Keberhasilan PLN Uji Coba Co-Firing Di Pltu Ropa Flores & Pltu Bolok

Oleh : Krishna Anindyo | Rabu, 07 Oktober 2020 - 15:15 WIB

PLN Uji Coba Program Co-Firing di PLTU Ropa Flores dan di PLTU Bolok Kupang (Photo by BUMN)
PLN Uji Coba Program Co-Firing di PLTU Ropa Flores dan di PLTU Bolok Kupang (Photo by BUMN)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Keberhasilan PLN dalam uji coba Program Co-Firing di PLTU Ropa Flores dan di PLTU Bolok Kupang. Uji coba co-firing PLTU menjadi wujud komitmen PLN untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan dalam penyediaan listrik.

"Program Co-Firing merupakan bagian dari semangat pilar “green” dalam transformasi PLN. Co-Firing merupakan sebuah teknologi substitusi batubara dengan energi terbarukan pada rasio tertentu yang tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai spesifikasi teknis," ujar Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi melalui keterangan yang diterima redaksi pada Rabu (7/10).

“Kami terus mendorong penggunaan EBT, demi menyediakan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutur Agung.

Dalam program Co-Firing di PLTU Ropa, PLN mengganti bahan bakar berupa batu bara dengan 10 persen biomass yang diperoleh dari TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat). Sementara untuk PLTU Bolok, menggunakan 5 persen biomass yang berasal dari Woodchips (cacahan kayu).

Bahan baku biomass ini dapat berasal dari olahan sampah, ranting pohon, daun, sekam padi, serbuk gergaji dan rumput yang diproses menggunakan metode (biodrying).

Proses selanjutnya bahan baku diolah menjadi pelet seperti yang digunakan di di PLTU Ropa atau menjadi Woodchips seperti yang digunakan di PLTU Bolok.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menjelaskan bahwa tahapan uji coba co-firing untuk PLTU Ropa telah dilakukan pada 14 - 15 September 2020 dan PLTU Bolok pada 28-30 September 2020.

“Proses pembakaran Biomass ini berjalan sempurna dan karakteristiknya mirip dengan batu bara yang digunakan di PLTU tersebut. Pada saat kami melakukan mixing antara batu bara dengan Biomass tersebut, hanya dibutuhkan waktu 30 menit masa transisi hingga mencapai titik stabilisasi,” ucap Jatmiko.

Keberhasilan ujicoba Co Firing di PLTU Ropa, terlihat parameter menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan penggunaan 100 persen batu bara dengan pencampuran biomasa.

Selain meningkatkan bauran EBT, PLN juga berharap program ini dapat memberdayakan masyarakat, khususnya untuk memproduksi bahan bakar biomasa.

“Saya berharap agar Biomass ini dapat diproduksi di sekitar PLTU Ropa, menggunakan bahan baku dari TOSS yang potensinya sangat besar, serta dapat memberdayakan masyarakat,” tutup Jatmiko.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Diah Natalisa Deputi bidang Pelayanan Publik, Kementerian PANRB

Rabu, 21 Oktober 2020 - 11:00 WIB

Menyempurnakan UU Pelayanan Publik dari Berbagai Sisi

Undang-undang No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik akan disempurnakan. Berbagai aspek disiapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk merevisi UU tersebut.…

Peresmian Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.(Twitter/@jokowi)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:49 WIB

Dasyat! Nama Presiden Jokowi Diabadikan Jadi Nama Jalan di Uni Emirat Arab

Jakarta-Nama Presiden Joko Widodo diabadikan menjadi nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) Peresmian President Joko Widodo Street dipimpin oleh Chairman Abu Dhabi Executive Office Sheikh…

Candi Borobudur

Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB

Promosikan Wisata ke Warga Jepang, KBRI Tokyo dan TWC Selenggarakan Virtual Tour Candi Borobudur

KBRI Tokyo bekerjasama dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) dan Balai Konservasi Borobudur mengadakan Virtual Tour ke Candi Borobudur.

Ilustrasi UMKM di Indonesia (Michael Eko Hardianto/Getty Images)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:07 WIB

Bingung Pasarin Produk UMKM? Berikut Cara Shopee Bantu Pasarin Produk UMKM Termasuk Bisa Menembus Pasar Ekspor

Jakarta-Sebagai andil dari komitmen dan fokus dalam mendukung UMKM di Indonesia melalui gerakan Shopee Bersama UMKM, Shopee, platform e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, terus mendorong…

Menaker Ida Fauziyah (Photo by Detik Finance)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 09:47 WIB

Bikin Pekerja Tidur Nyeyak! BLT Gaji Sudah Mendarat di 12,1 Juta Rekening Pekerja, Buruh yang Belum Dapat Disebabkan Kesalahan Data

Jakarta - Bantuan langsung tunai (BLT) pemerintah berupa subsidi gaji/upah (BSU) telah disalurkan kepada 12.166.471 pekerja/buruh atau setara dengan 98,09 persen.