Asaki Dukung Penuh Usulan Kemenperin Tambah 19 Stimulus untuk Industri

Oleh : Ridwan | Jumat, 01 Mei 2020 - 18:15 WIB

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mendukung penuh rencana Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan 19 stimulus tambahan untuk menbantu industri manufaktur yang tengah terpuruk bangkit di masa pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah membuat 60% industri manufaktur terkapar dan sisanya 40% masih memiliki permintaan yang bagus.

"Kami sangat mendukung penuh usulan Kemenperin menambah 19 stimulus tambahan untuk menggerakkan kembali roda industri nasional," kata Ketua Umum Asaki Edy Suyanto kepada Industry.co.id di Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Adapun 19 stimulus tambahan yang diajukan Kemenperin yaitu, Pertama, penundaan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan selama 6 bulan. Kedua, pemberian pinjaman lunak dari pemerintah. Ketiga, pembelian gas dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menggunakan kurs tetap yaitu 1 USD=Rp14.000.

"Pembelian harga gas dengan menggunakan metode kurs 1 dolar AS=Rp14.000, itu sangat membantu industri," jelas Edy.

Selanjutnya, Keempat, pinjaman dan talangan untuk Tunjangan Hari Raya (THR). Kelima, dana prakerja bagi karyawan yang dirumahkan sesuai skema yang dibuat. Keenam, dana subsidi dari pemerintah bagi karyawan yang gajinya sesuai PTKP. Ketujuh, program restrukturisasi industri kecil dan menengah (IKM).

Lalu, Kedelapan, pembebasan bunga pinjaman dan angsuran pinjaman dalam jangka waktu tertentu. Kesembilan, keringanan pembayaran/subsidi listrik bagi industri terdampak.

"Kami mengharapkan insentif berupa diskon tarif WBP2 secara penuh dari total pemakaian saat WBP2, karena akan membantu meningkatkan daya saing industri keramik dimana komponen biaya listrik rata-rata berkisar 8-10% dari totak biaya produksi," ungkap Edy.

Selanjutnya, Ke-10, percepatan pemberian bantuan tunai langsung (BLT) untuk karyawan yang dirumahkan. Ke-11, penundaan pembayaran pajak. Ke-12, pemberian relaksasi kepada pelaku usaha dalam pembayaran utang dan keringanan penurunan bunga. Ke-13, masalah suplai material baik antara maupun solvent yang dibutuhkan.

Ke-14, peninjauan kembali terhadap harga kontrak atau tender untuk jaminan kesehatan nasional yang mengikuti harga ontrak tahun 2017. Ke-15, memberikan insentif kemudahan lokal tujuan ekspor (KITE) dan kemudahan lokal tujuan lokal (KLTL).

Kemudian, Ke-16, penundaaan pembayaran tarif listrik untuk 6 bulan kedepan. Ke-17, pencabutan peraturan fly ash dan bot-tom ash dari limbah B3 dan merevisi pengetatan baku mutu limbah cair dengan acuan perbandingan negara lain. Ke-18, jaminan terhadap produksi dan distribusi bagi industri untuk menjaga suplai ke masyarakat. Dan ke-19, meberikan relaksasi izin impor untuk bahan baku industi selama masa darurat pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderak Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, secara umum hampir semua sektor industri terkena dampak penyebaran Covid-19 sehingga perlu diberikan perhatian lebih.

Diterangkan Sigit, masalah yang dihadapi industri manufaktur sejak melandanya pandemi adalah tertundanya pembayaran sampai pembatalan pemesanan.

"Lesunya permintaan membuat utilisasi produksi turun, sehingga membuat industri terpaksa melakukan pengurangan pegawai," jelas Sigit.

Oleh karena itu, lanjut Sigit, penambahan 19 stimukus ini diharapkan dapat menggairahkan kembali industri nasional, serta memacu industri untuk meningkatkan utilitas produksinya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Nestle

Jumat, 27 Mei 2022 - 10:15 WIB

Menteri Bahlil Siap Kawal Perluasan Bisnis Nestle di Indonesia

Dalam kunjungan kerjanya ke Davos, Swiss, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu langsung dengan Head of Operations Nestle Magdi Batato (24/5).…

Pelaku Ekonomi Kreatif di Bali (Foto: Kemenparekraf)

Jumat, 27 Mei 2022 - 10:15 WIB

Gaet Investor, Menparekraf Bekali Pelaku Ekraf Bali Strategi Pithching yang Efektif

Untuk menarik investor, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno membekali pelaku ekonomi kreatif di Bali tentang strategi pithcing yang efektif.

Menteri Basuki Ajak Delegasi di Forum GPDRR 2022 Siapkan Antisipasi Pengurangan Perubahan Iklim

Jumat, 27 Mei 2022 - 10:04 WIB

Menteri Basuki Ajak Delegasi di Forum GPDRR 2022 Siapkan Antisipasi Pengurangan Perubahan Iklim

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, bencana akibat perubahan iklim merupakan ancaman nyata yang harus disiapkan antisipasinya untuk pengurangan…

Tempat Wisata di Venesia (Foto: Instagram/fabianalorenzon_tma)

Jumat, 27 Mei 2022 - 09:30 WIB

Venesia Tunda Pajak Turis untuk Wisatawan Hingga 2023

Sesuai perkembangan terbaru, Venesia telah menunda rencananya untuk membebankan pengunjung 'pajak turis' untuk mengelola overtourism.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Jumat, 27 Mei 2022 - 09:25 WIB

Tinjau Penanganan Banjir Rob Semarang, Menteri Basuki Instruksikan Penanganan Cepat

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau langsung ke lokasi penanganan banjir rob dan tanggul laut yang jebol di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang,…