ASPPHAMI Sebut Akuisisi Rentokil Dongkrak Daya Saing Perusahaan Pengendalian Hama Nasional

Oleh : Ridwan | Jumat, 08 November 2019 - 15:05 WIB

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) Boyke Arie Pahlevi
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) Boyke Arie Pahlevi

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) menilai langkah PT Agricon Putra Citra Optima (APCO) yang mengalihkan assetnya kepada Rentokil dapat memicu naiknya daya saing perusahaan pengendalian hama lokal di Indonesia.

"Pemain besar di bisnis ini berani menerapkan strategi bisnis dengan pengalihan asset atau akuisisi untuk memperbesar bisnis mereka di Indonesia. Dengan langkah seperti itu, kami memandang ada nilai positif bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kompetensi, kapasitas dan daya saingnya," ungkap Ketua Umum ASPPHAMI, Boyke Arie Pahlevi di Jakarta (8/11).

Menurut Boyke, hal yang sama bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lokal untuk bertahan memenangkan pasar.

"Bisnis pengendalian hama di Indonesia cukup menjanjikan karena memang pasarnya juga besar, terbukti ada beberapa perusahaan lokal kita diakuisisi pemain besar asing. Sebenarnya diantara pemain lokal pun bisa melakukan hal yang sama, dengan strategi bisnis seperti afiliasi, joint operation, merger, Go Public  atau mengembangkan bisnis sendiri untuk memperbesar dan memperkuat bisnis mereka." terangnya.

Boyke menjelaskan, akuisisi atau pengalihan asset pemain besar asing semakin meramaikan persaingan bisnis pengendalian hama tanah air. Sehingga, pemain lokal diharapkan dapat lebih siap dan kreatif dalam menentukan strategi bisnis, seperti fokus pada pengembangan bisnis dengan membenahi, memperbaiki dan memperkuat sistem manajemen, penguatan sumber daya manusia dan serta menerapkan inovasi teknologi agar lebih berdaya saing.


Haerul Bengardi, Presiden Agricon Group (induk perusahaan PT APCO) mengungkapkan bahwa pengalihan asset PT APCO kepada Rentokil adalah langkah strategis Agricon Group untuk lebih fokus kepada rantai bisnis pertanian yang selaras dengan Visi Group.

Sementara itu, PT Rentokil Indonesia menyatakan optimis dengan potensi pasar Industri Pengendalian Hama di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan telah dilakukannya berbagai macam investasi termasuk akuisisi.

Seperti diketahui, sebelumnya Rentokil juga melebarkan sayap bisnisnya di Indonesia dengan pengambilalihan asset dan bisnis PT. Aaardwolf Pestcare Indonesia dan Divisi Hygiene dari PT Pink Service Indonesia (Habitat).

"Akuisisi ini memperkuat komitmen layanan dan kepedulian kami pada pelanggan. Di Rentokil kami memiliki inovasi, teknologi dan proses bisnis yang dapat kami gabungkan dengan keinginan APCO untuk memberikan layanan terbaik sehingga mengoptimalkan perlindungan dan keselamatan publik," ungkap Heri Susanto, Managing Director Rentokil Indonesia dan Sri Lanka.

Dia mengatakan, secara bersama-sama pihaknya ingin memberikan standar tertinggi dalam layanan pengendalian hama terpadu serta memperkuat komitmen layanan dan kepedulian terhadap masyarakat. Rentokil, lanjut dia, memiliki rangkaian inovasi dalam menghadapi perubahan teknologi di era digital untuk memberikan layanan dengan tidak mengesampingkan tanggung jawab sosial.

Menurut Heri, meningkatnya kesadaran dan harapan di bidang kesehatan dan keselamatan di antara pemangku bisnis dan konsumen di Indonesia menyebabkan meningkatknya permintaan terhadap pengendalian hama yang berkualitas.

"Kita memanfaatkan sistem digitalisasi, IOT (Internet of Things) dan solusi ramah lingkungan untuk mengendalikan masalah hama umum seperti hewan pengerat, nyamuk dan rayap yang menjadi garis depan layanan Rentokil," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:40 WIB

Genjot Program Santripreneur, Kemenperin Siapkan Anggaran Capai Rp10 Miliar

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) semakin gencar menciptakan wirausaha baru di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) melalui program…

Presiden Direktur BCA Syariah Jhon Kosasih bersama direksi lainnya

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:25 WIB

2020, Pertumbuhan BCA Syariah Dibidik 15 Persen

PT. Bank BCA Syariah (BCA Syariah) komitmen untuk menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Elnusa Petrofin

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:23 WIB

Elnusa Petrofin Dukung Peningkatan Keselamatan Distribusi BBM

PT Elnusa Petrofin (EPN) terus melakukan terobosan untuk menjaga dan meningkatkan faktor keselamatan khususnya dalam menghantarkan BBM Pertamina ke seluruh pelosok negeri mencakup keselamatan…

Direktur Jenderal International Rice Research Institute (IRRI), Matthew Morell

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:09 WIB

Anggota IRRI Tertarik Terapkan Agriculture War Room

Direktur Jenderal International Rice Research Institute (IRRI), Matthew Morell mengunjungi Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian, Selasa (18/2).

Rupiah (Foto/Rizki Meirino)

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:01 WIB

Komposisi Pembiayaan BCA Syariah Terbesar ke Komersil

Penyaluran pembiayaan BCA Syariah di Desember 2019 mencapai Rp5,6 triliun atau meninggat 15,2% secara yoy sementara industri perbankan syariah tumbuh 11,6% yoy (data November 2019).