Hingga Saat Ini, Kemenperin Telah Ciptakan 8 Ribu Lebih Santripreneur

Oleh : Ridwan | Selasa, 21 Januari 2020 - 19:25 WIB

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian telah mencetak wirausaha industri baru dari lingkungan pondok pesantren (Ponpes) melalui program Santripreneur. 

Lulusan ini diharapkan dapat turut menumbuhkan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang ujungnya akan mendorong roda perekonomian nasional.

"Sejak tahun 2013 hingga saat ini, kami telah melakukan pembinaan kepada 46 Ponpes yang tersebar di tujuh provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Lampung, Kalimantan Timur, dan Banten dengan jumlah peserta yang dibina sebanyak 8.128 santri," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menegah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (21/1).

Gati menjelaskan, Kemenperin fokus untuk terus menelurkan wirausaha industri baru khususnya sektor IKM. Hal ini guna merebut peluang dari bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia hingga tahun 2030.

"Upaya ini sejalan juga dengan implementasi dari roadmap Making Indonesia 4.0," tegasnya.

Dirjen IKMA menyebutkan, sepanjang tahun 2019, program Santripreneur telah menjangkau 21 Ponpes dan membina sebanyak 4.700 santri. Ke-21 Ponpes tersebut meliputi enam di wilayah Jawa Timur, tiga di Jawa Tengah, delapan di Jawa Barat, dan empat di Banten.

"Mereka telah kami bekali pengetahuan, motivasi kewirausahaan, serta pelatihan produksi industri. Kami juga memberikan bantuan mesin dan peralatan produksi sesuai bidang usaha yang ditekuni di Ponpes tersebut," tuturnya.

Adapun mesin dan peralatan yang telah difasilitasi, antara lain untuk pengolahan sampah serta produksi sepatu hingga batako. 

"Selain itu untuk produksi konveksi, pangan, makanan dan minuman, kerajinan, pupuk organik cair, kosmetik, serta perbengkelan," sebutnya.

Gati pun menjelaskan, program Santripreneur sudah berhasil diterapkan dengan baik sampai saat ini oleh Ponpes yang mendapatkan pembinaan dan pelatihan. Contohnya adalah pelatihan produksi alas kaki di Ponpes Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada tahun 2017.

"Di Ponpes itu sudah mampu menghasilkan unit industri alas kaki yang memproduksi lebih dari 4.000 pasang sandal jepit spon per bulan," ungkapnya. 

Di samping itu, dari pelaksanaan bimbingan teknis perbengkelan roda dua di Ponpes Suryalaya, Tasikmalaya, sudah berhasil membuat alumninya membuka usaha bengkel sendiri.

"Bahkan, bimtek pengembangan unit usaha kopi di Ponpes Al Ittifaq, Bandung yang dalam jangka waktu sebulan dari pelatihan, koperasi di Ponpes tersebut berhasil meningkatkan nilai jual produk kopinya," imbuhnya.

Sebelumnya, Koperasi Ponpes Al Ittifaq hanya menjual kopi dalam bentuk ceri (buah) senilai Rp6.000 per kilogram (kg). Namun, setelah diberikan pembinaan dan fasilitasi mesin peralatan, saat ini telah mampu memproduksi kopi roasting dengan harga Rp250 ribu per kg.

"Tidak hanya coffee roasting, mereka juga kini mampu memproduksi kemasan kopi dengan merek kopinya sendiri. Ini tentu anugerah yang harus kita syukuri bersama. Program ini berhasil melahiran Santripreneur yang sangat berpotensi. Kami optimistis Ponpes mampu mendukung pengembangan IKM nasional yang berdaya saing di kancah global," paparnya.

Ke depan, Ditjen IKMA akan terus membina dan melatih para santri di seluruh wilayah Indonesia melalui program bimbingan teknis serta memfasilitasi pemberian bantuan alat dan mesin untuk bekal para santri tersebut belajar mandiri sebelum terjun ke masyarakat.

"Kami meyakini, para santri generasi muda akan mampu menjadi agen perubahan yang strategis dalam membangun bangsa dan perekonomian Indonesia di masa mendatang," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Selasa, 25 Februari 2020 - 06:00 WIB

Ketua MPR-Ketua DPR akan Kunjungi Papua, Pastikan Kondisi Riil

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI La Nyalla Mattaliti dan anggota MPR RI yang terdiri dari anggota DPR RI serta DPD RI daerah pemilihan…

Wibawa Prasetya, Dosen Fakultas Teknik Atma Jaya (kanan), berhasil meraih promosi doktor dari Universitas Negeri Jakarta, usai Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Kampus Universitas Negeri Jakarta, Senin (24/2/2020).

Selasa, 25 Februari 2020 - 05:13 WIB

Mengangkat Masalah Tingkat Turnover Karyawan, Dosen Atma Jaya Ini Lulus Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan

Wibawa Prasetya, Dosen Fakultas Teknik Atma Jaya, berhasil meraih promosi doktor dari Universitas Negeri Jakarta. Pria Kelahiran Jogjakarta, 30 Juni 1962, itu, mengangkat disertasinya dengan…

Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Rumkital Marinir Cilandak

Selasa, 25 Februari 2020 - 04:30 WIB

Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Rumkital Marinir Cilandak

Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.Tr. (Han) menyaksikan penandatanganan dan Komitmen bersama Fakta Integritas dan Zona Integritas Rumah Sakit Angkatan…

Kepala Bakamla RI Terima Kunjungan Ketua Umum DPP INSA

Selasa, 25 Februari 2020 - 04:00 WIB

Kepala Bakamla RI Terima Kunjungan Ketua Umum DPP INSA

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M. menerima courtesy call Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (DPP INSA) Carmelita Hartoto bersama…

Kapusjianstra TNI Buka FGD Penyiapan Postur TNI di Kalimantan Timur

Selasa, 25 Februari 2020 - 03:00 WIB

Kapusjianstra TNI Buka FGD Penyiapan Postur TNI di Kalimantan Timur

Kepala Pusat Pengkajian Strategis (Kapusjianstra) TNI Brigjen TNI Totok Imam Santoso. S.I.P., S.Sos., M.Tr. (Han) membuka Forum Grup Discussion (FGD) yang berlangsung selama satu hari dengan…