ENGIE Tandatangani Tiga Perjanjian Kemitraan Jaringan Mikro dan Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

Oleh : Hariyanto | Kamis, 30 Maret 2017 - 18:18 WIB

Didier Holleaux (kiri), Executive Vice President ENGIE Group, setelah acara penandatanganan dengan Bryse Gaboury, CEO Electric Vine Industries
Didier Holleaux (kiri), Executive Vice President ENGIE Group, setelah acara penandatanganan dengan Bryse Gaboury, CEO Electric Vine Industries

INDUSTRY.co.id, Jakarta - ENGIE Group menandatangani tiga perjanjian kemitraan di Jakarta guna mendanai bersama, membangun, mengoperasikan dan mengelola jaringan mikro dan proyek energi terbarukan lainnya di berbagai wilayah di Indonesia, dengan nilai total investasi sebesar 1,25 miliar USD selama lima tahun ke depan.

Tiga perjanjian kemitraan tersebut ditandatangani seiring dengan kunjungan Presiden Hollande ke Asia Tenggara, yang mencakup Singapura, Malaysia dan Indonesia, dari 26 sampai 29 Maret 2017. Wakil Presiden Eksekutif ENGIE Group Didier Holleaux mengatakan, tiga perjanjian kemitraan ini menegaskan komitmen ENGIE kepada Indonesia guna mendukung penyediaan akses terhadap energi bagi seluruh pihak.

"Proyek-proyek tersebut akan menjadi langkah signifikan bagi Indonesia guna mencapai target untuk mengurangi ketergantungan negara pada sumber energi yang berasal dari fosil, dan menyediakan listrik bagi 97 persen penduduknya pada tahun 2019. Strategi kami adalah untuk bekerja melalui kemitraan ekosistem guna mengembangkan dan menelaah energi terbarukan dan memberikan solusi teknologi rendah karbon yang inovatif untuk mengatasi tantangan energi yang khas dari negara ini.” ujarnya di jakarta, Rabu (29/3/2017)

ENGIE dan Sugar Group Companies akan mengembangkan berbagai proyek energi terbarukan Perjanjian antara ENGIE dan Sugar Group Companies ini merupakan investasi bersama bernilai 1 miliar USD yang akan berlangsung selama lima tahun ke depan untuk mengembangkan pembangkit listrik fotovoltaik dan pembangkit listrik biomassa, dengan total kapasitas pembangkit listrik sebesar 500 megawatt di wilayah Sumatera dan Indonesia bagian timur.

Proyek ini akan memberikan kontribusi yang besar bagi pelaksanaan program nasional untuk mengurangi efek gas rumah kaca dan perubahan iklim, dengan perkiraan penghindaran karbon sebanyak 1,5 juta ton CO 2 e per tahun.

Taman panel surya di Sumatra dan Indonesia Timur akan memiliki total kapasitas pembangkit listrik sebesar 300 megawatt, termasuk didalamnya sebuah taman panel surya berkapasitas 140 megawatt di provinsi Lampung yang menjadikannya salah satu fasilitas tenaga surya terbesar di Asia Tenggara.

Sementara pembangkit listrik biomassa dengan total kapasitas pembangkit listrik sebesar 200 megawatt akan memanfaatkan limbah pertanian serta bahan dari pembukaan lahan. Dengan demikian proyek ini akan memungkinkan Indonesia untuk mencapai target energi terbarukannya dan mengurangi polusi dari kegiatan pembukaan lahan.

Dalam perjanjian kemitraan ini, ENGIE dan Electric Vine Industries berencana bermitra guna mengembangkan, membiayai, membangun, mengoperasikan dan memelihara jaringan mikro fotovoltaik cerdas yang menyediakan listrik 24 jam penuh bagi 3.000 desa di Provinsi Papua selama 20 tahun.

Dengan proyek baru ini, sekitar 2,5 juta orang di seluruh Papua akan dapat menikmati energi yang bersih dan dapat diandalkan tanpa gangguan. Total investasi dimaksud diperkirakan sebesar 240 juta USD untuk lima tahun kedepan.

ENGIE dan PT Arya Watala Capital akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya Dengan menandatangani perjanjian kemitraan ini, ENGIE bersama PT Arya Watala Capital berkomitmen untuk menginvestasikan 15 juta USD selama tiga tahun kedepan guna mengembangkan total kapasitas pembangkit listrik hingga 10 megawatt peak (MWp) di Nusa Tenggara Timur, provinsi paling selatan di Indonesia. Proyek ini akan terletak di sepuluh daerah yang berbeda di pulau-pulau besar di provinsi tersebut seperti Timor Barat, Flores dan Sumba.

Seluruh perjanjian ini juga sejalan dengan semangat dari Terrawatt Initiative, sebuah organisasi nirlaba yang diluncurkan oleh ENGIE pada COP21, yang bertujuan untuk mempromosikan energi surya yang terjangkau dan menambah kapasitas produksi listrik tenaga surya fotovoltaik hingga lebih dari 1 terawatt antara tahun 2016 dan 2030.

ENGIE juga akan menandatangani empat perjanjian kemitraan lainnya di Malaysia dan Singapura untuk mengembangkan proyek energi terbarukan dan efisiensi energi di bidang energi surya, mobilitas hijau dan layanan manajemen fasilitas terpadu bagi sektor-sektor penting, solusi keamanan perkotaan dan solusi peraturan lalu lintas.

E

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Karna Brata Lesmana (Kedua dari kanan), pengusaha asal Jakarta yang Mengaku Jadi Korban Pembatalan Sertifikat Lahan Miliknya

Selasa, 23 Juli 2019 - 23:03 WIB

Pengusaha Ini Membantah Pernyataan Yusril

Jakarta - Salah satu penyebab terjadinya masalah pertanahan di Indonesia adalah tak adanya kepastian hukum. Kerap terjadi dalam kasus sengketa lahan, klaim atas bukti kepemilikan yang sah. Jika…

200 anak panti asuhan merayakan Hari Anak Nasional dengan melakukan berbagai hal menarik di Haluun by Haluu.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 22:03 WIB

Keceriaan 200 Anak Panti Rayakan HAN di Baluun By Haluu World

Berbagai aktivitas seru seperti ber-selfie ria di Baluun Exhibition hingga bermain sambil berkenalan dengan teman baru.

Pariwisata di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (Foto Ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 22:00 WIB

Labuan Bajo NTT Diharapkan Jadi Destinasi Wisata Premium

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa menjadi destinasi ekowisata yang berkelas atau destinasi pariwisata premium.

Mewakili Indonesia Wowbid Hadir di Konfrensi Teknologi Digital Rise 2019 di Hongkong

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:59 WIB

Mewakili Indonesia Wowbid Hadir di Konfrensi Teknologi Digital Rise 2019 di Hongkong

Sebuah konferensi besar di dunia yang didatangi para pelaku bisnis digital dan para startup, RISE 2019 diadakan selama tiga hari di Hong Kong Convention Centre pada tanggal 8 Juli 2019 hingga…

Rosdiana Setyaningrum MPsi, MHPEd, seorang Psikolog anak dan keluarga.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:50 WIB

Pentingnya Kembangkan Keterampilan Anak Saat SD

Keterampilan bersosialisasi, IQ, dan kreatifitas anak akan selesai di usia 12 tahun.