INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bulan puasa tahun ini sepertinya menjadi momen yang sangat spesial bagi kiper Persija, Adixi Lenzivio.Bagaimana tidak, Adixi akhirnya bisa merasakan bulan penuh berkah ini bersama dengan istri tercintanya.
Belum lama ini, Adixi memutuskan untuk menikahi kekasihnya, Dessy Saputri pada Maret lalu. Tentunya ini jadi pengalaman pertama Adixi berpuasa dengan sang istri.
Meski diakui kondisi berbeda karena adanya pandemi corona. Namun kiper bernomor punggung 29 ini mengaku bersyukur lantaran dapat menunaikan ibadah puasa Bulan Ramadhan dengan ditemani istri tercinta. Ia mengakui banyak pengalaman baru yang ia dapatkan.
“Memang kondisi saat ini memang sedikit berbeda. Tapi saya bersyukur sekarang juga ada yang menemani. Ada istri. Sekarang sahur ada yang temannya buka pun juga ada. Banyak pengalaman baru di puasa tahun ini bersama istri,” ujar Adixi.
Lebih lanjut, Adixi pun bercerita, jika saat menjelang sahur maupun berbuka, sang istri selalu mempersiapkan hidangan.
“Yang pasti di tahun pastinya ada yang masakin juga. Tak hanya itu ibadah pun dengan kondisi seperti ini saya bisa berdua dengan dia. Mudah-mudahan ini bisa maksimal juga ibadahnya.” tambahnya seperti dilansir laman Persija.
Kiper jebolan Persija U-21 ini juga berbagi informasi mengenai menu favoritnya saat berbuka puasa. Salah satu yang tidak boleh terlupakan adalah es buah.
“Kalo sahur dan buka yang pasti 4 sehat 5 sempurna untuk daya tahan tubuh. Tapi menu yang paling suka saat buka adalah es buah. Menu itu tidak boleh terlupakan,”tutupnya.
Sementara itu Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat penambahan jumlah kasus sembuh per Senin (27/4/2020) menjadi 1.151 setelah ada penambahan sebanyak 44 orang. Sedangkan kasus meninggal menjadi 765 setelah ada penambahan sebanyak 22 orang.
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa kasus meninggal ini paling banyak ada pada kelompok usia sekitar 41-60 tahun dan beberapa lainnya di atas usia tersebut.
Selain itu faktor penyakit penyerta atau komorbiditas yang banyak memperburuk kondisi pasien hingga meninggal adalah hipertensi, diabet, jantung dan penyakit paru-paru.
“Faktor usia komorbid itu yang menyebabkan angka kematian masih tinggi,” ungkap Yuri dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (27/4/2020).