Target Pertumbuhan Ekonomi 4,5%, Mardani: Bagus dan Ambisius, Tapi Jangan Maksakan Diri dengan Utang

Oleh : Krishna Anindyo | Jumat, 14 Agustus 2020 - 20:50 WIB

Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 sebesar 4,5 persen hingga 5,5 persen. Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di hadapan pada rapat paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2020).

Presiden berharap tingkat pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor penggerak utama.

Menanggapi target yang ditetapkan pemerintah tersebut, Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera mengatakan bahwa itu sudah cukup bagus dan ambisius. Ia berharap dengan adanya target itu, tidak memaksa pemerintah untuk berutang secara berlebihan.

“Target pertumbuhan ekonomi yang dinyatakan disampaikan pemerintah 4,5 sampai 5,5 persen ini cukup bagus dan ambisius. Tetapi jangan sampai memaksa diri dengan utang yang berlebihan atas nama itu (target pertumbuhan ekonomi), tetapi ini tetap harus dikelola dengan pruden dan hati-hati,” ucap Mardani melalui keterangan yang diterima redaksi Industry.co.id pada Jumat (14/8/2020).

Politisi Fraksi PKS ini menilai, dalam RAPBN 2021 yang disampaikan Presiden Jokowi, tidak ada lagi fokus penanganan pandemi Covid-19, melainkan sudah mengarah kepada pemulihan sektor ekonomi yang juga sangat terpuruk. Padahal pandemi Covid-19 sendiri belum bisa dipastikan kapan berakhir, sehingga Mardani menyarankan agar fokusnya tetap di sektor kesehatan.

“Saya melihat fokusnya bukan ke Covid-19, tapi mulai masuk ke membangkitkan kembali ekonomi. Tentu kita harus optimis, tapi saya agak khawatir jika dikaitkan dengan sudah selesaikah pandemi kita di 2021. Karena vaksin sendiri belum memiliki kepastian. Mestinya tetap fokusnya tetap di kesehatan,” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo melakukan perjanjian kerjasama dengan Perusahaan Financial Technology (Fintech) yakni Jembatan Emas

Jumat, 18 September 2020 - 19:43 WIB

Gandeng Jembatan Emas, BUMN Askrindo Sasar Asuransi Kredit Fintech

Jakarta–PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo melakukan perjanjian kerjasama dengan Perusahaan Financial Technology (Fintech) yakni Jembatan Emas.

Pandemi Covid-19 memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan Bali. Imbasnya kemana mana, termasuk pada lambatnya pertumbuhan Ekonomi Bali

Jumat, 18 September 2020 - 19:27 WIB

Gairahkan Kembali Pariwisata Bali, Perempuan-Perempuan Cantik Ini Kampanyekan Bali I Miss U

Bali-Pandemi Covid-19 memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan Bali. Imbasnya kemana mana, termasuk pada lambatnya pertumbuhan Ekonomi Bali. Hal ini juga mempengaruhi Perekonomian Nasional karena…

Yanmar Diesel Indonesia (YADIN) gellar online training

Jumat, 18 September 2020 - 19:20 WIB

Tingkatkan Kualitas di Masa Pandemi, Yanmar Diesel Indonesia Gelar Online Training untuk Teknisi dan Dealer

Demi terus meningkatkan kemampuan para personel PT. Yanmar Diesel Indonesia (YADIN) mengadakan online training sebagai alternatif pelatihan secara tatap muka. Disaat yang sama, YADIN juga terus…

Deputi Bidang Pengawasan KemenkopUKM Ahmad Zabadi

Jumat, 18 September 2020 - 18:15 WIB

LPS Koperasi Diusulkan Masuk RUU Cipta Kerja

Kementerian Koperasi dan UKM sedang memperjuangkan masuknya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Koperasi pada RUU Cipta Kerja.

Rahmad Darmawan Pelatih Madura United FC

Jumat, 18 September 2020 - 18:00 WIB

Coach RD Perlu Striker Perkuat Madura United

Tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab mengalami krisis di sektor striker sejak dipinjamkannya striker andalan mereka Alberto “Beto” Goncalves ke tim Liga 2, Sriwijaya FC dan Greg Nwokolo yang…