Time Management Dalam Konteks Work From Home

Oleh : Dr. Genoveva | Sabtu, 04 April 2020 - 13:00 WIB

Dr. Genoveva, Ketua Program Studi Manajemen, President University
Dr. Genoveva, Ketua Program Studi Manajemen, President University

INDUSTRY.co.id - Time management adalah kemampuan mengelola waktu yang merupakan bagian dari ketrampilan berperilaku, yaitu bagaimana manusia mengelola aktivitasnya berdasarkan waktu yang tersedia.

Setiap orang mempunyai waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari, namun ada yang merasa belum melakukan sesuatu, tahu-tahu hari telah berakhir, di sisi lain, ada yang mampu melakukan berbagai aktivitas. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan time management di berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, karyawan sampai ke jenjang manager masih rendah, mengapa demikian ?

Rendahnya time management karena kita sering terjebak melakukan pekerjaan yang “disukai” daripada yang “harus dilakukan”, sehingga target pekerjaan seringkali tidak tercapai, akibatnya kita terjebak melakukan pekerjaan atau tugas yang harus dikerjakan ketika mendekati deadline, atau the last minute.

Kondisi ini dapat dilakukan ketika kita masih bekerja dan hadir secara fisik di kantor, datang ke kampus ataupun perusahaan kita sendiri, karena masih ada atasan, rekan kerja, bawahan, dosen dan guru yang mengawasi.

Lalu bagaimana dengan dengan kondisi sekarang ketika kantor, organisasi, kampus dan sekolah melakukan aktivitas secara online atau memberlakukan Work From Home (WFH) karena pandemic COVID-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia?

Tidak ada lagi kehadiran secara fisik atasan, rekan kerja, guru dan dosen yang mengawasi dan mengarahkan ketika pekerjaan tidak mencapai target. Kunci dari keberhasilan melakukan WFH dalam konteks manajemen adalah time management.

Secara umum, perubahan mendadak yang terjadi dari bekerja di kantor, hadir di sekolah dan kampus menjadi WFH membuat kita tidak siap.

Minggu pertama, merupakan masa-masa yang sulit untuk menyesuaikan diri, memasuki minggu kedua biasanya kita mulai beradaptasi dan berdamai dengan kenyataan. Permasalahan lain juga timbul, walaupun mulai dapat berdamai dengan kenyataan, namun daya tarik kasur, makanan, televisi  dan terjebak ingin membereskan rumah yang menjadi naluri wanita sulit untuk dikalahkan !

Sampai kapan kita akan terjebak dengan dunia “nyaman” yang dibuat diri kita sendiri ?

Teman, saatnya kita bangun dan mulai melakukan time management dalam konteks WFH ! Drucker merumuskan bahwa fungsi-fungsi manajemen adalah planning, organizing, actuating dan controlling.

Fungsi-fungsi manajemen ini tidak hanya dapat diterapkan di sebuah perusahaan atau organisasi, melainkan juga untuk individu, dalam konteks WFH.  

Mulailah membuat planning (perencanaan) dengan menuliskan daftar pekerjaan / tugas yang harus dilakukan dalam seminggu, kemudian pilah-pilah daftar pekerjaan / tugas tersebut dalam kegiatan harian.

Tahap berikutnya adalah melakukan organizing (pengorganisasian), yaitu melakukan koordinasi pekerjaan-pekerjaan tersebut dengan atasan, rekan kerja, customer, supplier, guru, dosen dan lain-lain berdasarkan daftar yang telah disusun per hari.

Misalnya rapat dengan atasan dan rekan kerja, di hari Senin jam 10.00 – 12.00, sebaiknya beberapa hari sebelumnya sudah diinformasikan ke pihak-pihak terkait, termasuk fasilitas rapat secara online yang akan dipergunakan.

Demikian juga dengan customer, mereka dapat dihubungi secara online dengan membuat perjanjian terlebih dahulu pada hari dan jam yang telah disusun.

