INDUSTRY.co.id, Tiongkok - Untuk meningkatkan jumlah wisatawan, Kementerian Pariwisata Indoensia, menyiapkan serangkaian promosi pariwisata yang dikemas dalam brand Wonderful Indonesia di Luoyang, Tiongkok.
Selama lima hari, pada tanggal 1 hingga 4 April 2017 akan melakukan sejumlah kegiatan di Sana.
I Gde Pitana, selaku Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, mengatakan dalam siaran persnya yang diterima Industry.co.id, Sabtu (1/4/2017), "Selain itu ada berbagai macam acara dalam kegiatan ini yaitu penampilan Seni dan Budaya dari kedua negara, dan sajian kuliner khas Indonesia."
Promosi Wonderful Indonesia di Luoyang ini akan dilaksanakan dalam berbagai bentuk aktivitas di antaranya Grand Opening Restaurant, mengadakan Press Conference, mengadakan Wonderful Indonesia Night, dan mengadakan Jamuan Makan Malam Undangan PATA.
Ia mengatakan, promosi pariwisata ke wilayah Tiongkok diperlukan untuk dapat meningkatkan citra Indonesia di dunia international khususnya di wilayah yang potensial yang pada akhirnya akan mendatangkan wisatawan serta penerimaan devisa ke Indonesia.
Apalagi selama ini Tiongkok merupakan salah satu pasar utama dalam peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.
"Salah satu upaya peningkatan promosi dimaksud adalah melalui penyelenggaraan kegiatan Promosi Wonderful Indonesia di Luoyang," katanya.
Luoyang sendiri merupakan kota di provinsi Henan, Tiongkok, yang juga sebagai salah satu ibukota kuno di negeri tirai bambu. Kota ini memiliki tingkat pendapatan perkapita yang terus meningkat dan penduduk dengan kalangan menengah yang jumlahnya naik signifikan dalam 10 tahun terakhir.
Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia dan Pasifik Vinsensius Jemadu, mengatakan beberapa kegiatan yang akan dilakukan di Luoyang untuk mempromosikan Wonderful Indonesia selain grand opening restoran dan Coffee Corner juga ada VIP Dinner dan Wonderful Indonesia Night.
"Kami juga mempersiapkan booth, panggung kesenian, dan menampilkan pertunjukkan," ujar Vinsen.
Pihaknya membawa serta tim kesenian dari Malang Carnival dan tim kesenian diaspora berikut kuliner khas Indonesia di antaranya keripik tempe, dodol garut, cookies berbranding Wonderful Indonesia, dan minuman jahe merah instan, beras kencur instan, kopi instan, dan gelas disposal berbranding wonderful Indonesia.
Sementara itu Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan Tiongkok memiliki tempat tersendiri bagi Indonesia. Selain sebagai negara fokus pasar utama pariwisata Indonesia, hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok telah terjalin sejak 13 April 1950 hingga saat ini sudah memasuki tahun ke-67 tahun.
"Sekitar 611 tahun lalu, Laksamana Cheng Ho memimpin pelayaran Maritime Silk Road yang merupakan lembaran sejarah interaksi milenium hubungan persahabatan Indonesia-Tiongkok," katanya.
Ia menegaskan Indonesia juga mendukung kebijakan hubungan internasional Tiongkok "One Belt One Road" yang merupakan jalur sutera maritim abad 21.
Menpar menegaskan perlunya untuk terus memperkuat hubungan Indonesia-Tiongkok melalui interaksi langsung pertukaran informasi panorama dan budaya antar dua negara.
"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama bilateral 'one belt one road' di berbagai bidang termasuk transportasi, perdagangan, budaya, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi," Pungkas Menteri Pariwisata, Arief Yahya.