Bank Umum Diminta Konsolidasi Tingkatkan Daya Saing

Oleh : Wiyanto | Selasa, 24 Maret 2020 - 12:56 WIB

Ilustrasi kredit perbankan
Ilustrasi kredit perbankan

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan mendorong industri perbankan menjalankan upaya konsolidasi guna menciptakan struktur perbankan yang kuat, memperbesar skala usaha serta peningkatan daya saing melalui kemampuan inovasi, serta dapat berkontribusi signifikan dalam perekonomian nasional. Sebagai landasan tujuan tersebut, OJK menerbitkan Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum yang berlaku sejak diundangkan pada 17 Maret 2020.

POJK itu merupakan upaya OJK mengikuti dan menyesuaikan perkembangan ecosystem perbankan Indonesia yang saat ini telah bergerak sedemikian cepat dan dinamis didukung kemajuan teknologi yang terus berkembang.

Perubahan tersebut mengharuskan sektor perbankan untuk lebih adaptif, inovatif dan berdaya saing. Besarnya biaya investasi penerapan teknologi pendukung ini memerlukan tuntutan penguatan modal dan peningkatan skala usaha yang berkelanjutan. Oleh karena itu, tuntutan tambahan modal, peningkatan skala usaha dan dukungan infrastruktur teknologi semakin mengemuka.

“Untuk menghadapi perubahan ecosystem dan tuntutan inovasi yang masif tersebut, konsolidasi sektor perbankan telah menjadi keniscayaan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

POJK Konsolidasi ini merupakan kebijakan strategis OJK yang telah ditetapkan sejak awal tahun 2020 dan sangat relevan dengan dinamika perekonomian yang saat ini mengalami tekanan akibat downside risk dari penyebaran Covid-19 yang dihadapi seluruh dunia termasuk Indonesia. Penerbitan POJK Konsolidasi dapat menjadi momentum dan landasan bagi industri perbankan untuk meningkatkan skala usaha serta peningkatan daya saing melalui peleburan, penggabungan dan pengambilalihan.

POJK ini secara umum terdiri dari dua pokok pengaturan utama yakni mengenai kebijakan konsolidasi bank, serta pengaturan mengenai peningkatan modal inti minimum bagi bank umum dan peningkatan Capital Equivalency Maintained Assets (CEMA) minimum bagi kantor cabang dari bank yang berkedudukan di luar negeri (KCBLN), yakni masing-masing paling sedikit menjadi sebesar Rp 3 triliun paling lambat 31 Desember 2022.

Kebijakan konsolidasi bank juga mengatur bahwa Pemegang Saham Pengendali (PSP) bank dapat memiliki satu bank atau beberapa bank dengan memenuhi skema konsolidasi. Skema konsolidasi tersebut tidak hanya diarahkan melalui skema penggabungan, peleburan, atau integrasi antarbank, namun juga diperluas melalui skema pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB).

Terkait dengan persepsi bahwa konsolidasi merupakan upaya untuk mengurangi jumlah bank-bank kecil, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, “Konsolidasi tidak dimaksudkan untuk mengeliminasi atau meminggirkan bank-bank kecil. Sebaliknya, melalui konsolidasi ini bank-bank kecil memiliki ruang untuk memperkuat diri melalui skema peleburan, penggabungan ataupun menginduk pada kelompok usaha bank (KUB) yang lebih besar. Dengan demikian akan tercipta struktur bank yang lebih besar, memiliki daya tahan, lebih kontributif, inovatif dan berdaya saing melalui peningkatan skala usaha dan permodalan.”

Kebijakan konsolidasi bank ini juga memberikan insentif pada pihak-pihak yang telah melaksanakan skema konsolidasi dan memenuhi modal inti minimum melalui pengecualian dari ketentuan single present policy (SPP) dan ketentuan batas maksimum kepemilikan saham serta ketentuan terkait lainnya.

OJK meyakini bahwa kebijakan konsolidasi serta peningkatan modal ini minimum dan CEMA minimum dapat memberikan manfaat kepada industri perbankan, mengurangi biaya persaingan, membuat bank menjadi lebih efisien dan kontributif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani Klaten panen padi

Selasa, 31 Maret 2020 - 12:47 WIB

Petani Klaten Siap Pasok 90 Ribu Ton Beras Sampai Mei 2020

Mengantisipasi efek dari penyebaran wabah covid-19 Kementerian Pertanian dan Pemerintah daerah melakukan langkah strategis untuk memenuhi ketersedian pangan dalam negeri. Meskipun aktivitas…

Kisah Miko dan dua rekan grabfood mengantar makanan di saat corona

Selasa, 31 Maret 2020 - 12:30 WIB

Kisah Para Ojol Pahlawan di Musim Corona: Saya Harus Bekerja, Karena Pelanggan adalah Pembawa Rezeki buat Saya dan Keluarga

Bagi saya memastikan kebersihan makanan yang saya antar dan kepuasan pelanggan adalah prioritas utama. Karena saya percaya bahwa pelanggan adalah pembawa rezeki, penghidupan saya dan keluarga,"…

Cheverly Amalia

Selasa, 31 Maret 2020 - 12:00 WIB

Cheverly Amalia Sedih Film The 3rd Guest yang Diproduserinya Terhambat Wabah Virus Corona

Serangan Virus Corona tidak mematikan nyawa manusia tapi juga semua lini bisnis yang bersentuhan dengan banyak orang dalam satu tempat. Seperti yang dialami produksi film The 3rd Guest, lantaran…

OPPO Berikan Bantuan APD

Selasa, 31 Maret 2020 - 11:50 WIB

Penanggulangan Wabah CONVID-19, OPPO Berikan Bantuan APD

Bantuan ini diserahkan OPPO dan J&T Express pada 19 Maret yang lalu.

Suasana wisma atlet kemayoran

Selasa, 31 Maret 2020 - 11:45 WIB

Satu lagi Pasien Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Meninggal Dunia

Satu pasien positif COVID-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Jakarta, meninggal dunia.