Secara khusus, ketika membuat janji dengan siapapun,  hormatilah waktu mereka, jangan mengirim pesan di tengah malam dan mengharapkan mereka membalas segera.

Langkah ketiga, just do it ! Koordinasi telah dilakukan di langkah kedua, di tahap ketiga lakukan actuating (penggerakan) yaitu mengimplementasikan daftar yang telah disusun (planning)  dan telah dikoordinasikan (organizing) dengan pihak-pihak terkait.

Lakukan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, namun fleksibilitas juga harus diperhatikan.

Ketika ada janji yang harus ditunda karena keperluan mendadak dari customer, janji tersebut dapat dijadwal ulang.

Akhirnya sampailah kita pada langkah terakhir, yaitu controlling (pengendalian).

Setelah semua langkah tersebut dilakukan, saatnya melakukan pengendalian yaitu dengan melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang sudah disusun.

Evaluasi dapat dilakukan setiap sore ketika anda selesai melakukan kegiatan WFH.

Beri tanda pekerjaan yang telah selesai, pekerjaan yang di jadwal ulang dan yang belum terlaksana.

Masukkan ke dalam jadwal lain utuk pekerjaan yang memerlukan penjadwalan ulang dan yang belum dilaksanakan.

Hadiahkan diri anda sendiri untuk setiap pekerjaan yang berhasil dikerjakan, misalnya dengan secangkir kopi, menonton berita selama 30 menit atau memesan makanan online atau melakukan kegiatan bersama keluarga atau mempraktekkan resep kue yang belum kesampaian.

Mari menjadi produktif dengan time management selama work from home ! Stay safe and healthy !

Penulis adalah Dr. Genoveva, Ketua Program Studi Manajemen, President University

Komentar Berita

Industri Hari Ini

MenKopUKM Teten Masduki saat membuka gelaran Kebumen International Expo (KIE) 2022

Senin, 27 Juni 2022 - 09:00 WIB

Gairahkan Ekonomi Daerah, MenKopUKM Buka Gelaran Kebumen International Expo 2022

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengapresiasi terselanggaranya Kebumen International Expo 2022 (KIE 2022) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen dan diyakini bisa…

PT PLN Batam Raih Peringkat 1 Wajib Pajak Taat Pajak Kategori PPJU

Senin, 27 Juni 2022 - 09:00 WIB

PT PLN Batam Raih Peringkat 1 Wajib Pajak Taat Pajak Kategori PPJU

Pemerintah Kota Batam menyelenggarakan Malam Apresiasi Wajib Pajak Taat Pajak Kota Batam, yang memberikan penghargaan bagi wajib pajak taat pajak terbaik tahun 2022, Jumat (24/6/2022) malam…

Hewan Sapi disuntikkan vaksin oleh petugas

Senin, 27 Juni 2022 - 08:26 WIB

Dalam Dua Hari, Vaksinasi PMK Tembus 58 Ribu Dosis

Pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi terhadap hewan ternak untuk mencegah peningkatan jumlah hewan sakit PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo

Senin, 27 Juni 2022 - 08:15 WIB

Keren! Sekolah Vokasi Kemenperin Olah Limbah Darah Sapi Jadi Pupuk Organik Cair

SMK Sekolah Menengah Analis Kimia Padang (SMK-SMAK Padang), salah satu sekolah vokasi yang dimiliki oleh Kemenperin berhasil mengolah limbah darah sapi menjadi pupuk cair. Inovasi yang dinamai…

Menparekraf: Desa Wisata Pecinan Glodok Miliki Storynomics Tourism yang Kuat

Senin, 27 Juni 2022 - 08:11 WIB

Menparekraf Sandi Sebut: Desa Wisata Pecinan Glodok Miliki Storynomics Tourism yang Kuat

Jakarta- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan Desa Wisata Pecinan Glodok, Jakarta…