Triwulan II-2019, Investasi Sektor ILMATE Tembus Rp 22 Triliun

Oleh : Ridwan | Kamis, 31 Oktober 2019 - 11:05 WIB

Pabrik motor Honda (foto Kompas.com)
Pabrik motor Honda (foto Kompas.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai sektor-sektor industri manufaktur di Indonesia masih tumbuh dan berkembang. Hal ini ditandai dengan adanya upaya ekspansi dari sejumlah perusahaan dan masuknya beberapa investasi baru. Contohnya pada sektor Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE).

Hingga triwulan II tahun 2019, nilai investasi sektor ILMATE mencapai Rp22,2 Triliun. Industri logam dasar memberikan kontribusi terbesar hingga Rp13,4 Triliun, kemudian industri kendaraan bermotor sebesar Rp4,71 Triliun serta industri komputer, barang elektrionik dan optik sebesar Rp2,08 Triliun.

"Guna menggenjot daya saing industri kita, tentunya diperlukan dukungan ketersediaan bahan baku, SDM kompeten, suplai energi yang cukup, serta penggunaan teknologi dan permesinan dalam proses produksi," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Harjanto di Jakarta (30/10).

Apalagi, saat ini dunia industri khususnya sektor manufaktur tengah bersiap menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0. Secara garis besar, penerapan industri 4.0 mengintegrasikan dengan lini produksi di sektor industri dengan jaringan internet sebagai penopang utama. 

"Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan posisi daya saing Indonesia. Salah satu solusi yang tengah didorong oleh Kemenperin adalah memacu industri dalam negeri agar terus melakukan inovasi dalam menghadapi implementasi industri 4.0. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0," papar Dirjen ILMATE.
 
Harjanto menjelaskan, inovasi dan perubahan terhadap model bisnis yang lebih efisien dan efektif dalam penerapan industri 4.0, dinilai akan mempercepat peningkatan daya saing industri dalam negeri secara signifikan. 

"Inovasi-inovasi dalam penerapan Information Communication Technology (ICT) di sektor industri, seperti memanfaatkan sistem online untuk mengontrol penyelesaian pekerjaan, diyakini akan memberikan penghematan dalam penggunaan waktu dan biaya sehingga produk yang dihasilkan lebih murah dan mampu bersaing di pasar domestik maupun global," ungkapnya.

Sementara itu, dalam hal penyerapan tenaga kerja, industri 4.0 akan menambah lapangan kerja yang memerlukan keterampilan khusus. Spesialisasi industri baru akan bermunculan dan membutuhkan tenaga kerja terampil dengan kemampuan yang lebih spesifik dan tingkat upah yang lebih baik. 

"Kemenperin telah mendorong pola pendidikan vokasi industri yang mengutamakan adanya link and match antara SMK dengan Industri. Melalui upaya tersebut, diharapkan SMK dapat menyediakan SDM yang sesuai kebutuhan industri," tandasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Festival keimigrasian 2020

Sabtu, 18 Januari 2020 - 16:49 WIB

BRI Ikut Semarakkan Festival Keimigrasian 2020

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menyelenggarakan Festival Keimigrasian…

realme masuk segmen alot

Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:16 WIB

Realme Buds Air Jajal Alot di Indonesia

realme, merek trendsetter untuk teknologi canggih dalam smartphone di Indonesia, secara resmi melangkah ke ranah AIoT di Indonesia dengan meluncurkan True Wireless, Real Seamless - realme Buds…

SystemEver

Sabtu, 18 Januari 2020 - 13:48 WIB

Software ERP SystemEver Siap Perkuat UKM Hadapi Revolusi Industri 4.0

Era Revolusi Industri 4.0 semakin menuntut dunia usaha mulai dari skala kecil, sedang hingga besar untuk melakukan berbagai lompatan bisnis agar menghasilkan produk barang dan jasa yang kompetitif…

Shopee

Sabtu, 18 Januari 2020 - 13:35 WIB

Shopee Berhasil Catatkan Pencapaian Spesial di Tahun 2019

2019, Shopee berhasil mempelopori serangkaian inisiatif yang berhasil mengubah cara konsumen berbelanja online di daerah tempatnya beroperasi.

Marcedes Benz (ist)

Sabtu, 18 Januari 2020 - 13:05 WIB

Mercedes-Benz Catat Penjualan 3.344 Unit Kendaraan Penumpang dan Van di 2019

PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia berhasil menjual 3.344 unit mobil tahun lalu meskipun situasi industri otomotif yang menantang