Berdampak Positif Pada PEN, Komisi XI Apresiasikan Kebijakan OJK

Oleh : Krishna Anindyo | Kamis, 15 Oktober 2020 - 09:15 WIB

Wakil Ketua Komisi XI - Amir Uskara Saat Pimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi XI di Makasar (Photo by Andri/Man)
Wakil Ketua Komisi XI - Amir Uskara Saat Pimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi XI di Makasar (Photo by Andri/Man)

INDUSTRY.co.id - Makasar – Dimasa pandemi Covid-19 ini Komisi XI DPR RI beri apresiasi dalam kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berkontribusi pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Selain telah berhasil menciptakan stabilitas sektor keuangan dari stimulus fiskal dan moneter yang bersifat pre-emptive, OJK juga diminta terus melakukan berbagai pengembangan yang bisa membantu perekonomian nasional.

“Memang sudah banyak hal-hal yang sudah dilakukan oleh OJK. Itu harus jujur, kami akui dan kami mengapresiasi hal tersebut. Tapi tidak cukup itu saja, perlu dilakukan improvisasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk peningkatan penularan Covid-19, yang bisa mempengaruhi kegiatan perekonomian,” kata Wakil Ketua Komisi XI Amir Uskara melalui keterangan yang diterima redaksi pada Kamis (15/10).

Amir menjelaskan, OJK telah mengerahkan berbagai kebijakan yang ditujukan untuk menjaga stabilitas pasar modal serta meringankan beban masyarakat, pelaku sektor informal dan UMKM serta pelaku usaha lain.

Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan pelaku pasar. Relaksasi kebijakan restrukturisasi kredit oleh OJK diiringi kebijakan pemerintah melalui subsidi bunga dan penempatan dana pemerintah di bank umum.

OJK juga akan melanjutkan relaksasi restrukturisasi langsung lancar dan penetapan restrukturisasi hanya satu pilar sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2020 yang seiring dan sinergi dengan kebijakan pemerintah dan BI. Jelasnya.

“OJK ke depan harus cepat menjemput bola. Jadi tidak boleh diam saja menunggu masukan, keberatan atau menunggu komplain, tapi harus cepat tanggap dengan situasi yang berkembang dinamis. Ini penting terutama terhadap sentra-sentra industri. Sehingga banyak tenaga kerja yang direkrut, juga lebih banyak orang yang melakukan usaha,” ujar Amir.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI Nurhaida memaparkan, sejak awal pandemi Covid-19, OJK dengan cepat telah mengeluarkan berbagai kebijakan stimulus.

Langkah ini demi menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan untuk membantu masyarakat yang terdampak dari pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

OJK bersama-sama dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan LPS terus berkoordinasi dan ambil bagian dalam menggerakkan roda perekonomian dalam kerangka PEN.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan kemampuan bayar debitur karena menurunnya demand selama Covid-19 sehingga dapat menurunkan kualitas aset Bank.

Penurunan kualitas aset ini kemudian dapat berpengaruh terhadap beban pencadangan, termasuk kemampuan bank membentuk pencadangan, yang mana pembentukan pencadangan ini integral dengan rentabilitas dan permodalan Bank.

Oleh karena itu OJK mengeluarkan kebijakan restrukturisasi yang tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 11/POJK.03 Tahun 2020.

Poin dari peraturan tersebut yaitu, bagi LJK, restrukturisasi bagi kredit terdampak Covid-19 dilakukan dengan penetapan kualitas kredit langsung menjadi lancar, sehingga perbankan tidak perlu membentuk pencadangan khusus yang seharusnya dibentuk akibat penurunan kualitas aktiva.

Dana yang seharusnya digunakan untuk membentuk pencadangan dapat diputar kembali ke pasar maupun memenuhi kewajiban bank jatuh tempo.

Selanjutnya, untuk meringankan beban debitur, Pemerintah mengeluarkan kebijakan Subsidi Bunga. Dimana OJK berperan dalam menyediakan data debitur terdampak Covid-19 ke dalam SIKP Kemenkeu.

Di Makassar sendiri, OJK telah menggandeng DJPb Sulawesi Selatan untuk mengadakan sosialisasi teknis pemberian subsidi bunga kepada BPR dan BPD se-Sulampua melalui aplikasi zoom dan pendampingan melalui aplikasi WhatsApp group, sehingga realisasi kebijakan subsidi bunga tercapai dengan baik.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Kamis, 26 Mei 2022 - 18:00 WIB

Ketua MPR RI Hadiri Pernikahan Ketua MK dengan Idayati

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo turut bahagia atas kelancaran prosesi pernikahan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dengan adik kandung Presiden…

Presiden Jokowi

Kamis, 26 Mei 2022 - 17:19 WIB

Pandemi Melandai, Presiden Jokowi Harap Aktivitas Seni dan Budaya Bangkit

Presiden Joko Widodo berharap melandainya pandemi menjadi momentum aktivitas seni dan budaya untuk bangkit kembali setelah terhenti selama dua tahun. Pernyataan ini disampaikan Presiden setelah…

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Anindya Bakrie saat berfoto bersama Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:30 WIB

Bertemu Menteri Investasi Inggris, Bahlil Pastikan Kerja Sama RI-Inggris Bakal Diteken pada KTT G20 di Bali

Di sela kunjungan kerjanya ke Davos, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone kemarin siang (25/5)…

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H. Maming

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:00 WIB

Ini Kontribusi 50 Tahun HIPMI untuk Indonesia Menuju Era Keemasan

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sedang menuju era keemasan yang tahun ini akan menginjak usia 50 tahun. Anggota HIPMI di seluruh Indonesia akan tetap berjuang untuk membangun ekonomi…

Mentan SYL menyaksikan Porang yang akan diolah

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:52 WIB

Kementan Dukung Investor Bangun Pabrik Olahan Porang Skala Besar di Lombok Barat

Pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen mulai dibangun di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.