INDUSTRY.co.id -
Jakarta, Pemerintah Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menandatangani perjanjian kerjasama dengan Pusat Nasional Perfilman dan Animasi Perancis (CNC). Perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh Kepala Bekraf, Triawan Munaf dan Jean-Charles Berthonnet selaku Duta Besar Perancis untuk Indonesia.
Kepala Bekraf, Triawan Munaf mengatakan, perjanjian kerjasama antara kedua negara ini meliputi pengembangan sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor perfilman antara Indonesia dan Perancis.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri perfilman nasional mengalami perkembangan yang sangat positif, ini menunjukkan potensi besar dari industri perfilman untuk menjadi salah satu penggerak dalam perekonomian Indonesia, dan juga sekaligus agar industri perfilman dapat menjadi lokomotif bagi subsektor ekonomi kreatif lainnya.
“Perjanjian kerjasama ini akan ditindaklanjuti dengan program-program konkrit dari kedua negara untuk industri perfilman agar bisa dikembangkan dan dimanfaatkan oleh para stakeholder dan insane perfilman. Dengan adanya perjanjian kerjasama ini, menunjukkan komitmen dari pemerintah Indonesia untuk mendukung pengembangan industri perfilman nasional” ungkap Triawan Munaf di Jakarta (29/3/2017).
Triawan menambahkan, kerjasama ini juga menandakan bahwa industri film nasional sudah berada di masa yang akan datang.
Kerjasama ini menjadi sangat signifikan bagi industri perfilman Indonesia, karena sejarah industri perfilman Dunia dibentuk dan bermula di Perancis,sehingga kerjasama ini diharapkan dapat mendorong Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas perfilman nasional. Apalagi dengan dibukanya investasi asing bagi bidang perfilman menurut Peraturan Presiden No.44 tahun 2016 yang mencakup produksi, distribusi, dan eksibisi perfilman.
Perjanjian kerjasama ini memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan dan pengalaman dalam bidang produksi Internasional antara para insane perfilman Perancis dan Indonesia. Transfer pengetahuan ini dilakukan dengan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan untuk memfasilitasi pertemuan antara produsen film Perancis dan Indonesia.
“kebutuhan informasi mengenai industri perfilman yang dibutuhkan oleh kedua negara juga akan terpenuhi dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama ini” tutup Triawan.