Genjot Budidaya Ikan, Menteri Edhy Prabowo Kunjungi PT Japfa Comfeed Indonesia

Oleh : Krishna Anindyo | Sabtu, 11 Juli 2020 - 20:15 WIB

Kunjungan Menteri Edhy Prabowo ke PT Japfa Comfeed Indonesia
Kunjungan Menteri Edhy Prabowo ke PT Japfa Comfeed Indonesia

INDUSTRY.co.id - Banyuwangi - Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Edhy Prabowo, mengunjungi PT Iroha Sidat Indonesia (ISI) yang merupakan bagian dari PT Suri Tani Pemuka, anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA).

Kunjungan yang juga dihadiri oleh perwakilan anggota DPR RI, Bupati Banyuwangi, beserta jajaran pemerintah daerah lainnya ini merupakan rangkaian Kunjungan Kerja Menteri Kelautan RI di pulau Jawa yang didampingi oleh beberapa Dirjen dan Kepala Badan KKP RI.

Berdiri sejak 2012, ISI memiliki komitmen untuk menyediakan produk sidat berkualitas dengan standar internasional didukung oleh proses produksi yang terintegrasi, proses pemilihan dan pengawasan yang ketat, dan proses budidaya yang bertanggung jawab serta berkelanjutan.

Berlokasi di Bomo dan Karang Tekok, Jawa Timur, dengan total luas area operasional 45,01 hektar, ISI memiliki fasilitas tambak budidaya, processing serta cold storage. Hasil budidaya kemudian diolah lebih lanjut menjadi produk bernilai tambah untuk didistribusikan ke pasar domestik maupun internasional.

“Selain proses produksi terintegrasi, kami juga menerapkan budidaya sidat yang berkelanjutan melalui sistem restocking. Kami selalu memastikan bahwa sidat yang kami budidayakan akan kami kembalikan ke alam. Sejak tahun 2015, kami mengembalikan lebih dari 250 ribu ekor sidat ke habitatnya,” ujar Ardi Budiono, Head of Aquaculture Division JAPFA melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id pada Sabtu (11/7/2020).

Produk ikan sidat diolah dengan menerapkan standar produksi dan kualitas mutu internasional sehingga dapat diterima di pasar luar negeri. Tidak hanya sidat, JAPFA secara kontinu telah mengekspor produk perikanan sejak 1992.

Pada Januari hingga Juni 2020, Divisi Aquaculture JAPFA telah mengekspor senilai Rp216 miliar produk budidaya perikanan berupa produk budidaya perikanan berupa produk olahan sidat, tilapia dan udang yang didistribusikan 14 negara di benua Amerika, Eropa, Afrika dan Asia.

Walaupun Indonesia tengah dilanda pandemi COVID-19, komitmen JAPFA untuk terus menjaga rantai pasokan pangan terus berlanjut. Tentunya, operasional dijalankan dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan semua pihak sesuai dengan protokol kesehatan sehingga tetap dapat memenuhi permintaan ekspor.

“Ekspor merupakan langkah strategis yang diambil perusahaan saat ini. Hal ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Karenanya, JAPFA maupun anak usahanya terus menjaga standar kualitas mutu dan layanan produk guna memenuhi permintaan pasar dalam dan luar negeri, serta mendukung program pemerintah Indonesia mencapai target ekspor Perikanan Indonesia,” jelas Ardi.

Mewujudkan prinsip 3P (People, Planet, Profit), Divisi Aquaculture JAPFA juga akan mengembangkan fasilitas eduwisata bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Di fasilitas eduwisata ini, pengunjung dapat melihat secara langsung proses budidaya sidat dan udang.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat proses pengolahan sidat secara virtual. Pengunjung pun dapat menikmati langsung dan membeli produk olahan sidat sebagai buah tangan.

Selain itu, Divisi Aquaculture JAPFA bekerjasama dengan Kindai University Jepang dan Universiti Malaysia Sabah, mendirikan Research and Development Centre yang nantinya akan menjadi pusat riset dan pelatihan budidaya perikanan. Melalui fasilitas ini, diharapkan industri budidaya perikanan Indonesia dapat semakin berkembang dan membawa dampak positif bagi masyarakat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Sentul City Tbk (BKSL) (thepresidentpostindonesia)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:05 WIB

Alamak! PT Sentul City Tbk Digugat Pailit oleh Keluarga Bintoro, Ada Apa?

PT Sentul City Tbk (BKSL) digugat pailit ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat oleh keluarga Bintoro.

Pekerja Industri Manufaktur Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2020 - 18:35 WIB

Jangan Panik! Subsidi Gaji Pekerja Rp600 Ribu Bakal Berlaku untuk Semua Sektor Industri dan Profesi

Menteri Ketenagakerjaan (menaker) Ida Fauziah memastikan para penerima subsidi gaji Rp600 Ribu untuk para pegawai tidak akan dibatasi sektor usaha dan jenis pekerjaannya.

impor produk industri tekstil

Selasa, 11 Agustus 2020 - 18:15 WIB

Pengusaha Tekstil Makin Geram, Desak Pemerintah Usut Tuntas Mafia-mafia Impor Tesktil

Seluruh kalangan pertekstilan nasional mendukung keseriusan pemerintah dalam mengusut kasus importasi tekstil secara tuntas dan menjadikan kasus Batam sebagai pintu masuknya.

Robert Alberts Pelatih Persib Bandung (Foto Dok PR)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 18:00 WIB

Pelatih PERSIB Tetapkan Latihan Tertutup Selama Pandemi

Persib Bandung menggelar latihan perdana pasca libur selama lima bulan pada Senin (8/10/200) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Latihan dilaksanakan tertutup dengan menerapkan protokol…

 Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 17:25 WIB

Wow, Semua Karyawan Berpotensi Jadi Direksi Pertamina

PT Pertamina (Persero) serius memanggil karyawannya baik tua, muda, lama maupun baru, dapat mengisi jabatan strategis hingga posisi direksi. Pengisian jabatan nantinya melalui sistem lelang.