INDUSTRY.co.id - Jakarta – Ketika bulan haji tiba, umat Islam diingatkan pada kisah besar yang disebutkan Alquran dalam surat As Saffat ayat 102. Pada ayat itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam mengurbankan putranya, Ismail. Melalui ayat tersebut pula, Allah mengajarkan keimanan, ketundukan, dan kepatuhan seorang hamba kepada Rabb-nya.
“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!’ Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS. As Saffat [37] : 102).
Ustadz Abu Yahya Badrussalam mengatakan, kisah Nabi Ibrahim dan Ismail itu menggambarkan dua orang hamba yang amat taat kepada Allah. "Islam yang artinya menyerahkan diri kepada Allah dengan ketundukan dan kepatuhan, termasuk bersabar dalam beriman," katanya di Jakarta, Selasa (9/6/2020).
Di samping itu, menurut Ustaz Amir Faishol Fath, seorang muslim mesti memberikan hewan kurban yang terbaik. Selain itu, daging kurban terbaik ini juga nantinya akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Demikian bahwa kurban juga berasal dari kata ‘qoroba yaqrobu’, yang artinya mendekat, “Maksudnya adalah mendekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Ustadz Amir.