapkan mampu mensinergikan potensi yang ada untuk pengembangan koperasi dan UKM di Tulungagung. Apalagi, di dalam PLUT ada juga klinik KUMKM sebagai tempat berkonsultasi terkait masalah-masalah yang ada, seperti pemasaran, kemasan, teknologi, dan sebagainya", kata Syahri.
Bupati mengungkapkan, beberapa produk unggulan daerahnya yang sudah bisa menembus pasar ekspor, diantaranya produk dari fosil kayu (Eropa dan Australia), seragam militer (Timor Leste dan Thailand), dan aneka produk dari marmer. "Yang jelas, fokus layanan dari PLUT-KUMKM itu harus sesuai dengan potensi daerah masing-masing, seperti pemasaran, pengembangan SDM, produksi, dan pembiayaan", kata Bupati Tulungagung.
Sedangkan menurut Kepala Divre Telkom Bali-Nusra Suparwiyanto, Kampung UKM Digital di Tulungagung adalah yang ke-12 yang dibangun oleh PT Telkom di Indonesia. "Tujuannya, agar UKM mengunakan IT ini untuk memperluas akses pasar. Kampung UKM Digital juga ingin agar pelaku UKM bisa digital minded dan menciptakan digital society", pungkas dia.