Heboh! China Mau Bangun Pangkalan Militer di Sejumlah Negara Dunia, Termasuk Indonesia

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 03 September 2020 - 11:15 WIB

Ilustrasi Pangkalan Militer
Ilustrasi Pangkalan Militer

INDUSTRY.co.id, Jakarta, Dalam laporan tahunan dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) ke Kongres, yang berjudul "Perkembangan Militer dan Keamanan yang Melibatkan Republik Rakyat China 2020," terungkap Amerika Serikat (AS) menuduh China menargetkan sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia, sebagai tempat membangun pangkalan militer.

Dalam laporan tahunan tersebut, pemerintahan Presiden Donald Trump menyebut langkah China itu bertujuan untuk memungkinkan PLA (Tentara Pembebasan Rakyat) memproyeksikan dan mempertahankan kekuatan militer pada jarak yang lebih jauh.

Hal itu diyakini akan mengganggu operasi militer AS dan mendukung operasi ofensif terhadap negara tersebut.

 

"Di luar pangkalannya di Djibouti, China kemungkinan besar sudah mempertimbangkan dan merencanakan fasilitas logistik militer tambahan untuk mendukung proyeksi angkatan laut, udara, dan darat," tulis laporan itu dari situs Kementerian Pertahanan AS, www.defense.gov, seperti melansir CNBC Indonesia, Kamis (3/9/2020).

 

 

"China kemungkinan telah mempertimbangkan Myanmar, Thailand, Singapura, Indonesia, Pakistan, Sri Lanka, Uni Emirat Arab, Kenya, Seychelles, Tanzania, Angola, dan Tajikistan sebagai lokasi fasilitas logistik militer PLA."

Untuk mewujudkan misinya itu, AS menyebut China menggunakan proyek Belt and Road Initiative (OBOR) sebagai perantara. Di mana sejumlah negara, termasuk Indonesia, turut menjadi pesertanya.

"Saat ini, China menggunakan infrastruktur komersial untuk mendukung semua operasi militernya di luar negeri, termasuk kehadiran PLA di wilayah negara lain, termasuk pangkalannya di Djibouti," tulis laporan itu lagi.

"Beberapa proyek OBOR China dapat menciptakan potensi keuntungan militer, seperti akses PLA ke pelabuhan asing yang dipilih untuk memposisikan sebelumnya dukungan logistik yang diperlukan untuk mempertahankan penyebaran angkatan laut di perairan sejauh Samudra Hindia, Laut Mediterania, dan Samudra Atlantik untuk melindungi minat yang berkembang."

 

Proyek OBOR sendiri merupakan program yang diinisiasi Presiden China Xi Jinping pada 2013 lalu. Program ini bertujuan membangun infrastruktur darat, laut, dan udara secara besar-besaran untuk meningkatkan dan memperbaiki jalur perdagangan dan ekonomi antar negara di Asia dan sekitarnya.

 

Kelebihan program ini sendiri adalah menyediakan dana yang besar bagi anggotanya. China bahkan dikabarkan menggelontorkan dana sebesar US$150 miliar atau setara Rp 2.137,6 triliun per tahun. Dana itu bisa dipinjam negara peserta program tersebut untuk membangun infrastruktur mereka.

 

"Negara tuan rumah dapat menjalankan peran penting dalam mengatur operasi militer China, karena para pejabat China sangat mungkin menyadari bahwa hubungan jangka panjang yang stabil dengan negara tuan rumah sangat penting untuk keberhasilan fasilitas logistik militer mereka," kata Departemen Pertahanan.

 

Sementara itu, China membantah laporan AS. Juru Bicara Kementerian Luar negeri China Hua Chunying mengatakan laporan itu sangat bias.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pembangunan Huntap

Jumat, 20 Mei 2022 - 09:10 WIB

Sudah Terhuni 45%, Pembangunan Huntap Sulawesi Tengah Ditargetkan Selesai Desember 2023

Sebagai upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi yang disertai tsunami dan likuifaksi yang terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018, hingga saat…

Agung Podomoro Land (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 Mei 2022 - 09:02 WIB

Pendapatan Usaha APLN Melesat Hingga 159,4 Persen di Kuartal I-2022

Berdasarkan hasil keuangan yang tidak diaudit untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2022, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp1,26 triliun…

Coca Cola Save the Children Indonesia

Jumat, 20 Mei 2022 - 09:00 WIB

Melalui Stop the Spread The Coca-Cola Foundation Berikan Dana untuk Dukung Program Vaksin COVID-19 Bagi Masyarakat Indonesia

The Coca-Cola Foundation (TCCF), lembaga filantropi internasional The Coca-Cola Company, telah memberikan pendanaan sebesar Rp. 7,9 miliar kepada Yayasan Benih Baik dan Save the Children Indonesia…

Dirjen ILMATE Kemenperin Taufiek Bawazier

Jumat, 20 Mei 2022 - 08:53 WIB

Kemenperin Dorong Pabrikan Kendaraan Emisi Rendah Karbon Ikut Program LCEV untuk Dapat Manfaat Insentif PPnBM

Isu perubahan iklim, pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat, bonus demografi, penetrasi teknologi digital, serta peningkatan tren penggunaan energi baru dan terbarukan telah menjadi…

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier

Jumat, 20 Mei 2022 - 08:37 WIB

Toyota xEV Center Diresmikan, Kemenperin Optimis Industri Otomotif Tanah Air Akan Jadi Pemain Penting Gobal Supply Chain

Pemerintah terus berupaya mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Langkah strategis ini bertujuan agar Indonesia menjadi negara yang mampu…