Komisi III: Apa Alasan NCB Hapus ‘Red Notice’ Djoko Tjandra, Siapa yang Meminta?

Oleh : Candra Mata | Jumat, 10 Juli 2020 - 08:27 WIB

Djoko Tjandra Tersangka Buron Kasus Bank Bali (images Jawapos.com)
Djoko Tjandra Tersangka Buron Kasus Bank Bali (images Jawapos.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Anggota Komisi III DPR RI Wihadi Wiyanto mempertanyakan siapa yang meminta serta alasan apa keputusan pihak National Central Bureau (NCB) Interpol mencabut status buronan terpidana cessie (hak tagih) Bank Bali, Djoko Tjandra, yang dihapus sejak 13 Mei 2020. 

Pasalnya, usia status buronan dicabut Djoko Tjandra dengan gampang dan mudahnya lalu mengajukan PK ke Pengadilan serta membuat e-KTP baru dengan mudahnya. 

“Yang kami pertanyakan siapa yang meminta dan untuk alasan apa NCB mencabut status Red Notice Djoko Tjandra,” kata Wihadi dalam siaran pers yang diterima redaksi Industry.co.id Jumat Pagi (10/7). 

Apalagi, sebutnya dihapusnya status buronan Djoko Tjandra oleh NCB tidak sampai kepada aparat penegak hukum Indonesia.

“Karena itu kaitannya harus dipertanyakan karena kalau Red Notice itu dicabut oleh NCB apakah ini sepengetahuan jaksa, lalu apakah ini sepengetahuan juga pengadilan karena status Djoko Tjandra itu sudah terpidana,” tegas politisi Partai Gerindra itu. 

Oleh karena itu, Wihadi mengatakan pihaknya akan meminta keterangan lebih jelas kepada semua pihak atau lembaga dianggap memiliki andil dalam kasus Djoko Tjandra.

"Pekan depan kami akan panggil Imigrasi lalu Polri dan lain lain akan kita cari tahu sampai sejauhmana informasi yang mereka dapat dalam kasus ini dan ini mesti harus kita dalami," tandas Wihadi. Sebelumnya, pihak Imigrasi akhirnya buka suara terkait masuknya buronan kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali, Djoko Tjandra. Status red notice Djoko sudah berakhir sejak Mei 2020. 

"Pada 5 Mei 2020 ada pemberitahuan dari Sekretaris NCB Interpol bahwa dari red notice atas nama Djoko Soegiarto Tjandra telah terhapus dari sistem berbasis data karena tidak ada permintaan lagi dari Kejaksaan Agung RI," papar Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang, Selasa (30/6). 

Dalam hal ini hanya Kejaksaan Agung yang bisa memperpanjang status red notice. Imigrasi hanya menjalankan perintah dari Sekretaris NCB Interpol. "Ditjen Imigrasi menindaklanjuti dengan menghapus nama Djoko Soegiarto Tjandra dari sistem perlintasan pada 13 Mei 2020," ujar Arvin.

Arvin juga mengatakan Djoko kembali mendapat pencekalan pada 27 Juni 2020. Hal ini karena permintaan Kejaksaan Agung yang memasukkan nama Djoko dalam daftar pencarian orang. Sementara itu, dalam data perlintasan Imigrasi tak ada data Djoko Tjandra. Hal ini masih diselidiki. 

"Perlu disampaikan juga bahwa atas nama Djoko Tjandra alias Joe Chen tidak ditemukan dalam data perlintasan," pungkas Arvin.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Produsen Batubara

Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:11 WIB

Bos Batubara Sedih! Industri Pertambangan Batubara Indonesia Memasuki Sinyal Merah

Jakarta-Akankah industri pertambangan batubara Indonesia memasuki sinyal merah di masa-masa yang akan datang? Hal ini disebabkan beberapa indikator, yakni kecenderungan penurunan harga komoditas…

Menteri BUMN Erick Thohir (liputan6.com)

Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:05 WIB

Erick Thohir Sebut RI Sudah Buat Negara-negara Lain Tercengang, Ada Apa!

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut keberhasilan vaksin Covid-19 yang telah diterapkan kepada 1.620 relawan asal Kota Bandung, Jawa Barat sempat membuat negara lain tercengang.

Ilustrasi kredit perbankan

Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:04 WIB

Yuk Cari Tahu Kredit Bunga Nol Persen

Masyarakat akan senang jika betul pemerintah menggelontorkan kredit dengan bunga nol persen. Meskipun bebas bunga beberapa bulan saja, namun itu terobosan yang luar biasa.

Tol Hutama Karya

Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:00 WIB

Hutama Karya Donasi Ribuan APD dan Optimalkan Peran Gugus Tugas

Sebagai bentuk kontribusi nyata mengurangi penyebaran COVID-19 di Indonesia, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melaksanakan serangkaian Program Tanggung Jawab Sosial kepada masyarakat…

Maestro-Maestro Seni Indonesia dan Meksiko

Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:50 WIB

Semarakkan HUT RI, Maestro-Maestro Seni Indonesia dan Meksiko Bikin Karya Bersama

Para pelaku seni dapat menjadi katalis untuk memperat hubungan antarnegara melalui penciptaan suatu karya bersama.