Drama Korea Dijadikan Alasan Kenaikan Listrik, Komisi VII Geleng-geleng Kepala 'Semprot' Direksi PLN

Oleh : Candra Mata | Rabu, 17 Juni 2020 - 21:41 WIB

Direksi PLN Saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR
Direksi PLN Saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengaku dibuat bingung geleng-geleng kepala mendengar alasan salah satu manajer PT PLN belum lama ini kepada media di Jakarta yang menyebut drama korea (drakor) dan main game sebagai salah satu alasan kenaikan tagihan listrik yang dikeluhkan masyarakat akhir-akhir ini. 

Hal tersebut disampaikan Eddy saat Komisi VII DPR menggelar rapat dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) beserta jajaran Direksi PLN di Gedung DPR Jakarta, Rabu (17/6).

“Tolong dari PLN jangan sampai ada kalimat yang mengatakan iuran meningkat karena masyarakat saat WFH banyak yang nonton drama Korea. Enggak usah pak. Masyarakat lagi susah. Ini masalah serius, masa ditanggapi dengan bahasa lelucon seperti itu,” tegas Eddy.

Menurut Eddy, PLN perlu membenahi pola komunikasi kepada pelanggan. Ketika ada lonjakan tagihan, itu harus dijelaskan secara baik. 

“Masyarakat hanya mau tahu, bayarnya berapa? Wajar atau tidak? Itu saja,” ucap Eddy

Sedangkan Anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwita menyampaikan, lonjakan tagihan listrik ini sangat merugikan masyarakat.

"Isu yang tengah marak diperbincangkan masyarakat dan juga disampaikan kepada kami, Anggota Komisi VII, yakni terkait melonjaknya tagihan listrik. Ini telah merugikan masyarakat setidaknya dari psikologis dan ekonomis. Sempat diungkapkan tadi oleh Pak Rudy (Anggota Komisi VII), ada yang bunuh diri karena tidak bisa membayar tagihan listrik. Menurut kami ini masalah yang sangat serius, karena PLN satu-satunya badan usaha yang ditunjuk oleh pemerintah dalam memberikan layanan listrik ke seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Ratna.

Adapun Dirut PLN Zulkifli Zaini menyampaikan, permasalahan yang timbul karena penyesuaian skema operasional PLN untuk menghadapi pandemi Covid-19. 

Jika sebelumnya pencatatan meteran dilakukan setiap bulannya dari rumah ke rumah, namun sejak berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), skema pencatatan meteran tersebut tidak dapat dilakukan lagi.

Zulkifli memastikan bahwa PLN juga telah memberikan solusi terkait hal ini. Diantaranya penambahan call center, skema cicilan bagi pelanggan atau masyarakat dalam membayar listrik, dan inovasi teknologi terkait pencatatan penggunaan daya listrik secara pribadi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kebun Tembakau

Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:42 WIB

Industri Hasil Tembakau Sangat Tertekan Padahal Kontribusinya pada APBN sangat Besar dan Menggairahkan Sektor Padat Karya

Jakarta (6/8/2020) – Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) menyatakan industri hasil tembakau telah menggairahkan sektor padat karya, dengan memberikan dampak berantai (multiflier effect)…

Kemenko Marves Ridwan Djamaluddin

Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:30 WIB

Genjot Infrastruktur Pariwisata, Pemerintah Bangun Marina Center di Padang

Dalam rangka meningkatkan pelayanan pariwisata di Sumatera Barat (Sumbar) khususnya Mentawai, Pemerintah tengah merancang pembangunan Marina Center di Padang.

Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:30 WIB

Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Siap Selenggarakan Piala Dunia U-20

Langkah serius dilakukan Pemerintah Republik Indonesia terhadap persiapan Piala Dunia U-20 Tahun 2021. Didampingi Pemerintah Daerah Provinsi Bali dan Kabupaten Gianyar hari Kamis (6/8) siang…

Ilustrasi ANTAM (Foto Sindonews.com)

Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:15 WIB

Investor Tolong Catat! Antam Masih Jadi Bagian dari Indeks LQ45 dan IDX30 di BEI

ANTM mengungkapkan bahwa perseroan masih menjadi bagian dari Indeks LQ45 dan IDX30 di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pihak BEI untuk periode perdagangan…

Sunindo Adipersada IPO (TOYS) (Photo by IDX channel)

Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:00 WIB

Sunindo Adipersada (TOYS) Tawarkan 170 Juta Saham di Lantai Bursa

PT Sunindo Adipersada, produsen boneka Internasional pada Kamis (6/8/2020) resmi mencatatkan diri sebagai emiten baru di Bursa Efek Indonesia.