Dampak Corona, Ini Usulan Kadin Selamatkan Industri Pariwisata

Oleh : Ridwan | Sabtu, 15 Februari 2020 - 16:45 WIB

Pariwisata Lombok
Pariwisata Lombok

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pariwisata Kosmian Pudjiadi mengatakan industri pariwisata nasional harus diselamatkan dari dampak wabah corona yang mempunyai efek domino terhadap hampir semua sektor industri dari mulai UMKM hingga Industri besar dan semua lapisan masyarakat.

Berdasar pada data yang dihimpun Kadin, dia memperkirakan total penurunan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 6, 3 juta kunjungan atau 19 juta roomnights. Sehingga total wisman dari yang sebelumnya mencapai 16 juta di tahun 2019 akan menjadi 10 juta kunjungan. Jika ave spending (pengeluaran rata-rata) 1000 dollar AS, maka akan ada loss forex sebesar 10 milyar dollar AS.

Sementara penurunan turis domestik diperkirakan dari sekitar 270 juta kunjungan akan turun 20% atau sekitar 50 juta kunjungan dengan ave stay (rata-rata tinggal) 1,5 malam, dengan total 75 juta roomnights. Jika ave spending Rp 500.000, maka akan ada loss RP 37,5 Trilun.

Kadin, kata dia, telah merumuskan beberapa usulan sebagai langkah antisipasi dampak wabah corona pada industri pariwisata. Untuk wisman, pihaknya mengusulkan agar BPPI (Badan Promosi Pariwisata Indonesia) yang dibentuk berdasarkan UU no 10 tahun 2009 tentang Pariwisata diaktifkan kembali.  

"BPPI untuk menampung dana promosi dan insentif pariwisata dari semua Kementerian dan Pemerintah Daerah, minimal 2,5% dari pajak daerah hotel dan restoran. Selain itu juga BPPI melakukan promosi, insentif  dan event pariwisata," ungkap Kosmian di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, paket kunjungan ke Indonesia yang disubsidi pemerintah juga dapat diterapkan, seperti halnya yang dilakukan negara lain, seperti paket BEYOND Thailand.

Dia mencontohkan, paket 3 malam 4 hari Bali-Borobudur-Jakarta seharga 150 dollar AS termasuk didalamnya tiket, akomodasi, transport dan sarapan. Jika biayanya 200 dollar AS, maka pemerintah memberikan subsidi 50 dollar AS/pax.

Bentuk, tatacara, pelaksanaan  (What, When, How) seperti itu dikatakannya, telah diusulkan oleh Kadin Pariwisata  dan asosiasi terkait seperti PHRI, ASITA, ASTRINDO, INACA, dll.

"Untuk akses ke Indonesia, jumlah airline seats harus ditingkatan minimal 50% dari saat ini yang hanya 19 juta seats menjadi 30 juta seats," kata Kosmian. 

Pemerintah, lanjut dia, sebaiknya memberikan insentif untuk penerbangan dari luar negeri yang mampir ke Indonesia, seperti halnya yang dilakukan negara lain. Misalnya, subsidi avtur dan biaya airport sehingga bisa menurunkan harga tiket.

Sama halnya untuk domestik, tiket pesawat harus diturunkan. "Tidak masuk diakal kalau kapal yang sama, tanggal yang sama, tapi tiket Jakarta-Bali bisa lebih mahal dari Jakarta ke Bangkok, padahal katanya 60% biaya adalah biaya avtur," ungkap Kosmian.

Dia juga mengatakan, government meeting (pertemuan pemerintahan) adalah lokomotif kunjungan wisatawan nusantara (wisnus). Dengan meningkatkan kegiatan pertemuan pemerintahan dan  diarahkan ke daerah tujuan wisata yang sedang dikembangkan atau yang baru terkena bencana, seperti yang baru-baru ini terjadi di Lombok dan Anyer. 

"Kadin Pariwisata bersama asosiasi terkait bersedia diberikan wewenang menentukan derah wisata mana yang diprioritaskan untuk tujuan government meeting," kata dia.

