Genjot Daya Saing Industri, Menperin Agus Gumiwang Susun Peta Jalan Wujudkan Substitusi Impor 35% di 2022

Oleh : Candra Mata | Jumat, 31 Juli 2020 - 14:05 WIB

Menperin Agus Gumiwang
Menperin Agus Gumiwang

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindusterian terus berupaya meningkatkan daya saing industri nasional, salah satunya dengan mengembangkan industri dalam negeri untuk mampu menjadi substitusi produk impor. 

Menurut Menteri Perindusterian Agus Gumiwang hal ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap barang modal dan bahan baku serta melengkapi struktur pohon industri di tanah air.

“Kami sedang dalam proses merumuskan road map untuk program substitusi impor, sehingga nanti output dan outcome-nya adalah substitusi impor yang didorong dapat mencapai 35% pada tahun 2022,” kata Menperin Agus melalui keterangan terrulis yang diterima redaksi Industry.co.id Jumat (31/7).

Agus menjelaskan terkait langkah yang bakal ditempuh untuk mewujudkan kebijakan tersebut, antara lain substitusi impor pada industri yang tercatat memiliki nilai impor besar di tahun 2019. 

Sektor yang dimaksudnya meliputi industri mesin, kimia, logam, elektronika, makanan, peralatan listrik, tekstil, kendaraan bermotor, barang logam, serta karet dan barang dari karet.

“Ini yang akan kami tangani melalui berbagai kebijakan. Kami percaya upaya ini akan mendorong pendalaman struktur industri, peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja baru,” ungkap Agus.

Selanjutnya, guna mencapai target substitusi impor 35% pada tahun 2020, pihaknya juga akan melakukan langkah peningkatan utilisasi produksi seluruh sektor industri pengolahan, dengan target peningkatan secara bertahap pada tahun 2020, 2021 dan 2022 sebesar 60%, 75% dan 85%.

Agus mengungkapkan, utilisasi sektor industri sebelum terjadinya Covid-19 mencapai 75%. Saat ini, dengan adanya tekanan akibat pandemi, utilisasi turun drastis hingga 40%.

Namun berkat berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap industri, saat ini rata-rata utilisasi sektor industri manufaktur perlahan mulai bangkit ke titik 50%.

“Karena itu, kami akan sekuat tenaga mendorong agar utilisasi terus meningkat. Multiplier effect dari optimalnya aktivitas industri akan berdampak positif kondisi tenaga kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta peningkatan pasar ekspor,” paparnya.

Selain itu, pemerintah juga telah menyusun instrumen pengendalian impor, di antaranya larangan terbatas, pemberlakuan preshipment inspection, maupun pengaturan pelabuhan di wilayah timur Indonesia sebagai entry point untuk komoditas yang diutamakan.

“Upaya tersebut diharapkan akan menekan masuknya barang-barang impor yang sedang membanjiri Indonesia,” terangnya.

Instrumen lainnya adalah pembenahan lembaga sertifikasi produk untuk penerbitan Standar Nasional Indonesia (SNI), penerapan SNI wajib, mengembalikan aturan pemeriksaan produk impor dari post-border ke border, menaikkan tarif Most Favored Nation untuk komoditas strategis, serta menaikkan implementasi trade remedies.

“Dibandingkan negara lain, Indonesia hanya menerapkan safeguard bagi 102 jenis produk dan antidumping bagi 48 produk, artinya produk impor masih mudah masuk ke Indonesia,” tegasnya.

Agua juga mengatakan pemanfaatan berbagai instrumen tersebut memerlukan dukungan dari berbagai stakeholder, baik dari pelaku industri sendiri maupun dari kementerian dan lembaga lainnya. 

Selain itu, dirinya juga mendorong peningkatan konsumsi dalam negeri guna menumbuhkan demand side.

“Karena apabila demand side tumbuh, maka industrinya juga akan tumbuh,” jelasnya.

Adapun terkait pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM), pihaknya telah menempuh beberapa upaya, antara lain memfasilitasi penyerapan bahan baku bagi pelaku IKM, optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk semua sektor, menjalankan kampanye Bangga Buatan Indonesia, serta terus mendorong pelaksanaan Program P3DN. 

“Untuk itu, kami terus mengimbau kementerian, lembaga, dan BUMN serta pihak lainnya untuk menggunakan produk-produk dalam negeri,” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kaskogartab II/Bandung Resmikan Musholla dan Donasi Paket Sembako

Minggu, 20 September 2020 - 04:30 WIB

Kaskogartab II/Bandung Resmikan Musholla dan Donasi Paket Sembako

Kegiatan Baksos yang diselenggarakan oleh Kogartap II/Bdg akan berjalan di setiap wilayah dimulai dari tanggal 14 sampai dengan 22 September 2020 dengan sasaran masyarakat yang kurang mampu.…

Satgas Yonif 413 Bremoro Jalin Tali Silaturahmi Bersama Masyarakat Kampung Kibay Papua

Minggu, 20 September 2020 - 04:02 WIB

Satgas Yonif 413 Bremoro Jalin Tali Silaturahmi Bersama Masyarakat Kampung Kibay Papua

mengajak masyarakat khususnya pemuda untuk belajar bercocok tanam dilahan ketahanan pangan yang baru kami garap dua minggu lalu, hal tersebut merupakan upaya kita dalam memasok ketersediaan…

Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia Andam Dewi

Sabtu, 19 September 2020 - 21:05 WIB

Sudah 22 Tahun Menyehatkan Indonesia! Ini Pesan Bos Herbalife untuk Gaya Hidup Sehat

Jakarta–Pada hari ini, Herbalife Nutrition menggelar konser virtual dalam rangka merayakan Anniversary yang ke-22 di Indonesia. Kegiatan ini sebagai awal dari rangkaian kegiatan gaya hidup…

Bank DKI meraih 3 penghargaan sekaligus pada BUMD Marketeer Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Mark Plus Inc

Sabtu, 19 September 2020 - 20:52 WIB

Pak Anies pun Bangga! Bank DKI Raih Penghargaan BUMD Marketeers Award

Jakarta-Bank DKI meraih 3 penghargaan sekaligus pada BUMD Marketeer Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Mark Plus Inc.

Konferensi Pers Online Mesin Plastik & Karet Taiwan Excellence 2020

Sabtu, 19 September 2020 - 19:40 WIB

CEO TAITRA Walter Yeh: Mesin Plastik & Karet Cerdas Taiwan Mampu Hasilkan Produk Ramah Lingkungan Secara Efisien

Sebagai salah satu dari enam negara pengekspor mesin plastik dan karet terbesar di dunia, Taiwan dikenal karena menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi dengan teknologi yang disempurnakan…