INDUSTRY.co.id, Jakarta - Rumah adalah kebutuhan primer setiap manusia. Harganya terus naik, seiring dengan waktu ditambah jumlah lahan tersedia semakin sedikit. Rumah tidak hanya berfungsi untuk tempat bernaung dari panas terik dan hujan, namun rumah juga harus bisa memberikan rasa nyaman.
Berkaitan dengan hal kenyamanan, masih banyak orang yang berpikir bahwa rumah baru dapat memberikan kenyamanan lebih daripada rumah bekas. Beberapa faktor yang mempengaruhi pemikiran tersebut adalah karena rumah baru belum pernah ditempati sehingga kualitasnya masih terjaga dan adanya rasa was – was ditipu ketika membeli rumah bekas.
Namun ternyata kenyataan yang terjadi di lapangan adalah harga rumah baru semakin melambung tinggi misalnya di Jakarta Selatan mencapai 779 juta dan di Bandung rumah tipe 36 mencapai 274 juta, sehingga calon pembeli kemudian harus membuka kemungkinan untuk membeli rumah bekas. Di sinilah kemudian terbuka peluang keuntungan bagi Anda yang berbisnis jual beli rumah bekas dan berikut adalah beberapa tips untuk mendapatkan keuntungan maksimal:
Perhatikan Lokasi Rumah
Jika lokasi rumah bekas yang akan dijual mudah dijangkau dan strategis, tentu Anda bisa memasang banderol lebih tinggi daripada menjual rumah bekas yang agak jauh dari pusat kota. Hunian seken yang dekat dari pintu tol, jalan depan bisa dilalui oleh 2 mobil, dan akses jalan raya yang sudah baik juga pasti akan lebih cepat laku dibeli.
Renovasi Desain Muka
Rumah seken berdesain kuno akan membuat orang lain malas melirik. Sebab itu, tidak ada salahnya untuk melakukan renovasi pada bagian muka terlebih dahulu dengan desain yang lebih modern dan kekinian sesuai dengan tren pasar. Bila Anda sama sekali buta mengenai desain, Anda bisa melakukan renovasi dibantu dengan jasa arsitek agar desain yang dihasilkan benar – benar bagus dan sesuai dengan pangsa pasar. Jasa arsitek sendiri berkisar dari 25 juta Rupiah untuk bangunan kecil (0 – 200 m2) di Jabodetabek.
Perhatikan Harga
Lokasi strategis, renovasi desain kekinian sudah didapat. Namun jangan lupa untuk memperhatikan harga yang akan dipasang karena barang yang Anda jual tetaplah rumah bekas. Usahakan memasang harga yang bersaing dengan rumah baru namun tetap memperhitungkan biaya – biaya yang telah Anda keluarkan sebelumnya.