INDUSTRY.co.id - Jakarta- Perum Jamkrindo melalui Divisi Pemeringkatan UMKM & Konsultasi Manajemen melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila dalam pendataan dan updating database UMKM.

Penandatangan kerjasama ini dilakukan di Kantor Pusat Perum Jamkrindo pada hari Kamis, (26/4/ 2017)  yang diwakili oleh Dirut Perum Jamkrindo Diding S Anwar dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila Sri Widiastuti.

Dalam sambutannya  seperti dalam siaran pers yang diterima redaksi Industry.co.id, Senin (1/5/2017) Diding menyampaikan bahwa Perum Jamkrindo saat ini telah menginisiasi kegiatan pemeringkatan UMKM dan konsultasi manajemen, dimana kegiatan tersebut didukung dengan pembangunan database UMKM.

Lebih lanjut, kata Diding tujuan kegiatan pemeringkatan tersebut adalah untuk menilai kemampuan UMKM untuk dapat didukung lebih lanjut sesuai kebutuhan, antara lain adalah untuk akses pembiayaan kepada bank dan non bank maupun penjaminan.

“Dengan kegiatan tersebut, Perum Jamkrindo banyak bekerjasama dengan stakeholder antara lain Universitas, untuk melakukan hal-hal sehubungan pengembangan dan pendampingan UMKM agar mereka dapat naik kelas (meningkat kinerja usahanya) di seluruh sektor ekonomi,” jelas Diding.

Bersamaaan dengan ini juga dilaksanakan Training & Business Matching UMKM Fashion yaitu sebuah konsep acara yang diprakarasi Jamkrindo untuk mempertemukan UMKM Terjamin/Calon Terjamin pada komunitas UMKM bidang Fashion dan para desainer yang tergabung dalam IFC (Indonesia Fashion Chamber).

Pertemuan UMKM sektor fashion ini sekaligus sebagai bentuk dukungan penelitian yang sedang dilakukan oleh Dosen Universitas Pancasila. Dikegiatan ini UMKM telah diminta untuk membawa contoh produk fashion (hasil jahitan, rancangan, dll), agar dapat dinilai oleh pakar yang hadir dan mendapat bimbingan/arahan.

Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh pelaku subsektor fashion diharapkan memiliki keterampilan yang memadai, sehingga potensi dan kemampuan fashion di Indonesia dapat tergali dan termanfaatkan dengan baik, serta menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan.

“Dukungan Jamkrindo berupa pemberian tambahan wawasan dan pengetahuan untuk UMKM fashion, dimana subsektor fashion tersebut merupakan subsektor unggulan di Sektor Industri Kreatif Indonesia,” jelas Diding.

Selain itu juga digelar Diskusi Panel narasumber UMKM sehubungan strategi peningkatan daya saing UMKM dengan menghadirkan Peserta & Narasumber : Achsanul Qosasi (Ketua III BPK RI), Dr. Muhammad Rizal, SH, MH (Dosen Pasca Sarjana Administrasi Bisnis Unpad), Dr. Margo Purnomo (Penggagas Yayasan Rumah Kewirausahaan & Pengembangan Diri) Ferry Susanto (National Advisory Board of Indonesian Fashion Chamber), Erwin Permana (Entrepreneurship & Konsultan Bisnis), Gatot Hendro Prakosa (Binus Entrepreneurship Center) dan, Derriawan (Sekprodi Pasca