JTTS Sigli-Banda Aceh Seksi 4 Siap Diperasikan

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 04 Juli 2020 - 10:00 WIB

JTTS Sigli-Banda Aceh Seksi 4 Siap Diperasikan
JTTS Sigli-Banda Aceh Seksi 4 Siap Diperasikan

INDUSTRY.co.id - Aceh– PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus berupaya menjalankan mandat pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.765Km. Setelah dilakukan Uji Laik Fungsi (ULF) di JTTS ruas Sigli - Banda Aceh (Sibanceh) seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang) selama seminggu pada 11 – 18 Juni 2020, sebagai salah satu tahapan persiapan pengoperasian tol.

Hutama Karya kini telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang Penetapan dan Pengoperasian Jalan Tol Sigli Banda Aceh Seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang). Dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri PUPR Nomor 1127/KPTS/M/2020, maka Jalan Tol Sibanceh seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang) sepanjang 13,5 km secara umum telah memenuhi persyaratan laik operasi sebagai jalan tol.

Executive Vice President (EVP) Divisi Pengembangan Jalan Tol Hutama Karya, Agung Fajarwanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran proses ULF. “Saat ini Hutama Karya telah resmi memperoleh Surat Keputusan Menteri untuk Tol Sibanceh seksi 4 sepanjang 13,5 km dari Kementerian PUPR. Selain karena semangat kerja bersama tim proyek di lapangan, juga tak lepas dari dukungan berbagai pihak terkait sehingga pembangunan tol pertama di Provinsi Aceh dapat berjalan dengan lancar.” ungkap Fajar.

Lebih lanjut Fajar menyampaikan bahwa setelah dinyatakan laik operasi secara teknis, administratif dan sistem operasi tol, proses selanjutnya hingga tol dapat beroperasi secara penuh yakni penetapan pengoperasian dan pemberlakuan tarif tol.

“Sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), kami tengah menunggu arahan regulator, baik terkait kapan tol akan diresmikan dan operasionalnya akan dilakukan. Adapun untuk mendukung proses tersebut, saat ini perusahaan sudah mulai melakukan sosialisasi pengoperasian jalan tol kepada pengguna, mengingat tol ini merupakan tol pertama di Aceh. Sehingga ketika terdapat arahan untuk mengoperasikan tol, kami siap mendukung berbagai skenario yang diberikan.” tutup Fajar. 

Tol Sibanceh secara keseluruhan nantinya akan dilengkapi dengan 7 (tujuh) Gerbang Tol (GT) dan 6 (enam) Simpang Susun (SS) atau interchange. Selain itu, tol sepanjang 74 km ini akan memiliki 2 (dua) buah Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area Tipe A yang terletak di seksi 3 (Jantho – Indrapuri) KM 37 dan seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang) KM 54. Adapun progress dari kedua rest area tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan desain, pembebasan lahan dan land clearing. Keseluruhan TIP ini ditargetkan dapat beroperasi secara fungsional setelah Tol Sibanceh mulai dioperasionalkan.

Sampai dengan saat ini, progres keseluruhan pembangunan tol telah mencapai 41% dengan rincian yakni seksi 1 Padang Tiji – Seulimun (24,3 KM) 6% progress konstruksi dan 46% progress pengadaan lahan, seksi 2 Seulimun – Jantho (7,6 KM) 24% progress konstruksi dan 93% progress pengadaan lahan, seksi 3 Jantho – Indrapuri (16 KM) 57% progress konstruksi dan 96% progress pengadaan lahan, seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang (14 KM) 100% progress konstruksi dan 99% progress pengadaan lahan, seksi 5 Blang Bintang – Kuto Baro (7,7 KM) 12% progress konstruksi dan 17% progress pengadaan lahan, dan seksi 6 Kuto Baro – Baitussalam (5 KM) 40% progress konstruksi dan 91% progress pengadaan lahan.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±588 KM dengan 368 KM ruas tol yang telah beroperasi secara penuh. Ruas tol tersebut yakni ruas Medan - Binjai seksi 2&3 (17 KM), ruas Palembang - Indralaya (22 KM), ruas Bakauheni - Terbanggi Besar (140 KM), ruas Terbangi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (189 KM). Hutama Karya terus memberikan upaya terbaiknya dalam membangun Jalan Tol Trans Sumatera, sehingga ruas-ruas yang masih dalam tahap konstruksi dapat rampung sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh perusahaan

Karena ini merupakan jalan tol pertama di Provinsi Aceh, Hutama Karya berharap kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, serta untuk selalu berhati-hati dan tetap menjaga kecepatan berkendara maksimum di rata-rata 60 – 80 km/jam. Hutama Karya juga  menghimbau agar pengguna jalan dapat mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara di jalan tol, berkendara dalam kondisi prima, mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, serta memastikan kecukupan saldo Uang Elektronik (UE) sebelum melintas di Jalan Tol.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Cukai Rokok (ilustrasi)

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:48 WIB

Penyederhanaan Struktur Cukai Rokok Buka Peluang Emiten Rokok Raksasa Makin Cuan

Disinyalir, penyederhanaan layer cukai akan membuat pabrikan golongan II untuk naik tingkat dan membayar cukai yang sama besarnya dengan para pendahulu, antara lain emiten HM Sampoerna (HMSP).

foto pasar Kalideres/ sumber: harian umum

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:37 WIB

Penghasilan Sangat Berat! Forum Pedagang Pasar Kalideres Minta Tempat Penjualan yang Layak

Jakarta-Di tengah masa sulit akibat dampak pandemi Covid 19 juga berdampak buruk bagi para pedagang yang sebagian besar adalah pedagang kecil, Forum Pedagang Pasar Kalideres meminta pengelola…

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:36 WIB

Muhammadiyah 'Jewer' Nadiem Soal Zona Kuning

Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Menengah mengizinkan zona kuning untuk belajar tatap muka mendapat cibiran dari PP Muhammadiyah.

Ilustrasi Pengelolaan Hutan (Photo by Republika)

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:30 WIB

Tumpang Tindih Pengelolaan Hutan Jadi Pemicu Bencana Jangka Panjang

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengingatkan kepada pemerintah akan pentingnya pengelolaan perhutanan sosial yang memiliki kekuatan strategis mulai dari sosial, budaya, ekonomi,…

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus. Foto : Arief/Man

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:05 WIB

DPR Ini Berharap Ekonomi Indonesia Jangan Sampai Masuk Jurang Resesi

Berdasarkan data yang dirilis BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II Tahun 2020 mengalami kontraksi atau -5,32 persen dibandingkan triwulan II-2019.