Sempat mangkrak, Gedung Kuliah I Laboratorium Politeknik Negeri Ketapang Senilai Rp 36,37 Miliar Akhirnya Rampung

Oleh : Hariyanto | Jumat, 25 September 2020 - 09:32 WIB

Gedung Kuliah I Laboratorium Politeknik Negeri Ketapang
Gedung Kuliah I Laboratorium Politeknik Negeri Ketapang

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan sejumlah gedung perguruan tinggi yang sempat terhenti pembangunannya. Salah satunya Gedung Kuliah I dan Laboratorium I Politeknik Negeri Ketapang yang sempat terhenti pada 2015.

“Kita lanjutkan pembangunan sarana pendidikan guna mendukung peningkatan kualitas SDM. Manfaatkan fasilitas yang sudah dibangun. Generasi mendatang harus lebih pintar karena fasilitasnya lebih baik,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Jumat (25/9/2020).

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya melanjutkan pembangunan Gedung Kuliah I dan Laboratorium I Politeknik Negeri Ketapang yang mangkrak setinggi 3 lantai yang terdiri dari 2 bangunan kembar yang berfungsi masing-masing sebagai gedung kelas dan gedung laboratorium. Lingkup pekerjaan pembangunannya meliputi pekerjaan arsitektur, mekanikal dan elektrikal dan site development.

Selain menyelesaikan konstruksi gedung, Kementerian PUPR juga menambahkan fasilitas penunjang seperti ramp untuk difabel, AC, hidran dan APAR untuk proteksi kebakaran, ruang kelas belajar, dan jalan lingkungan. Pembangunan gedung senilai Rp 36,37 miliar ini dilakukan sejak Januari 2020 dan dapat diselesaikan selama 6 bulan (180 hari kalender).

Pembangunan gedung ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Direktorat Prasarana Strategis. Konstruksinya dilaksanakan oleh Balai PPW Kalimantan Barat melalui kontraktor pelaksana PT. Cahaya Sriwijaya Abadi KSO PT. Cakrawala Surya Raya, dengan konsultan manajemen konstruksi PT. Bentareka Cipta.

Gedung ini telah diserahkelolakan oleh Kemenetrian PUPR yang diwakili oleh Kepala Balai PPW Kalimantan Barat kepada Politeknik Negeri Ketapang pada Kamis, 24 September 2020 untuk segera dapat dimanfaatkan kegiatan belajar mengajar melalui skema tatanan normal baru atau new normal.

Dalam sambutannya secara daring, Direktur Prasarana Strategis Iwan Suprijanto, menyampaikan bahwa Pekerjaan rehabilitasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ini mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kriteria pembangunan PTN dan PTKIN adalah tanah milik PTN, PTKIN atau Lembaga dan Kementerian terkait, bangunan tidak dalam sengketa atau masalah hukum, diprioritaskan bangunan yang kondisi tidak rampung lebih dari 50%, memiliki AMDAL dan IMB, telah dilakukan audit pisah batas dari BPKP dan audit kelayakan bangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto juga menyampaikan apresiasi atas terselesaikannya Gedung KDP ini guna memajukan pendidikan vokasi di Indonesia.

Sedangkan Direktur Politeknik Negeri Ketapang, Endang Kusmana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi atas prakarsanya Gedung KDP ini akhirnya dapat dilanjutkan. Begitu juga terima kasih kepada Menteri PUPR beserta jajaran yang dengan sigap menuntaskan KDP ini.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi jaminan pensiun

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:30 WIB

Sungguh Miris! Hanya 16% Pekerja di Indonesia yang Miliki Jaminan Hari Tua & Pensiun

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan bahwa hanya sedikit pekerja Indonesia yang memiliki jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

Gas Ilustrasi (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:26 WIB

September 2020, Penyerapan Gas Bumi PGN di Sektor Indutri Menunjukkan Tren Naik Menjadi 230 BBTUD

Direktur Komersial PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) , Faris Aziz, mengungkapkan bahwa implementasi harga gas bumi USD 6 per MMBTU pada tujuh sektor industri tertentu telah memasuki tahap akhir…

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:07 WIB

Menteri Arifin Minta PLN Lakukan Berbagai Upaya Untuk Ciptakan BPP Tenaga Listrik yang Efisien

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, PLN perlu melakukan berbagai upaya optimal agar tercipta Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik yang efisien.

Ilustrasi Korban PHK (foto Okezone.com)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:01 WIB

Waduh Menyeramkan! Tsunami PHK di Tanah Air Bisa Capai 15 Juta Orang

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memprediksi, pemutusan hubungan kerja (PHK) di tanah air mencapai 15 juta orang.

Ninja Xpress

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:00 WIB

Ninja Xpress-Mohoi Sepakat Dukung Sektor UMKM

Mengingat peran UMKM yang begitu penting bagi perekonomian nasional dan sebagai industri dengan penyerap lebih dari 86% angkatan kerja saat ini, Ninja Xpress dengan komitmennya untuk mengantarkan…