Dia melanjutkan, untuk meningkatkan UMKM daerah, dalam kegiatan government meeting di daerah, dapat diadakan kunjungan wisata setengah hari, wisata kuliner dan belanja oleh-oleh khas daerah.

"Insentif perpajakan pribadi pun bisa diberikan untuk liburan ataupun kegiatan pertemuan korporasi ke daerah tujuan wisata dalam negri," ujarnya.

Kosmian memaparkan, usulannya secara umum diantaranya adalah pertama, pengadaan pembiayaan semacam fasilitas likuiditas Pembiayaan Pariwisata  dengan bunga disubsidi dan pembiayaan dengan kredit ekspor.  Yakni yang bisa digunakan untuk take over existing kredit bank, untuk membiayai renovasi dan pengembangan atau pembangunan baru.

Kedua, relaksasi pembayaran pokok dan bunga bank selama 1-3 tahun. 

Ketiga, relaksasi pembayaran pajak daerah dan pajak pusat serta penghapusan denda dan bunga 2%/bulan selama 1-3 tahun. 

Keempat, meningkatkan kegiatan government meeting ke daerah-daerah tujuan wisata yang akan dikembangkan.

Kelima, menghilangkan dampak psikologis akibat virus corona. "Harus ada kampanye save traveling via airplane ataupun kereta api. Tingkat kematian corona hanya 2,5% , jauh lebih kecil dari demam berdarah dan TBC, dan SARS," katanya.

Keenam, kegiatan Government Meeting dapat diprioritaskan pada rantai manajemen lokal untuk menyelamatkan hotel-hotel daerah.

Ketujuh, pajak/pungutan daerah untuk hotel dan restoran, pajak hiburan dan lainnya dijadikan pajak pariwisata yang besarnya maximum 7 %, diturunkan dari yang asalnya 10%, dan dibagi kepada Pemda TK I Provinsi, Pemda TK II Kabupaten dan BPPI/BPPD untuk promosi pariwisata. Sebagai pembanding, pajak hotel di Singapore GST 7%, Malaysia SST6%, Brunei  tidak ada pajak, Thailand VAT 7% dan Vietnam VAT 7%. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Zoom Bombing (Nytimes)

Selasa, 31 Maret 2020 - 21:15 WIB

Lagi Asik Video Konfrensi Tapi Terserang Zoom Bombing, Berikut 14 Langkah Aktifkan Waiting Room

Banyak instansi pemerintah, perusahaan, universitas dan sekolah mengadopsi kebijakan bekerja dari rumah dan banyak di antaranya menggunakan tool konferensi online. Salah satu platform yang namanya…

Pernikahan (Foto Dok Ist)

Selasa, 31 Maret 2020 - 20:48 WIB

Ingin Sah Secara Online? Ikuti Petunjuk Nikah Berikut Ini...

Pemerintah telah memperpanjang sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) PNS sampai 21 April 2020. Bagi Kementerian Agama, kebijakan ini berdampak juga pada layanan di Kantor Urusan…

Alat Pelindung Diri (APD)

Selasa, 31 Maret 2020 - 20:20 WIB

Penambahan Produksi APD Digenjot Hingga 17 Juta Unit per Bulan

"Kami berharap, produsen ini akan mampu memenuhi produksi 16-17 juta unit APD per bulan dan untuk baju medis atau surgical gown sebesar 508.800 paket per bulan,"

Platnas Cipayung Jakarta (Foto Ist)

Selasa, 31 Maret 2020 - 20:03 WIB

Hasil Rapid Test: Atlet Pelatnas Cipayung Negatif Covid-19

Seluruh atlet yang berada di Pelatnas Cipayung dipastikan negatif Covid-19 setelah menjalani rapid test, termasuk tim All England 2020 yang dua pekan lalu kembali dari Birmingham, Inggris. Selain…

Bank BCA

Selasa, 31 Maret 2020 - 19:10 WIB

BCA Beri Keringanan ke Nasabah Terdampak Corona

Bank Central Asia (BCA) memberikan kelonggaran atas cicilan kredit akibat adanya wabah Corona. Kebijakan tersebut selaras dengan harapan pemerintah.