INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Signify, perusahaan global di bidang pencahayaan, menegaskan peran teknologi pencahayaan pintar dalam mendukung pembangunan kota cerdas, bangunan berkelanjutan, dan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060 atau lebih cepat.
Komitmen tersebut dibahas dalam Signify Innovation Day – Light the Future yang digelar di Jakarta pada 2 September 2026. Acara ini mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, properti, hospitality, ESG, hingga infrastruktur untuk membahas masa depan kota dan bangunan yang lebih efisien, adaptif, serta layak huni.
Director Commercial Leader of Professional Business Signify Indonesia, Lucas Ardhana, mengatakan pencahayaan kini memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar menerangi ruang dan jalan.

“Teknologi pencahayaan pintar dan berkelanjutan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi, memperkuat estetika kota, hingga meningkatkan efisiensi operasional dan energi serta membantu mengurangi emisi karbon,” ujar Lucas.
Menurutnya, konsep tersebut disebut sebagai “Light Beyond Illumination”, yakni pemanfaatan pencahayaan untuk memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, bisnis, dan lingkungan.
Dalam sesi bertajuk “Future of Smart & Liveable Cities: Driving Sustainability Through Innovation and Circularity”, Signify mengangkat pentingnya pendekatan kota cerdas dan layak huni. Konsep ini dinilai relevan untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan melalui infrastruktur andal, layanan publik yang lebih baik, serta pemanfaatan teknologi.
Diskusi tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Prof. (H.C) Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si, Perencana Ahli Madya Kementerian PPN/Bappenas Astu Gagono Kendarto, Kepala Bidang Penerangan Jalan dan Sarana Umum Dinas Bina Marga DKI Jakarta Ery Ghazali, serta Head of Sales Public Segment Signify Indonesia Firmans Nur Gafi.
Para panelis membahas strategi berbasis data, peluang skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), hingga transisi penggunaan lampu LED dan sistem pintar pada Penerangan Jalan Umum (PJU) DKI Jakarta. Implementasi tersebut dinilai dapat membantu menciptakan kota yang lebih aman, hemat energi, dan berkelanjutan.
Selain smart city, Signify Innovation Day juga menyoroti pengembangan future-ready buildings atau bangunan yang siap menghadapi tuntutan masa depan. Dalam forum “Achieving Sustainability Goals and Business Growth Through Future-Ready Buildings”, para praktisi membahas integrasi prinsip ESG dalam strategi bisnis dan pengelolaan bangunan.
Chief Executive Officer of Professional Business Signify Southeast Asia & Far East, Jitender Khurana, mengatakan bangunan masa depan harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang terus berubah, sekaligus beroperasi secara lebih cerdas dan efisien.
“Future-ready buildings adalah tentang menciptakan lingkungan yang mampu merespons kebutuhan yang terus berubah, beroperasi secara lebih efisien dan cerdas, serta memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat dan bisnis,” kata Jitender.
Ia menambahkan, inovasi pencahayaan LED yang hemat energi dan terkoneksi dapat membantu pelanggan menurunkan konsumsi energi, memangkas biaya operasional, mengurangi emisi karbon, serta menciptakan nilai bisnis jangka panjang.
Dalam acara tersebut, Signify juga memamerkan berbagai solusi pencahayaan profesional untuk perkantoran, industri, pusat data, hotel, fasad bangunan, lanskap, stadion, hingga penerangan jalan. Solusi tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan penggunaan energi, dan memperbaiki kenyamanan pengguna.