INDUSTRY.co.id - Jakarta-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan insentif berupa pemotongan 50% dari biaya pencatatan awal saham (ILF). Sejauh ini minat perusahaan untuk IPO masih tinggi, yang tercermin dari jumlah perusahaan yang terdapat di pipeline IPO saham dan obligasi atau sukuk.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, stimulus yang diberikan SRO dan OJK kepada stakeholder Pasar Modal merupakan bagian dari kepedulian pasar modal terhadap kondisi yang sedang kita hadapi saat ini.

Menurutnya kebijakan tersebut dalam rangka mendukung perusahaan-perusahaan yang ada di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan pendanaan melalui IPO dan menjadi Perusahaan Tercatat.

"Dengan adanya stimulus ini, tentu saja SRO bersama-sama dengan OJK terus menjaga optimisme pasar terhadap stabilitas pertumbuhan pasar modal dan sektor keuangan nasional,” terang Nyoman kepada media, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Tercatat, sampai dengan tanggal 22 Juni 2020, terdapat 21 perusahaan yang berencana akan melakukan pencatatan saham di BEI dan bergerak pada beberapa sektor.