Mentan: Membangun Pertanian Tanggung Jawab Semua Pihak

Oleh : Wiyanto | Minggu, 03 November 2019 - 08:01 WIB

Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian
Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan Presiden Jokowi sangat memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan sektor pertanian dan membangun pertanian yang mampu menyediakan pangan secara nasional dan bahkan dunia.

Pertanian merupakan tanggung jawab semua pihak. Dengan demikian, semangat Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2019 ini harus menjadi konsolidasi emosional semua pihak bahwa masalah pertanian adalah masalah bersama, kerja bersama.

"Kita berharap para gubernur, bupati, partai politik dan pemangku kepentingan memiliki cara pandang yang baik dan yang wajib bagi semua pihak untuk memajukan pertanian. Sebab masalah pertanian adalah masalah perut dan pertahanan pangan menyangkut pertahanan negara," demikian ditegaskan Syahrul dalam sambutan sekaligus membuka Peringatan HPS ke-39 yang dihelat di Puudambu, Kecamatan Angantan, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/11/2019).

"Oleh karena itu, para gubernur dan bupati tidak boleh berjalan sendiri-sendiri tapi harus jalan bersama-sama dengan Menteri Pertanian dan para pihak. Kita tidak boleh membiarkan adanya masalah kelaparan. Ini harus kita tuntaskan secara bersama-sama," sambung Syahrul.

HPS Ke-39 tahun 2019 bertema internasional “Our Actions Are Our Future. Healthy Diets for a #ZeroHunger World“ dan bertema nasional “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”.

Syahrul menilai tema ini dipilih dengan pertimbangan antara lain bahwa bangsa yang mandiri dan merdeka harus memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Indonesia berpotensi besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan tersebut, sehingga Kementan terus bekerja keras dalam menerapkan Teknologi Industri Pertanian untuk mewujudkan peningkatan dan kesejahteraan petani dan pemenuhan lumbung pangan dunia 2045.

"Langkah nyatanya melalui program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk pertanian untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri (konsumsi, industri dan substitusi impor, red) dipenuhi sendiri dan meningkatkan ekspor menjadi bagian utama yang harus dikerjakan," jelasnya.

Selain itu, Syahrul pun menekankan melalui HPS ini diharapkan dapat membangun pertanian berkelanjutan ramah lingkungan sebagai paradigma pembangunan Pertanian ke depan. Dengan begitu, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangan bermutu yang sehat di dalam negeri dan memiliki daya saing baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Kita pahami bersama bahwa negara kita adalah negara agraris yang memiliki air dan penyinaran matahari yang cukup dan lahan daratan maupun gunung yang luas. Oleh karena itu, pertanian kita harus maju. Kita buat program Pertanian Masuk Sekolah. Anak-anak sekolah harus memiliki pemahaman pertanian, sehingga keluar dari sekolah minimal memiliki kemampuan memproduksi pangan keluarga," tuturnya.

Lebih lanjut Syahrul mengatakan potensi yang besar di sektor pertanian adalah modal dasar untuk peningkatan produksi komoditas terutama padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, daging, gula, buah-buahan dan juga komoditas perkebunan dan peternakan. Tentunya, ia mengajak kepada seluruh komponen pelaku pertanian agar berupaya sekuat tenaga bekerja keras meningkatkan produksi pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

"Saya akan bicara dengan Kementerian Desa, Kementerian PUPR dan kementerian lainnya untuk sama-sama memajukan pertanian," katanya.

Berbicara komoditi pertanian khususnya perkebunan, tentunya tidak akan lepas peran pentingnya dalam perekonomian nasional yaitu sebagai penyumbang devisa negara melalui ekspor produk perkebunan, baik yang masih berupa bahan baku maupun produk olahan. Selain itu, sebagai sumber mata pencaharian utama bagi petani dan penyedia lapangan pekerjaan di sektor hulu hingga hilirnya.

"Para gubernur, bupati , Kapolda, Pangdam tolong bantu pertanian karena dibutuhkan kekuatan khusus untuk menangani komoditas perkebunan. Lembaga riset juga harus kita optimalkan. Saya mau di setiap provinsi ada percontohan pengembangan kawasan pertanian dari hulu ke hilir," tutur Syahrul.

"Kementan memiliki lembaga riset di setiap provinsi. Silahkan pemerintah daerah dan perguruan tinggi bekerja sama melalukan riset dan mengembangkan inovasi pertanian memberikan nilai tambah kemajuan pertanian dan petani itu sendiri," pintanya.

Di sisi lain, Syahrul menegaskan pentingnya menjunjung tinggi pada tradisi dan nilai-nilai luhur dalam proses pembangunan pertanian. Pertanian Indonesia memiliki tradisi dan nilai-nilai luhur yang lekat dengan alam yang harus dilestarikan.

"Karena itu, kita menggunakan teknologi pertanian yang modern, seperti mekanisasi tapi tidak meninggalkan nilai kearifan lokal," tegasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

JNE-Billionaire Coach Dorong UKM JABAR Naik Kelas

Kamis, 12 Desember 2019 - 08:00 WIB

JNE-Billionaire Coach Dorong UKM JABAR Naik Kelas

JNE bekerjasama dengan Billionaire Coach menggelar seminar bertajuk 10X Digital Scale up yang berisi berbagai program dukungan untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), seperti pemaparan dari para pakar…

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kiri) menyerahkan cindera mata kepada Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar.

Kamis, 12 Desember 2019 - 07:07 WIB

Telkom dan KB Financial Group Sepakat Luncurkan Centauri Fund

Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya MDI Ventures bersama dengan KB Financial Group,…

Dermaga IPCC (Foto Istimewa)

Kamis, 12 Desember 2019 - 06:51 WIB

IPCC Bagi Divident Interim dari Laba 70 Persen

Jakarta - Sebagai bentuk komitmen peningkatan value kepada para pemegang saham dan stakeholders, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) akan membagikan dividen interimnya.

Stefan Doboczky (CEO) bersama pimpinan Lenzing AG di Austria

Kamis, 12 Desember 2019 - 06:00 WIB

Lenzing Raih Status CSR-Gold dari EcoVadis

The Lenzing Group, yang merupakan perusahaan terdepan dalam pelestarian iklim, anggota dari CEO Climate Leaders Group dalam World Economic Forum, dan salah satu penandatangan United Nations…

Panglima TNI TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P

Kamis, 12 Desember 2019 - 05:00 WIB

Panglima TNI : Bangga Atas Prestasi Yang Telah Di Raih Tim Karate Indonesia Pada Sea Games 2019

Panglima TNI TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang telah di raih oleh Tim Karate Indonesia pada Sea Games 2019 dengan meraih 2 medali…