INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimis nilai tukar Rupiah di 2021 bisa menyentuh level Rp13.000 per USD.
Menurut BI, skenario optimis ini didukung pula dengan membaiknya kepercayaan investor pada prospek ekonomi dalam negeri dan harapan pemulihan ekonomi yang akan membaik di kuartal III-2020.
“Saat ini Bank Indonesia menganggap nilai tukar Rupiah masih undervalue, sehingga berpotensi untuk terus menguat dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Perry Warjiyo seperti dikutip dari laman IDX, pada Senin (22/6/2020), di Jakarta.
Ditambahkan Perry, pada Juni ini Rupiah masih tercatat naik 3,26% secara point to point dan naik 5,65% dibanding bulan lalu. Hal itu disebabkan berbagai faktor positif termasuk aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan.
Bank Indonesia memperkirakan rata-rata kurs di 2020 berada di kisaran Rp14.000 per USD. Sementara untuk tahun depan akan diperkirakan membaik di kisaran Rp13.700 hingga Rp14.300 per USD.
"Faktor Fundamental diyakini Bank Indonesia masih akan bergerak positif, sehingga memengaruhi nilai rukar Rupiah. Defisit transaksi berjalan juga diperkirakan mengecil dan stabilitas sistem keuangan akan tetap solid," pungkas Perry.