Ciptakan Nilai Tambah Industri Keramik, Kemenperin Inisiasi Terbentuknya MKI

Oleh : Ridwan | Sabtu, 26 Oktober 2019 - 17:05 WIB

Industri Keramik (Ist)
Industri Keramik (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya menginisiasi pendirian Masyarakat Keramik Indonesia (MKI). 

Dengan berdirinya MKI, diharapkan dapat memberikan kontribusi optimal terhadap peningkatan inovasi, hilirisasi industri dan penciptaan nilai tambah di industri keramik dalam negeri.

"Jadi, MKI akan berfungsi sebagai simpul kolaborasi antara para pemangku kepentingan, yang terdiri dari para akademisi, masyarakat bisnis dan instansi litbang pemerintah serta komunitas keramik," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara di Jakarta, Sabtu (26/10).

Menurut Ngakan, tercetusnya pembentukan MKI tersebut, sebagai salah satu hasil dari Seminar Nasional tentang pengembangan industri keramik di Indonesia yang diselenggarakan oleh Balai Besar Keramik (BBK) di Bandung, beberapa waktu lalu.

"Lebih jauh lagi, MKI ini diharapkan pula bisa menjembatani agar hasil litbang dari BBK dapat lebih teraplikasikan sesuai dengan kebutuhan industri. Karena memang harus diakui saat ini, sudah banyak hasil litbang dari BBK yang mempunyai Technological Readiness Level (TRL) 7, yang artinya telah siap untuk diaplikasikan," paparnya.

Ngakan menambahkan, pemerintah juga berharap kepada para industri keramik dalam negeri agar terus berkontribusi sebagai salah satu motor penggerak akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. 

"Jadi, selain dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, kami juga mendorong agar mereka bisa memperluas pasar ekspor terutama di tingkat regional," tandasnya.

Kepala BBK Gunawan menyatakan, sebagai salah satu unit litbang di bawah BPPI Kemenperin, dalam mendukung implementasi industri 4.0, fokus riset BBK saat ini lebih diarahkan pada advanced ceramic (keramik maju), selain keramik konvensional. 

"BBK telah mempunyai kemampuan mulai dari ekstraksi bahan alam hingga sintesis bahan berbasis teknologi nano, dan juga telah menghasilkan pemurnian bahan alumina, zirconia, titania, dan ferrite yang siap digunakan oleh industri keramik di Indonesia," sebutnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelepasan ekspor perdana produk AC PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) ke Nigeria

Rabu, 19 Februari 2020 - 19:05 WIB

Kemenperin Lepas Ekspor Perdana Produk AC ke Nigeria

Kementerian Perindustrian terus memacu industri elektronik di dalam negeri agar mampu memperluas pasar ekspornya, termasuk ke negara-negara nontradisional.

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) (indonesianindustry)

Rabu, 19 Februari 2020 - 18:36 WIB

Diserbu Semen Impor Murah Asal China, BUMN Semen Semakin Nyesek

Jakarta-Produksi semen yang dihasilkan PT Semen Indonesia saat ini kurang lebih 120 juta ton setahun dan hanya terserap pasar 70 juta ton. Jadi, masih terjadi kelebihan supply sebesar 50 juta…

Festival serba Sakura

Rabu, 19 Februari 2020 - 18:30 WIB

Hoshino Resorts OMO5 Tokyo Otsuka Gelar Festival Serba Sakura

Hoshino Resorts OMO5 Tokyo Otsuka, sebuah hotel pariwisata perkotaan di mana para tamu dapat sepenuhnya merasakan kota Otsuka, akan menjadi tuan rumah "Festival Serba Sakura OMO" bagi pengunjung…

Mi Note 10

Rabu, 19 Februari 2020 - 18:05 WIB

Catat Tanggalnya, Mi Note 10 Dengan 108MP Penta Kamera Segera Dijual di Indonesia  

Xiaomi Mi Note 10 dilengkapi dengan sistem penta-kamera pertama di dunia, dengan fitur multifungsi dan hal-hal menarik di dalamnya, yang ter​diri dari lima lensa berbeda, yaitu: lensa wide-angle 108MP,…

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang melakukan terobosan mengaspal jalan menggunakan bahan dasar sampah plastik

Rabu, 19 Februari 2020 - 18:02 WIB

Chandra Asri Bangun Jalan Aspal Plastik di Semarang

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang melakukan terobosan mengaspal jalan menggunakan bahan dasar sampah plastik dipadukan dengan cairan aspal.