Masih Galau Soal Harga Gas? Coba Baca Solusi yang Ditawarkan oleh Pelaku Pasar Gas Alam Cair Indonesia

Oleh : Kormen Barus | Sabtu, 16 Mei 2020 - 02:10 WIB

Migas Ilustrasi
Migas Ilustrasi

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair sebagai sumber energi di Indonesia terus digencarkan. Selain memiliki kegunaan secara praktis seperti bisa menjadi bahan bakar kendaraan, industri, pembangkit listrik serta bahan baku pembuatan pupuk, penggunaan gas alam cair berperan untuk mengurangi konsumsi dan impor Liquified Petroleum Gas (LPG).

Gas alam cair bersifat tidak mudah terbakar dan mudah untuk diangkut. Meskipun dari sisi harga terbilang kalah murah dibandingkan gas pipa. Namun, LNG masih lebih efisien dibandingkan dengan LPG. Sehingga penggunaan gas alam cair dapat menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan bagi para pelaku industri

"LNG atau gas alam cair merupakan energi yang ramah lingkungan, oleh karena itu gas alam cair harus terus kita kembangkan pemanfaatannya di Indonesia. Selain lebih ramah lingkungan sehingga infrastrukturnya terjaga, gas alam cair juga dapat menghemat biaya sekitar 10 hingga 20 persen," Ujar CEO PT Aico Energi, Ainun Rochani pada keterangannya di Jakarta (15/5).

Ketua Kompartemen Industri Gas Bumi dan Perminyakan Bidang 3 Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) ini menambahkan bahwa saat ini Aico Energi sedang menggarap pasar di Kawasan Industri Makassar (KIMA). Kawasan ini tercatat sebagai kawasan industri pertama di Makassar yang memanfaatkan gas alam cair sebagai sumber energi.

"Sejak tahun 2014 Aico Energi secara konsisten mengembangkan pasar LNG Domestik dari mulai Industri Balikpapan, lanjut ke Ambon, Bali sampai Makassar. Saat ini kami juga terus mengembangkan gas alam cair sebagai Virtual Pipeline untuk kebutuhan industri bekerjasama dengan PT Pertagas Niaga (Pertamina Grup)," lanjutnya.

Langkah awal ini, sebut Rochani, diharapkan akan disusul oleh tenant lainnya di dalam KIMA dan juga pelaku usaha industri lain di Makassar. Pihaknya juga melihat pertumbuhan industri di Makassar terus meningkat dari waktu ke waktu.

"Penggunaan gas alam cair atau LNG ini juga akan berguna untuk membantu para pelaku industri dalam melakukan efisiensi. Ke depannya gas alam cair dapat menjadi jawaban bagi pemenuhan permintaan gas baik di sektor industri, komersial, hingga rumah tangga," tutupnya.

Sebagai informasi, sebanyak 100 juta British Thermal Unit (BTU) gas alam cair saat ini tengah dipasok ke KIMA setiap harinya dan digunakan untuk bahan bakar insirenator. Suplainya akan menggunakan filling station PT Badak NGL di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Gas alam cair tersebut kemudian dikemas dalam isotank yang kemudian diantarkan ke Makassar.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BCA

Kamis, 28 Mei 2020 - 20:30 WIB

IHSG Finish di Zona Hijau, Saham Bank BCA Naik 6,65 Persen

Pada akhir perdagangan Kamis (28/5/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) finish di zona hijau sore ini. Pasar modal Indonesia ditutup naik 74,6 poin atau 1,60% ke level 4.716,18

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (Doc: BNI Syariah)

Kamis, 28 Mei 2020 - 20:04 WIB

BNI Syariah Siap Perkuat Bisnis Remittance

PT Bank BNI Syariah masuk BUKU 3 dan optimis dapat meraih bisnis internasional seperti remittance. Modal inti BNI Syariah di atas Rp5 triliun.

Ilustrasi Pergerakan Saham

Kamis, 28 Mei 2020 - 20:00 WIB

Naik, PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk Cetak Penjualan Rp1,44 Triliun Sepanjang 2019

Emiten PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) cetak penjualan sebesar Rp1,44 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari penjualan Rp1,27 triliun hingga periode 31 Desember 2018.

Ilustrasi inflasi

Kamis, 28 Mei 2020 - 19:59 WIB

Inflasi Mei 2020, Diperkirakan Rendah di Level 2,21 Persen

Ramadhan kali ini 1441 H atau 2020, tingkat inflasi tergolong rendah karena permintaan juga rendah. Inflasi Mei 2020 selama Ramadhan ini diperkirakan 2,21 persen year on year atau 0,09 persen…

PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit)

Kamis, 28 Mei 2020 - 19:48 WIB

PT Bibit Minta Maaf ke Sinarmas Asset Management dan Bongkar Susunan Direksi

PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) merombak struktur direksi setelah Wellson Lo mengundurkan diri dari jabatan Presiden Direktur. Platform digital penjual reksa dana tersebut kini dipimpin Sigit…