INDUSTRY.co.id - Jakarta - Jakarta Islamic School (JISc) siap menghadapi masa normal baru dengan meneruskan Home Learning yang selama ini sudah dilakukan.

Advertisement

Founder JISc Fifi. P. Jubilea mengatakan bahwa seluruh staf dan guru tengah mempersiapkan video-video hasil syuting mereka sebagai bahan Home Learning murid-murid JISc.

"Home Learning-nya JISc. Baru saja selesai buat video untuk anak-anak, tentang ICT, durasinya sekitar 25 menits , harus divideoin agar mereka bisa nonton lagi sendiri dan diulang-ulang sampai faham benar," kata Mam Fifi dalam akun Facebook-nya, Senin (8/6).

Advertisement

Meskipun lelah karena harus syuting berkali-kali dan membuat konsep video sendiri, Mam Fifi dan para guru JISc tetap menjalaninya demi para murid.

"Capek sih bikin video, apalagi kudu pakai bahasa Inggris, dan harus difahami oleh anak-anak, kalau enggak, mereka akan semakin bete at home. Semangat yaa anak-anak, walau di rumah saja tapi tetap pembelajaran jalan terus, jangan kasih kendor," tegas Mam Fifi.

Advertisement

Demi masa depan para murid, guru JISc dan Mam Fifi mesti rela syuting setiap hari secara bergantian.

"Ini demi masa depanmu, kalau enggak sayang, malas banget bikin-bikin video. Kita khan bukan artis atau youtuber, mesti take berkali-kali, intinya agar anak-anak faham," tambah Mam Fifi yang juga sering menghibur anak-anak JISc dengan Fun Cooking.

Advertisement

Mam Fifi dengan sigap mengumpulkan para guru dan staf, membuat pelatihan, dan mengarahkan dengan rinci apa saja yang harus dilakukan menghadapi situasi yang tidak menentu ini. Dibuatlah suatu inovasi yaitu membuat video original dari para guru seperti layaknya mengajar di kelas.

"Tapi hebatnya, di sekolah ini, guru guru JISc membuat konten videonya sendiri. Guru-guru syuting seakan-akan memang sedang di depan murid-muridnya, bedanya ini, murid-muridnya di rumah masing-masing. Ini bisa membuat anak semangat dan tidak jenuh di rumah, karena melihat gurunya langsung dalam pembelajaran walaupun dalam online," kata Mam Fifi.

Mam Fifi mengungkapkan bahwa dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar mengajar yang dilengkapi dengan konten yang menarik ini maka pembelajaran tetap dapat berjalan walaupun jarak jauh alias online. Anak - anak tetap bisa berinteraksi dengan guru- gurunya, tetap bisa melihat gurunya mengajar walau dalam video, tidak bertatap muka langsung supaya tetap ada ikatan hati antara anak dan gurunya.

"Ide ini diprakarsai oleh Mam Fifi sebagai Principal JISc. Video-video yang dibuat oleh guru-guru JISc lebih menarik karena original, gurunya langsung yang mengajar," ujar Mam Fifi.

Dalam satu hari, JISc memproduksi 15 - 30 video dan memerlukan waktu sekitar 4 jam untuk mengedit 1 video. Total pembuatan satu rekaman untuk satu subject adalah 6 jam dari sejak latihan (agar yang diajar adalah intisarinya), juga latihan suara dll, controlling, take rekaman dan retake bila ada yang tidak sesuai sampai proses editing.

Selain menarik, pembelajaran lewat online di JISc lebih fun untuk murid-murid karena mereka tetap dapat menyaksikan gurunya mengajar, meskipun lewat online.

Guru dituntut untuk mengajar dengan ceria dan interaktif agar anak-anak tidak jenuh dan juga pengawasan intens atas hadirnya anak-anak pada masa pembelajaran online berlangsung.

Lewat aplikasi Google Classroom, para guru tetap dapat berinteraksi dengan siswa lewat fitur yang disediakan, antara lain: Fitur Stream, Classwork, pemberian tugas di Assignment, dan juga pemberian Materi berupa Video yang dibuat sendiri oleh guru, guru hanya perlu melampirkan link YouTube yang berisi video-video guru tersebut yang telah direkam sebelumnya.

"Yang dilakukan Jakarta Islamic School sangat berbeda dengan sekolah yang lainnya. Guru-guru di JISc melakukan syuting agar selalu tercipta ikatan hati antara guru dan murid. Jadi pola materi pembelajaran pun berkesinambungan dengan mata pelajaran yang sebelumnya diterima murid-murid ketika di sekolah," kata Mam Fifi.

Sementara itu, Kemendikbud telah mengumumkan panduan pembelajaran di masa normal baru. Daerah zona hijau diperkenankan menggelar pembelajaran lewat tatap muka dengan pelaksanaan bertahap serta peraturan yang ketat. JISc yang berlokasi di Jakarta dan Depok belum dapat melaksanakan pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Home learning yang selama ini dilakukan menjadi solusi terbaik di masa pandemi ini.