Dihajar Corona, Indocement Terpaksa Tutup 7 Pabrik dan Pangkas Gaji Jajaran Direksi

Oleh : Ridwan | Sabtu, 06 Juni 2020 - 15:15 WIB

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) (Foto Ist)
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak beberapa bulan lalu turut berimbas pada PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Perusahaan semen tersebut harus menutup sekitar 7 pabrik serta memangkas gaji jajaran direksi dan komisaris untuk mempertahankan kondisi keuangan di tengah wabah pandemi corona (Covid-19).

Direktur dan Corporate Secretary Indocement Tunggal Prakarsa Oey Marcos menyampaikan, kondisi kelangsungan usaha perseroan secara umum sebenarnya tidak terganggu secara langsung oleh Covid-19.

"Namun Perseroan memperkirakan akan mengalami penurunan pendapatan akibat dampak dari Pembatasan Sosial Berskala Besar yang diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia," kata Oey dalam keterebukaan di BEI, seperti dikutip Sabtu (6/6/2020).

Pandemi corona kemudian berdampak pada penghentian operasional sebagian pabrik perseroan dan unit operasional entitas anak perusahaan akibat penurunan permintaan sebagai dampak dari penerapan PSBB di beberapa wilayah diIndonesia.

Oey memperkirakan, jangka waktu penghentian dan pembatasan operasional yang diterapkan pihaknya berlangsung antara 1-3 bulan. Kemudian selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan pasar secara umum.

"Penghentian dan/atau pembatasan operasional dimaksud yaitu kami hanya menjalankan 1-3 pabrik dari 10 pabrik Indocement yang ada di Citeureup," ungkapnya.

Sampai dengan saat ini, Oey melaporkan, kontribusi pendapatan dari pabrik yang berhenti operasional mencapai kurang lebih 25 persen dari total pendapatan (konsolidasi) 2019 lalu.

Menyikapi hal tersebut, jajaran dewan direksi dan komisaris kemudian sukarela untuk mengurangi pendapatan bulanannya. Di sisi lain, Oey menegaskan bahwa Indocement hingga saat ini tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya.

"Pengurangan karyawan adalah karena pensiun normal atau pengunduran diri. Dewan Komisaris, Direksi dan staff manajemen secara sukarela melakukan pemotongan gaji secara berjenjang," tutur dia.

Berdasarkan perhitungannya, perkiraan penurunan total pendapatan (konsolidasi) untuk periode yang berakhir per 31 Maret 2020 dibandingkan serupa tahun sebelumnya yakni 25 persen. Namun, pemenuhan kewajiban keuangan jangka pendek perseroan dan entitas anak tidak berdampak karena dalam posisi zero debt.

"Perseroan dan/atau entitas anak perseroan tidak memiliki permasalahan hukum yang bersifat material, tidak ada pembatalan kontrak material dan/atau somasi atau tuntutan hukum karena wanprestasi karena pandemik Covid-19 yang terjadi di Indonesia," tegasnya.

Menurut dia, sejak dari awal pandemi corona terjadi, Indocement sudah melakukan strategi efisiensi di berbagai bidang, termasuk efisiensi biaya distribusi dengan melakukan optimalisasi pengeluaran semen dari terminal-terminal yang tersebar di berbagai wilayah.

"Di samping hanya menjalankan pabrik-pabrik yang terefisien, perseroan juga melakukan optimalisasi penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif," ujar Oey.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Maskapai Citilink Gelar Anti-Drug and Alcohol Misuse Prevention Program

Selasa, 14 Juli 2020 - 07:15 WIB

Citilink Gandeng BNN, Dirut: Sanksi PHK Bagi Pegawai yang Konsumsi Narkoba

Maskapai Citilink menggelar Anti-Drug and Alcohol Misuse Prevention Program berupa random check tes urin di tiga tempat yaitu Head Office, Station Cengkareng, dan Station Surabaya kepada karyawan…

Kebun Raya Purwodadi Terus Percantik Lingkungan

Selasa, 14 Juli 2020 - 07:00 WIB

Kebun Raya Purwodadi Terus Percantik Lingkungan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melakukan penataan kawasan kebun raya di beberapa provinsi di Indonesia.…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Selasa, 14 Juli 2020 - 06:06 WIB

Hore...IHSG Diperkirakan di Zona Hijau

Secara teknikal sendiri IHSG membentuk pola wedge pattern dengan 2 kemungkinan. Saat ini bergerak mencoba pada track positif yakni bullish trend line jangka menengah sebagai konfirmasi momentum…

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M.

Selasa, 14 Juli 2020 - 06:00 WIB

Direktur Latihan Bakamla RI Arahkan Personel Special Response Team (SRT)

Sebelum Pelatihan dan Pembinaan Aspek Dasar Laut bagi Personel yang tergabung dalam Special Response Team (SRT) yang secara resmi akan dibuka Selasa (14/7/2020), terlebih dahulu Direktur Latihan…

Satgas Yonif 125 Berikan Pelayanan Kesehatan kepada Warga Perbatasan

Selasa, 14 Juli 2020 - 05:30 WIB

Satgas Yonif 125 Berikan Pelayanan Kesehatan kepada Warga Perbatasan

Kehadiran Satuan Tugas Batalyon Infanteri 125/Simbisa (Satgas Yonif 125/SMB) di wilayah perbatasan harus senantiasa bermanfaat bagi warga sekitar, terutama dalam membantu memberikan pelayanan…