Industri Nikel Bergerak, FINI Optimis Tahun Ini Ekspor Tembus USD10 Miliar

Oleh : Krishna Anindyo | Sabtu, 08 Agustus 2020 - 10:15 WIB

Ilustrasi Industri Nikel (Photo by Bisnis.com)
Ilustrasi Industri Nikel (Photo by Bisnis.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua Umum Forum Nikel Indonesia (FINI) Alexander Barus menyampaikan bahwa pihaknya telah menghimpun sebanyak 23 industri smelter nikel di Indonesia dengan total kapasitas terpasang 3,79 juta metrik ton NPI per tahun dan 0,8 juta metrik ton per tahun atau hampir 90% kapasitas smelter nasional.

“Di FINI juga ada beberapa perusahaan tambang nikel dan turunannya mulai bergabung,” sebutnya beberpaa waktu lalu dalam konfrensi virtual.

Alex mengemukakan, industri smelter tersebut telah membuktikan kontribusinya secara signifikan bagi perekonomian nasional.

“Tahun lalu, ekspor sekitar USD7 miliar. Tahun ini diproyeksi menembus USD8-10 miliar. Jadi, selain bermanfaat terhadap penerimaan devisa negara, juga bisa mengurangi defisit neraca perdagangan. Selain itu, investasinya sampai saat ini mencapai USD15-16 miliar,” paparnya.

Oleh karena itu, dalam menjaga keberlangsungan usaha, FINI berharap kepada pemerintah agar dapat memberikan kemudahan izin dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Kami ingin industri smelter ada sinergi dengan industri hilir. Makanya, FINI bisa menjadi mitra yang produktif dengan pemerintah. Jadi, cita-cita kita untuk membangun produk nikel, terutama produk hilir yang high-tech bisa cepat dilakukan,” ujarnya.

Melihat potensi dari peran industri smelter nikel di tanah air, Kementerian Perindusterian memberikan apresiasi atas terbentuknya Forum Nikel Indonesia (FINI).

“Diharapkan industri smelter nikel di dalam negeri dapat semakin berperan dalam pengembangan industri logam dasar dan produk hilir nikel,” ujar Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Dody Widodo dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id pada Jumat (8/8/2020).

Dody juga mengutarakan upaya Kemenperin saat ini untuk terus mendorong peningkatan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri melalui kebijakan hilirisasi industri.

Selain itu dalam upaya memacu daya saing industri, pemerintah juga telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU No 4 Tahun 2009 tentang pertambangan dan UU No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

“Maka itu, kita berupaya melindungi kepentingan industri, pentingnya peran industri smelter. Kita berharal tidak lagi mengekspor ‘tanah dan air’ saja, tetapi sudah menjadi sebuah produk yang high-end,” katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Newcomers Festival ke-20 di Frankfurt (Photo by Kemlu)

Selasa, 22 September 2020 - 12:15 WIB

Ramaikan Newcomers Festival, Acep Sumantri: Indonesia Exist di Frankfurt Jerman

Tarian Indonesia kembali meriahkan Newcomers Festival ke-20 di Frankfurt, Jerman. Pada festival tersebut, Pesona Indonesia and Friends tampilkan tarian Gitek Balen dari Betawi.

Metrodata (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 22 September 2020 - 12:14 WIB

SMI Kembangkan Kembangkan Aplikasi NAS

NAS merupakan perangkat penyimpanan yang tersambung ke jaringan dan memungkinkan pengguna dapat menyimpan maupun mengambil data dari media terpusat. NAS memiliki high-capacity storage yang menghubungkan…

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 22 September 2020 - 12:10 WIB

Wah Menkeu Sri Mulyani Lagi Gembira Nih, Ada Apa?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi atas meningkatnya jumlah kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda) yang mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari…

Ilustrasi Pemilihan Pilkada (ist)

Selasa, 22 September 2020 - 12:07 WIB

Tok, Pilkada Serentak Tetap 9 Desember 2029

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung

Menteri Luar Negeri, Retno L.P Marsudi - Memperingati 75 Tahun Berdirinya PBB (Photo by Kemlu)

Selasa, 22 September 2020 - 11:15 WIB

Hadapi Tantangan Global, Menlu RI: 75 Tahun Berdiri, PBB Harus Perkuat Relevansi dan Adaptasi

Menteri Luar Negeri, Retno L.P Marsudi, menghadiri secara virtual di salah satu Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Memperingati 75 Tahun Berdirinya PBB.