Bahaya, Tsunami PHK Bakal Guncang Bisnis Hotel

Oleh : Ridwan | Rabu, 01 April 2020 - 08:01 WIB

Hotel (Ilustrasi)
Hotel (Ilustrasi)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Badai PHK mulai melanda industri pariwisata Indonesia, tepatnya di sektor perhotelan. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengungkapkan, salah satu hotel yang kabarnya sudah melakukan PHK ialah Aryaduta milik Lippo Group.

"Iya betul. Saya nggak tahu detailnya, tapi saya sudah dengar terjadi PHK di sana," ujar Maulana dilansir detikcom, Selasa (31/3/2020).

Bahkan, Maulana memprediksi badai PHK akan terjadi lagi di sektor perhotelan pada bulan ini, April 2020. Di tengah gempuran virus corona (COVID-19) ini perhotelan di Indonesia tak memperoleh pemasukan, namun harus menanggung biaya operasional yang tinggi.

"Kan sudah disampaikan sejak dulu bahwa kekuatan pengusaha itu hanya sampai beberapa bulan. Mungkin nanti April akan terjadi lagi. Situasinya yang membuat sulit dan kita tak terbantu sama sekali, dan operasional cost hotel itu sangat tinggi," terang Maulana.

Salah satu biaya operasional tertinggi di bisnis perhotelan yakni gaji karyawan. Sehingga, mau tak mau perusahaan melakukan efisiensi demi memperpanjang 'napas' hotelnya. Pihaknya pun masih terus menyuarakan urunan tangan pemerintah.

"Kan kita sudah bilang, ada masalah karyawan, utilitasnya, usahanya, nah itu kita beberapa kali meminta bantuan pemerintah untuk diberikan bantuan. Jadi situasinya bisa kondusif untuk semua, bisa bertahan. Karena karyawan itu juga penyumbang paling tinggi," imbuh dia.

Maulana membeberkan, di tengah pandemi corona ini, okupansi hotel di Indonesia tak sampai 9%. Sudah babak belur seperti itu, hingga saat ini tak kunjung datang pertolongan dari pemerintah untuk menyelamatkan sektor tersebut.

"Satu penurunan okupansi, kemudian sektor pariwisata nggak dapat apa-apa stimulusnya sama sekali. Nggak ada, memang kita nggak dapat. Stimulus itu kan hanya untuk 10 destinasi, dan itu juga sudah dibatalkan. Yang dapat bukan kita kok, tetapi Pemerintah Daerah (Pemda)," pungkas Maulana.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Salah satu model rumah yang dikembangkan PT BNI Syariah dan kepemilikannya ditawarkan melalui KPR BNI Griya Swakarya iB Hasanah. (Foto: Humas BNI Syariah)

Kamis, 28 Mei 2020 - 23:09 WIB

Gapai Miliki Rumah Bersama BNI Syariah

Mempunyai rumah sendiri idaman bagi semua orang, tidak sedikit orang yang sudah punya anak sudah sudah besar-besar namun belum juga miliki hunian pribadi. Apalagi pengantin baru, tentunya sudah…

Sawah yang siap ditanam padi (Doc: Kementan)

Kamis, 28 Mei 2020 - 22:44 WIB

Sempat Kebanjiran, Pertanaman Padi di Lebak Masih Tetap Bisa Panen

Pasca banjir yang melanda ratusan rumah dan sawah siap panen di Kecamatan maja dan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, warga yang sebagian berprofesi sebagai petani sudah memulai aktifitas seperti…

BCA

Kamis, 28 Mei 2020 - 20:30 WIB

IHSG Finish di Zona Hijau, Saham Bank BCA Naik 6,65 Persen

Pada akhir perdagangan Kamis (28/5/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) finish di zona hijau sore ini. Pasar modal Indonesia ditutup naik 74,6 poin atau 1,60% ke level 4.716,18

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (Doc: BNI Syariah)

Kamis, 28 Mei 2020 - 20:04 WIB

BNI Syariah Siap Perkuat Bisnis Remittance

PT Bank BNI Syariah masuk BUKU 3 dan optimis dapat meraih bisnis internasional seperti remittance. Modal inti BNI Syariah di atas Rp5 triliun.

Ilustrasi Pergerakan Saham

Kamis, 28 Mei 2020 - 20:00 WIB

Naik, PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk Cetak Penjualan Rp1,44 Triliun Sepanjang 2019

Emiten PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) cetak penjualan sebesar Rp1,44 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari penjualan Rp1,27 triliun hingga periode 31 Desember 2018.