INDUSTRY.co.id - Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada Ikatan Da'i Indonesia (IKADI) berkreatifitas dalam berdakwah, namun tetap mengedepankan subtansi ajaran Islam. Hal itu selaras dengan perkembangan teknologi dalam menyampaikan nilai ajaran Islam.

Advertisement

"Kerja keras dan tuntas ,maslah besar merangsang kreatifitas,kepatuhan pada nilai mengurangi nilai kreatifitas. Sisi lain, kratif gak ada sisi nilai. Umat Islam harus contoh Jepang, kreatif tapi tetap bernilai," kata dia saat pembukaan Rakor IKADI di Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

Menurut dia, IKADI harus berani kreatif. Ia menyontohkan batik. Pada zaman dulu, batik digunakan hanya untuk sarung. Sekarang beralih ke kemeja. Padahal jika batik untuk baju digunakan saat dulu bisa dikatakan melanggar pakem.

Advertisement

Oleh karena itu, lanjut dia dengan adanya Rakor, IKADI diharapkan mempunyai program yang berkratifitas.

"IKADI harus merangsang terobosan. Kebanyakan transfer nilai tapi gak transfer rangsangan, itu gak kreasi. Ada program yang jangka panjang," katanya.

Advertisement

Ketua Umum IKADI Prof. Dr. KH. Achmad Satori Ismail mengaku siap berkratifitas dalam menyampaikan dakwah Islam.

Katanya, kesiapan kreatifitas sudah ditanamkan kepada pada anggota IKADI. "Kita sepakat kreatifitas sebagaimana didorong Gubernu DKI Jakarta. Bisa lewat medsos dalam berdakwah," katanya.

Advertisement