INDUSTRY.co.id - Jakarta- Industri  fesyen dalam lima tahun belakangan ini terus meningkat signifikan, sejumlah even terselengagara secara teratur sebagai ajang bertemu ara pelaku industri ini.  Para  pelaku industri fesyen juga sudah mulai eksis di beberapa acara pentas feseyn  dunia, seperti Hong Kong Fashion Week hingga New York Fashion Week.

Advertisement

“Peluang terus berkembang sangat terbuka lebar dan ini  harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Memang tidak mudah,  sejumlah peraturan dalam negeri harus diketahui para pelaku industri fesyen. Pengetahuan tentang kondisi tren bisnis negara-negara yang jadi tujuan ekspor harus dipahami para pelaku indusri ini,” ujar Arlinda Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda membuka secara resmi World Fashion Connect Seminar dalam bentuk Power Talk yang mengusung tema Elevating Indonesian Fashion Economy to The Next Level, bertempat di Hotel Mandarin Oriental Jakarta belum lama ini.

Dikatakan lebih lanjut oleh Arlinda,  bahwa fashion merupakan produk unggulan Indonesia dan Kementerian Perdagangan akan selalu mendukung upaya peningkatan ekspor.  “Selain itu diharapkan seminar ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan fashion Indonesia ke level berikutnya.”

Advertisement

Dukungan pemerintah khususnya Kementerian terkait seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Ekonomi Kreatif terkait peraturan standar ekspor produk sudah diberikan dan pelaku industri fesyen bisa memanfaatkannya. 

Acara obrolan peluang dan tantangan ekspor industri fesyen ini diselenggarakakan oleh World Fashion Connect (WFC) yang terdiri dari  sekelompok pengusaha, pemerhati  fesyen  diantaranya Indra Sukirno, Moskwita Darmawan, Ina Indrawati, dan Dahlia Sardjono.

Advertisement

Adapun tujuan dari WFC adalah  untuk meningkatkan daya saing produk fesyen  dalam negeri di pasar internasional dan upaya ini adalah bagian dari upaya menjadikan Indonesia khususnya Jakarta dapat menjadi fashion hub di Asean.

Co-founder WFC Dahlia Sardjono menyampaikan bahwa WFC merupakan sebuah agency independent yang akan mempertemukan desainer Indonesia dengan fashion dunia untuk bersama meningkatkan ekspor Indonesia di bidang fashion.

Advertisement

Sejumlah pelaku industri fesyen secara khusus berkumpul untuk bertukar pengalaman dalam acara    Power Talk yang mengusung tema Elevating Indonesian Fashion Economy to The Next Level. Hadir dalam acara tersebut,  Arlinda Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Iriana Trimurty Ryacudu, founder Muriel Piaser Consulting Muriel Piaser, expert fashion dari Perancis Margaux Badur,  Jenny dari PT Sansan Saudaratex Jaya yang  mewakili Budi Danubrata, dan Poppy Dharsono dari Kadin Indonesia. 

Produk feseyn Indonesia saat ini sudah bisa diperoleh di sejumlah  Eropa seperti Paris, Jerman, Belanda. Namun Kementerian Perdagangan melihat peluang  tersebut juga terbuka lebar di negara-negara Timur Tengah, sekitar wilayah Tiongkok, juga di kawasan Eropa Timur hingga Afrika.

“WFC sudah buka jalur ke pusat-pusat fesyen dunia dan kami terus kembangkan pasar di Tiongkok, Timur Tengah, Eropa Timur hingga Afrika. Kami punya informasi data bahwa di negara-negara terebut peluang masih terbuka lebar, “ ujar Arlinda optimis.

Dukungan Pemerintah dalam hal ini  Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia terhadap ekspor fesyen ini juga diberikan. “Kami secara rutin memberi pelatihan bagi pengusaha fesyen untuk mengetahui bagaimana cara  ekspor yang benar, paham tren di negara yang akan dituju, urusan LC, seluk beluk prosedur ekspor dan semuanya yang terkait, “ ujar  Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Iriana Trimurty Ryacudu.

Pada kesempatan seminar sehari ini juga diungkapkan sejumlah kerja sama yang bisa dilakukan pelaku industri fesyen untuk mengembangkan usahanya.  Perwakilan Pemerintah Indonesia ini memang sudah ditugaskan untuk mendukung ekspor sebagai upaya meningkatkan peningkatan devisa negara.

“Saat ini ada 25 Atase Perdagangan, 19  Trade Attache and Indonesia Trade Promotion Center, Kamar Dagang dan Industri di Taiwan. Pengusaha harus memanfaatkan kerja sama ini. Kalau ada kendala, langsung kabari saya, “tegas  Arlinda Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional.