INDUSTRY.co.id - PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mendapat kucuran dana sebesar US$ 1 miliar untuk enam poin prioritas proyek infrastruktur. Pendanaan IDB tersebut bagian dari perjanjian MCPS sebesar US$5,2 miliar dalam peiode 2016-2020.

Investasi sebesar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 13,3 triliun yang dikucurkan  Islamic Development Bank (IDB)  dalam menyokong proyek infrastruktur Indonesia tersebut ditempatkan lewat PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan antara Presiden IDB Presiden IDB Bandar Al Hajjar dan Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini pada acara pertemuan ketiga Islamic Development Bank (IDB), di Bali Internasional Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, pertengahan April lalu. Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati turut menyaksikan penandatanganan tersebut.

"IDB dan PT SMI menandatangani nota kesepahaman untuk enam poin prioritas senilai US$ 1 miliar," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Kepada delegasi IDB, Sri Mulyani menuturkan bahwa SMI merupakan perusahaan yang didirikan oleh pemerintah. Dengan tujuan membantu permodalan dalam pembangunan infrastruktur.

Enam poin prioritas dimaksud yaitu, co-financing proyek dalam bentuk loan, co-invesment proyek dalam bentuk ekuitas, study untuk menentukan liabilitas proyek, funding untuk UMKM, point technical assistance, dan pengembangan Unit Usaha Syariah (USS) SMI.

Menkeu menambahkan, pendanaan dari IDB tersebut masuk ke dalam perjanjian Member Country Partnership Strategy (MCPS) sebesar US$5,2 miliar dalam peiode 2016-2020.

Indonesia menandatangani Member Country Partnership Strategy (MCPS) 2016-2020 dengan Islamic Development Bank pada Selasa (17/5/2016). Tahun lalu, IDB sudah menyalurkan dana sebesar US$1,5 miliar kepada Negeri Garuda. "MCPS dana alokasinya 60% untuk infrastruktur, sedangkan 40% untuk proyek-proyek lainnya," papar Sri Mulyani.

Sementara dalam konfrensi pers di acara tersebut Presiden IDB Bandar Al Hajjar mengatakan IDB cukup rutin menempatkan modal investasi di Indonesia. Tercatat hingga sekarang sudah ada US$ 8 miliar dana digelontorkan untuk berbagai bidang. Bandar menjelaskan dari total tersebut, sebanyak US$ 7 miliar merupakan realisasi sampai dengan 2016. Terbagi atas bidang infrastruktur, pertanian, pendidikan hingga kesehatan.

Bandar meyakini, investasi akan banyak masuk ke Indonesia. Apalagi dengan kondisi perekonomian yang baik di tengah perekonomian global, di mana banyak peluang investasi bisa dimanfaatkan.

IDB telah berdiri sejak 1975, dan telah menjalankan proyek sampai dengan US$ 127,3 miliar. Khusus untuk infrastruktur mengambil porsi 53,3%, pertanian 10,7%, dan pendidikan dan kesehatan 9,3%, IDB juga telah menjalankan skema kerjasama pemerintah swasta (PPP) sekitar US$ 3,4 miliar selama tahun lalu.