Setelah Lapor ke Polda, Velline Chu Mengadu ke Komnas Perempuan

Oleh : Herry Barus | Minggu, 10 November 2019 - 12:00 WIB

Vellin Chu (Foto Dok Diberitaan)
Vellin Chu (Foto Dok Diberitaan)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Merasa kurang mendapat respon soal kasus yang menimpanya, Velline Chu bergerak cepat dan langsung mengadukan penganiayaan terhadap dirinya kepada Komnas Perlindungan Perempuan.

"Sebelumnya kami juga sudah visum dan melapor ke Polda Metro Jaya.  Kami memang ada rasa takut, apalagi ada ancaman pelaku jika memblow up kasus ini. Kami juga trauma. Maka kami di sini minta perlindungan Komnas Perempuan," kata Velline usai mengadukan permasalahan yang dihadapinya di kantor Komnas Perlindungan Perempuan di Menteng Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019)

Artis penyanyi yang melejit lewat tembang "Goyang Pantura", "Ngopi Say" dan "Taubat" ini mendatangi Komnas Perlindungan Perempuan didampingi pengacaranya, Leo Situmorang SH.

 Leo Situmorang, selaku pengacara korban berharap dengan pengaduannya ke Komnas Perempuan, kasus ini bisa dapat perhatian lebih. Sehingga kasusnya cepat diproses. 

         

Velline Chu mengungkapkan pertemuannya dengan HS pertama kali lewat sebuah agency yang enggan ia sebutkan namanya. Dari situlah ia memutuskan untuk membina hubungan dengan HS, hingga mendapatkan perlakuan kasar.

"Saya tidak tahu kok dia belakangan jadi cemburuan dan kasar. Dia cemburu kalau saya terima telepon. Jadi saya dapat telepon dari teman saya, kalau saya dapat job, dan pada saat itu dia langsung ambil handphone saya dan dibanting. Saya juga dapat perlakukan tidak baik, rambut saya dijambak, dan saya dibanting di kasur sebanyak dua kali," ungkap Velline saat ditemui di Kantor Komnas Perempuan, Jakarta.

           

Menurut Velline, kejadian itu kemudian berulang lagi. "Ada kejadian lagi saat subuh, karena dia bermalam di rumah saya di apartemen. Kejadian kedua itu yang lebih parah, badan saya dibanting ke kasur, dan dari kasur itu saya sempet pingsan, ditonjok kepala saya sebelah kiri. Dan dari situ saya mengalami banyak trauma. Saya jadi sering pusing dan kadang mau pingsan," ujar Velline.

Ditambahkan Velline selain dianiaya, mobilnya juga saat ini masih ada ditangan pelaku. "Mobil Ertiga saya juga masih dibawa pelaku," kata Velline.       

Korban lain, Wulan yang mengaku sempat menikah siri 18 maret 2018 lalu mengatakan dirinya juga mendapat penganiayaan dari pelaku HS.  

"Saya sempat keguguran. Saya juga mendapat perlakuan yang sama, kasar, dianiaya, ditonjok. Saya juga tidak menyangka karena sebelumnya tak begitu," kata Wulan. 

Baik Velline maupun Wulan berharap pelaku bisa segera ditangkap. Mereka yang sebelumnya tidak saling kenal itu juga berharap jika ada korban lain dari pelaku untuk bisa segera melapor  agar tidak ada lagi korban-korban lain berjatuhan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BNI Syariah. (Foto: IST)

Jumat, 06 Desember 2019 - 16:30 WIB

BNI Syariah Raih Penghargaan Pariwara Tidak Langsung OJK

Jakarta - BNI Syariah meraih penghargaan Pariwara Tidak Langsung Terbaik Sektor Jasa Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019. Penghargaan ini diberikan dalam acara Malam Penganugerahan…

Presiden Joko Widodo saat meresmikan pabrik baru polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Jumat, 06 Desember 2019 - 15:40 WIB

Resmikan Pabrik Baru Polyethylene Chandra Asri, Jokowi Optimis Indonesia Bakal Stop Impor Petrokimia 4 Tahun Kedepan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik baru polyethylene milik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) dengan kapasitas produksi mencapai 400 ribu ton per tahun. Dengan tambahan…

UC Browser dan Lazada Kolaborasi

Jumat, 06 Desember 2019 - 15:34 WIB

UC dan Lazada Meriahkan Harbolnas Akhir Tahun

Jakarta - UC Browser bersama Lazada turut memeriahkan Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) 12.12 yang dirayakan setiap tanggal 12 bulan Desember. Dengan menghadirkan kampanye belanja “UC…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Jumat, 06 Desember 2019 - 15:17 WIB

Kementan Koneksikan Jaringan dan Informasi Pertanian Seluruh Indonesia

Bogor – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berulang kali menyebutkan komitmennya untuk membangun pertanian modern berbasis manajemen teknologi informasi yang kuat. Komitmen tersebut sudah…

Graduation Day MSA 2019

Jumat, 06 Desember 2019 - 12:01 WIB

Michelin Indonesia Ajak 500 Siswa Jabodetabek Tandatangani Deklarasi 10 Golden Rules di Graduation Day MSA 2019

Tahun ini, tema MSA 2019 “Inspiring Mobility” dipilih untuk mendorong terciptanya agen perubahan dan pelopor keselamatan yang dapat menginspirasi banyak orang untuk mendapatkan mobilitas…