INDUSTRY.co.id - Jakarta-Secara teknikal pergerakan IHSG bertahan pada level support lower bollinger bands dan moving average 20 hari. Indikator stochastic melandai mendekati area jenuh jual namun indikator RSI memiliki momentum yang cenderung bearish setelah gagal whipsaw pada rata-rata momentum 14 hari.

Advertisement

"Sehingga kami perkirakan IHSG akan bergerak cenderung kembali berfluktuasi percobaan tutup pada zona hijau dengan support resistance 4757-4901," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ACES, ADRO, AKRA, BRPT, HMSP, LPKR, TLKM.

Advertisement

IHSG (-1.31%) turun 64.02 poin kelevel 4816.34 dengan saham-saham sektor keuangan (-2.76%) dan pertanian (-2.01%) berbalik kembali terkoreksi. Saham-saham perbankan dan produsen CPO memimpin pelemahan. Data neraca perdagangan Indonesia yang surplus sebesar 2.09 miliar USD tidak mampu menutup keran pelemahan IHSG hingga akhir sesi. Tingkat import melonjak tinggai 42.2% menjadi faktor.

Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar 146.06 miliar rupiah dengan saham TLKM, BBCA, BBRI dan BBNI menjadi top net sell value.

Advertisement

Bursa Eropa membuka perdagangan dengan terpuruk mengikuti bursa Asia. Indeks Eurostoxx (-2.95%), FTSE (-2.21%) dan DAX (-2.86%) turun lebih dua persen mengiringi obligasi pemerintah di Eropa menguat. Dampak dari gelombang kedua wabah coronavirus di sejumlah negara telah membuat mayoritas aset brisiko kembali sell off. Haga minyak WTI (-4.50%) turun signifikan kelevel $34.65 per barrel.

Advertisement