INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan vaksin Merah Putih untuk Covid-19. Rencananya, uji coba vaksin pada hewan akan dilakukan pada 2-3 bulan mendatang.
“Kami sedang menunggu ekspresi dari protein tersebut dalam bentuk protein rekombinan, nanti Insya Allah dalam 2-3 bulan ke depan kami akan uji coba pada hewan,” ujar Amin melalui keterangan yang diterima redaksi pada Selasa (1/9).
Menurutnya, Lembaga Eijkman saat ini tengah berupaya keras agar vaksin Merah Putih dapat segera selesai uji klinis secepatnya.
Pihaknyapun menargetkan vaksin tersebut memasuki tiga tahapan uji klinis pada 2021.
“Februari atau Maret 2021 kami sudah bisa memberikan sheet vaksinnya kepada Bio Farma. Untuk proses selanjutnya termasuk uji klinis I, II, dan III,” ujar Amin saat RDP dengan Komisi IX DPR.
Menanggapi itu, Komisi IX DPR RI menyatakan mendukung penuh pengembangan vaksin Merah Putih.
“Dalam rangka membangun kemandirian obat, vaksin, dan alat kesehatan dalam negeri, Komisi IX DPR mengapresiasi dan mendukung penuh keterlibatan aktif seluruh pihak," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Sri Rahayu di Jakarta, Senin (31/8).
Ia mengingatkan, riset dan inovasi harus tetap mengutamakan kejujuran, keterbukaan, akuntabilitas, serta keberpihakan kepada keamanan dan kesehatan masyarakat.
"Komisi IX mendesak Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 untuk menyusun grand design riset dan inovasi pengembangan kemandirian obat, vaksin, dan alat kesehatan dalam negeri secara terencana dan terukur. Khusus terkait vaksin, grand design harus diserahkan kepada Komisi IX DPR paling lambat Rabu esok (2/9)," katanya.
Sementara rekannya, Saleh Partaonan Daulay mengatakan riset dan inovasi pengembangan kemandirian obat, vaksin, dan alat kesehatan merupakan suatu hal yang penting.
"Kita semua sedang menunggu hasil kerja besar para peneliti kita. Kalau berhasil, Insya Allah akan mendapatkan ridho dari Allah," tandasnya.