INDUSTRY.co.id - Jakarta- Data menunjukkan, 70% travellers sudah memanfaatkan teknologi online. Sebanyak 50% travel agent konvensional gulung tikar. Karena itu ITX kami sediakan untuk memberi kesempatan industri untuk bertransformasi ke digital. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata yang memfasilitasi.
Ada tiga prioritas utama Kementerian Pariwisata, Go Digital, Homestay Desa Wisata, dan Air Connectivity. Menjadi pokok bahasan Rakornas Kemenpar I-2017 diikuti sekitar 500 peserta terdiri dari, mulai dari Menko Maritim, sejumlah menteri, dirjen, CEO, kepala lembaga, kepala daerah, SKPD, kepala dinas pariwisata provinsi dan kabupaten/kota, serta pelaku industri pariwisata.
Terkait Go Digital, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, bahwa tanpa sentuhan digital, industri pariwisata akan mati. "Dulu selama di Telkom, kami punya 124.000 wartel di Indonesia. Walk in service seperti itu diprediksi akan mati, dan sudah terbukti, begitu teknologi GSM hadir. Sekarang wartel itu sudah sama sekali tidak berbekas," ungkapnya saat pembukaan Rakornas Kamis (30/3/2017)
Hal tersebut, menurut Arief Yahya mirip dengan kondisi saat ini. "Data menunjukkan, 70% travellers sudah memanfaatkan teknologi online. Sebanyak 50% travel agent konvensional gulung tikar. Karena itu ITX kami sediakan untuk memberi kesempatan industri untuk bertransformasi ke digital. Pemerintah dalam hal ini Kempar yang memfasilitasi," jelasnya.
Gaya hidup digital, menggabungkan look, book, pay, ke dalam satu selling platform. "Kalau tidak ada Pak Luhut, saya singkat LBP, Luhut Binsar Pandjaitan. Tapi karena ada beliau, saya langsung saja, Look, Book, Pay," kata Arief yang langsung disambut gelak tawa sekitar 500 audience, termasuk Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan yang juga menghadiri Rakornas.