INDUSTRY.co.id, Jakarta-PT WIJAYA KARYA  [WIKA] menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 di Jakarta, Senin (8/6). RUPST tersebur menetapkan penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2019, sebanyak 20% dari total laba yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk, yaitu sebesar Rp457 miliar sebagai dividen atau sebesar Rp50,955 per lembar saham. Sementara itu, 80% dari laba bersih ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

Advertisement

RUPST juga menyetujui usulan perubahan pengurusan Perseroan dengan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang baru adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama                                   : Jarot Widyoko

Advertisement

Komisaris                                             : Edy Sudarmanto

Komisaris                                             : Firdaus Ali

Advertisement

Komisaris                                             : Satya Bhakti Parikesit

Komisaris Independen                            : Adityawarman

Advertisement

Komisaris Independen                            : Harris Arthur Hedar

Komisaris Independen                            : Suryo Hapsoro Tri Utomo

Sedangkan jajaran Direksi adalah sebagai berikut:

Direktur Utama                 : Agung Budi Waskito

Direktur Keuangan            : Ade Wahyu

Direktur Quality,

Health, Safety

and Environment               : Rudy Hartono

Direktur Human Capital

dan Pengembangan           : Mursyid

Direktur Operasi I               : Hananto Aji

Direktur Operasi II              : Harum Akhmad Zuhdi

Direktur Operasi III             : Sugeng Rochadi

Order Book WIKA Capai Rp80,68 Triliun

Hingga April 2020, WIKA telah mencatatkan kontrak baru sebesar Rp2,83 Triliun yang mana sebagian besarnya disumbangkan oleh sektor Industri dan disusul dengan Infrastruktur & Building, Property, dan didukung pula oleh sektor Energy dan Industrial Plant.

Sementara itu, dari segi ownership, mayoritas dari kontrak baru tersebut berasal dari swasta, disusul dengan pemerintah dan sebagiannya lagi merupakan buah dari sinergi BUMN.

"Dengan kontrak baru tersebut, WIKA kini telah memiliki kontrak dihadapi sebesar Rp80,68 Triliun. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk bisa menjawab kepercayaan yang diberikan oleh publik dengan strategi yang tepat,” terang  Mahendra Vijaya, Sekretaris Perusahaan.