IDI Persoalkan Pelantikan KKI, Rahmat PDIP 'Geram': Nggak Perlu saling Ngotot, Rakyat Gak Butuh Itu

Oleh : Krishna Anindyo | Selasa, 25 Agustus 2020 - 14:30 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmat Handoyo
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmat Handoyo

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmat Handoyo menyayangkan dan mengkritik keras sikap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang mempermasalahkan pelantikan anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

Menurutnya, IDI yang selalu mempermasalahkan KKI justru terkesan kehilangan sense of crisis pengendalian pandemi Covid-19. Dalam tindakannya, IDI justru mengedepankan ego lembaga dan harga diri lembaga yang seharusnya tidak perlu.

“Kita ini kan sedang berjuang melawan Covid-19, ini momentum untuk saling bahu membahu mengkampanyekan protokol kesehatan, bukan malah mempersoalkan hal yang remeh temeh seperti soal administrasi, prosedural. Rakyat tidak butuh itu, rakyat justru butuh IDI bersama rakyat ikut mengendalikan Covid-19,” kata Rahmad dalam keterangan pers yang diterima redaksi Industry.co.id Selasa (25/8).

Karena itu, legislator asal Boyolali, Jawa Tengah ini mendesak IDI agar segera menyudahi hiruk-pikuk tentang KKI. Dikatakannya, masalah yang bukan substansi ini bisa diselesaikan dengan bijaksana dengan duduk bersama dan mengesampingkan ego sektoral dan ego organisasi.

“Nggak perlu saling ngotot. Masyarakat itu sudah capek dan lelah membaca apa yang dipermasalahkan IDI. Rakyat tidak mau tahu apa itu KKI atau bagaimana prosedur pembentukannya. Yang dibutuhkan rakyat itu sekarang, bagaimana agar kita menang melawan Covid-19,” kata Rahmad.

Ditambahkan politisi PDI-Perjuangan ini, IDI itu, sesuai tupoksinya semestinya menjadi garda terdepan dalam melawan pandemi Covid-19. Ditambahkan Rahmad, masyarakat justru menunggu gebrakan IDI dalam melawan Covid-19, bukan justru mempersoalkan hal yang bukan substansi.

“Sangat disayangkan jika soal ketersinggungan, soal ketidaknyamanan, dan masalah personal masih terus dipedebatkan. Ayolah, yang penting saat ini musuh  ada di depan mata tapi tidak kelihatan, tapi mengancam  kehidupan. Mari semua pihak untuk bisa menahan diri, kasihan rakyat,” ajak Rahmad.

Seperti diketahui, IDI berencana mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo, karena menurut mereka ada dugaan penyelewengan wewenang oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam pemilihan anggota KKI.

Dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Senin (24/8/2020), Ketua Umum PB IDI Daeng Faqih mengatakan, pihaknya ingin Presiden Jokowi membuka dialog untuk membahas persoalan tersebut.

Jumpa pers itu turut dihadiri Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AFDOKGI), Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI), Majelis Kolegium Kedokteran Gigi Indonesia (MKKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:21 WIB

Jasindo Catat Pertumbuhan Asuransi Tani di Jateng dan Jatim

Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo mencatat pertumbuhan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di kuartal 1 tahun 2022.

Ilustrasi kesehatan perempuan dan anak. (Foto: WHO)

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:18 WIB

Duh Mengerikan! Kemenkes Temukan 18 Orang Dugaan Kasus Hepatitis Akut

Jakarta-Kementerian Kesehatan melaporkan telah menemukan dugaan kasus Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya kepada 18 orang.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:10 WIB

Menteri Teten Identifikasi Koperasi yang Siap Produksi Minyak Goreng

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki terus mengidentifikasi koperasi-koperasi yang memungkinkan untuk memproduksi minyak goreng sehingga setidaknya bisa memberikan alternatif pasokan…

Juru bicara pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia Maudy Ayunda

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:08 WIB

Maudy Ayunda Beberkan Tiga Isu Transisi Energi yang Bakal Diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia

Sebagai salah satu isu prioritas Presidensi G20 Indonesia, pemerintah menyoroti dampak perubahan iklim yang diakibatkan oleh sektor energi yang relevan dalam keseharian masyarakat.

Pakaian Tradisional Jepang, Yukata dan Kimono (Foto: saibumi.com)

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:00 WIB

Jepang Pertimbangkan Buka Kunjungan Wisatawan Pada Juni 2022

Pandemi dua tahun ini membuat Jepang menutup perbatasannya untuk wisatawan asing. Tetapi, baru-baru ini Jepang telah dibuka pada April untuk beberapa penduduk luar negeri misalnya, pelancong…